Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 188 "Racauan Raka"


__ADS_3

"Sayang kenapa kamu semakin cantik. Kasih ayo pulang sayang kita kembali ke rumah kita. Mas janji akan menjadikan kamu satu-satunya, mas akan menceraikan Sheila. Maafkan mas Kasih, mas khilaf. Mas gak bisa hidup tanpamu. Mas masih mencintaimu sayang. Kembalilah Kasih....." Racau Raka.


Deg.....


Sheila terkejut dengan racauan suaminya yang masih mengharapkan mantan istrinya dan jangan lupakan pengakuan Raka yang masih mencintai Kasih dan keinginan laki-laki itu untuk menceraikannya.


Sheila mengurungkan niatnya untuk membuka sepatu Raka, mendengar racauan Raka membuat emosinya naik dan semakin membenci Kasih.


"Dasar wanita sialan, jadi mas Raka masih berharap balikan dengannya. Mas Raka juga masih mencintainya, jadi apa artinya aku dalam hidupmu mas. Bukannya kamu pernah mengatakan kalau kamu mencintaiku dan tidak mau berpisah dariku. Lihat saja Kasih,. aku akan membuat perhitungan denganmu. Aku pastikan kamu harus membayar semuanya. Aku tidak akan membiarkan kamu hadir dalam rumah tanggaku, walaupun itu hanya angan-angan suamiku." Guman Sheila menampilkan senyum kebenciannya.


Tak tahan mendengar racauan suaminya, Sheila segera meninggalkan Raka di sofa ruang tamu dengan keadaaan yang sangat kacau. Niat hati ingin membuka sepatu dan mengantikan baju suaminya agar Raka dapat tidur dengan nyenyak tidak jadi ia lakukan. Sheila sudah terbakar emosi mendengar pengakuan dari mulut Raka, wanita itu membiarkan Raka tidur begitu saja di sofa.


Sementara ia kembali ke kamar untuk beristirahat, sembari mencari cara agar bisa memberi pelajaran kepada Kasih yang berani mengganggu rumah tangganya.


Sheila tidak akan tinggal diam setelah mengetahui kalau Raka masih berniat ingin menceraikannya. Wanita itu tidak ingin rumah tangganya hancur terlebih akan ada anak yang akan segera hadir di antara mereka. Sheila tidak ingin anaknya tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah.

__ADS_1


...*****...


Pagi hari di kamar yang luas dan mewah itu seorang laki-laki masih asik bergelung di bawah selimutnya. Lelaki itu masih enggan membuka mata meski gorden dan jendela sudah di buka.


ceklek....


Pintu kamar terbuka dan berlari sesosok makhluk kecil yang menggemaskan memasuki kamar tersebut. Bocah kecil itu berlari mendekati ranjang king size dan menaiki ranjang tersebut.


Bocah itu membangunkan laki-laki yang masih lelap dalam tidurnya.


Arkan terpaksa membuka matanya kala mendengar suara cempreng putrinya yang sedari tadi tidak mau diam agar dirinya bangun.


"Sayang papa masih ngantuk, bilang sama nenek, mama dan papa sarapannya nanti saja." Ucap Arkan dengan kesadaran masih setengah sadar.


"Mama dimana papa?" Tanya Dara yang tidak melihat Kasih sejak masuk kedalam kamar orangtuanya.

__ADS_1


"Jangan ribut nak, mama sedang tidur. Suaranya pelan-pelan mama kamu kecapean." Ucap Arkan berbisik.


"Tapi mama gak ada papa." Ucap Dara.


Mendengar perkataan Dara membuat Arkan segera duduk dan melihat ke sampingnya dan ternyata benar, istrinya tidak ada di samping.


"Kemana Kasih, kenapa tidak ada." Guman Arkan.


Arkan segera turun dari ranjang dan mendekat ke arah kamar mandi, lelaki itu tersenyum setelah mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi yang menandakan istrinya sedang membersihkan tubuhnya.


Arkan kembali mendekati putrinya di ranjang. Tanpa tahu apa yang akan di hadapinya. Lelaki itu harus pusing dengan pertanyaan putri kecilnya itu.


Jangan lupa like, komentar vote dan hadiahnya. supaya author up lagi.


Kasih semangat dong.

__ADS_1


__ADS_2