Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 164 " Menggoda Kasih "


__ADS_3

"Jangan banyak bicara kamu membuatku pusing saja, sekarang aku ingin berangkat kerja pergilah beristirahat." ucap Raka.


Tidak ingin membuat emosi raka bangkit lagi Sheila dengan patuh menuruti perintah suaminya, ia segera memasuki kamar dan mengistirahatkan tubuhnya yang masih lemah itu. Jangan sampai bayi yang ada di dalam kandungannya kenapa-kenapa karena itu adalah senjata untuk menaklukkan Raka, terbukti setelah mengetahui kehamilannya Raka tidak lagi membahas soal perceraian.


...*****...


Arkan baru saja keluar dari kamar mandi mendapati Kasih sudah di periksa oleh Dokter, tampak mama Risma dan nenek Murni sangat antusias menanyakan keadaan menantu mereka, tak mau ketinggalan berita lelaki itu mendekat agar mengetahui keadaan sang istri.


Dokter dan perawat pamit undur diri setelah selesai melakukan pemeriksaan. Kini hanya mereka berempat yang ada di dalam ruangan itu, mama murni memberi buah yang ia kupas untuk Kasih .


"Bu besok Kasih sudah bisa pulang, pasti Dara dan Ardy senang bisa ketemu mamanya." Ucap mama Risma yang sudah tidak sabar menunggu besok.

__ADS_1


"Iya, tapi ibu pikir-pikir sebaiknya kita cari seorang perawat yang bisa merawat Kasih selama sebulan sampai kakinya bisa di gunakan dengan normal. Kamu dengar sendiri kalau tadi Dokter mengatakan sebaiknya Kasih menggunakan kursi roda dulu minimal satu bulan ini." Ucap nenek Murni mengingatkan.


"Kasih tidak perlu perawat nek, Arkan akan merawat istri Arkan sampai sembuh. Arkan mampu kok."


"Bukannya Nenek tidak mengizinkan kamu merawat istrimu, tapi kamu juga harus kerja. Kalau kamu berangkat kerja siapa yang menjaga istrimu, mamamu kadang tidak di rumah atau ada urusan lain sedangkan nenek sudah tua dan tidak ada tenaga lagi." Tutur nenek Murni.


"Apa yang di katakan nenekmu itu benar nak, kamu masih bisa merawat istrimu ketika sudah pulang kerja. Perusahaan juga butuh kamu nak." Tambah mama Risma.


"Kamu gak usah khawatir karena suamimu ini kaya tujuh turunan, mas gak lupa kok kalau sudah punya dua anak malah mas ingin menambah anak lagi biar rumah kita lebih ramai." Ucap Arkan menarik gemas hidung sheila.


"Mas apaan sih, malu tahu ada mama dan nenek." Tegur Kasih yang sudah sekian kalinya memerah akibat menahan rasa malu.

__ADS_1


"Mereka juga pernah muda sayang, dan yang pasti mama dan nenek juga setuju kalau kita tambah anak," Arkan mengedipkan matanya menggoda Arkan.


"Mas Arkan jangan mulai deh." ucap Kasih yang sudah memanyunkan bibirnya.


"Bibirnya jangan di buat begitu gemas tahu gak, mas cium ya." ucap Arkan sementara mama Risma dan nenek Murni hanya menghapus dada mereka melihat kelakuan Arkan.


"Mama tolong, mas Arkan mesum Sama orang sakit." Aduh Kasih meminta pertolongan kepada mertuanya berharap suaminya berhenti.


Bukannya takut, Arkan malah melabuhkan ciuman singkat di bibir sang istri. Kasih yang tidak menyangka kalau suaminya senekat itu hanya dapat diam mematung sementara mama Risma menegur Arkan agar tidak menganggu menantunya lagi, wanita yang sudah tidak mudah itu merasa kasihan karena sedari tadi di ganggu.


Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat up-nya.

__ADS_1


__ADS_2