
Arkan merilekskan tubuhnya dengan berendam di bathtub, ia ingin menghilangkan rasa lelah dan penat di tubuhnya. Walau memakan waktu sedikit lama tapi tidak apalah, asalkan ia bisa segar kembali agar bisa melewati malam panjang yang penuh gelora dengan sang istri.
Sedangkan Kasih masih sibuk mempercantik diri di depan meja riasnya, wanita itu memakai riasan tipis agar terlihat segar dan natural, mengoleskan perona bibir agar lebih menggoda, tak lupa wanita itu menyemprotkan parfum ditubuhnya, rambut yang tadi terikat kini dibiarkannya tergerai indah menyempurnakan penampilannya.
Dengan Wajah puas, Kasih menatap tampilan dirinya di cermin "Sebaiknya aku menunggu mas Arkan di ranjang saja." Ucap Kasih yang gugup dan bingung mau berbuat apa.
Belum sempat Kasih mendudukkan tubuhnya ternyata Arkan sudah keluar dari kamar mandi.
Ceklek....
Dengan spontan Kasih kembali berdiri dan menatap Arkan yang keluar dari kamar mandi.
"Astaga, suamiku gagah sekali. Beruntungnya diriku memilikinya. Oh... astaga ototnya, perut kotak-kotaknya, bahu lebarnya semuanya milikku." Racau Kasih dalam hatinya.
Tak jauh berbeda dengan sang istri kini Arkan juga sedang di buat senam jantung oleh wanita yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat ia berdiri.
__ADS_1
Detak jantung lelaki itu berdetak semakin cepat melihat penampilan sang istri yang sangat mempesona dan menggoda imannya.
Sebagai lelaki normal yang sudah berpuasa selama sebulan lebih ia seolah tidak sabar untuk membawa sang istri ke ranjang untuk mengarungi lautan cinta.
Melihat penampilan istrinya yang sangat sek** dengan lingerie hitam yang kontras dengan kulit putih Kasih, rambut panjang hitam lurus yang di biarkan tergerai menambah kesan sek**, membuat Arkan dengan cepat berjalan mendekati Istrinya.
"Mas" ucap Kasih.
"Iya sayang, kamu cantik dan Seksi malam ini. Mas suka." Bisik Arkan di telinga Kasih.
Mendengar pujian dari suaminya membuat Kasih tersipu malu, tak sampai di situ Kasih bahkan terkejut dengan aksi suaminya itu.
Kasih menyambut serangan dari suaminya, wanita itu berusaha mengimbangi permainan suaminya.
Merasa istrinya sudah hanyut dan terbuai dengan pemanasan yang mereka lakukan, Arkan menjatuhkan tubuhnya dan tubuh sang istri di ranjang empuk mereka.
__ADS_1
Arkan kembali memberikan serangan-serangan mulai dari bibir, leher hingga kebagian dada sang istri.
Dengan lembut dan penuh cinta lelaki itu menyentuh wanitanya dengan penuh perasaan, percintaan kali ini di dasari rasa cinta hingga Arkan dan Kasih meredakan nikmat yang tidak terkira.
Arkan memperdalam pagutannya, sesekali beralih menyesap ceruk leher istrinya. Membuat wanita yang kini sedang ada di bawah kukungannya itu menggeliat memejamkan mata menahan nikmat yang di berikan Arkan.
Merasa cukup dengan pemanasan yang mereka lakukan Arkan turun dari ranjang, kemudian dengan satu tarikan ia menarik handuk yang menutupi area bawah tubuhnya itu. Kini Arkan polos di hadapan Kasih membuat wanita itu menutup wajah dengan tangannya.
"Kenapa kamu tidak mau melihatnya sayang?" Tanya Arkan yang kini kembali menaiki tubuh sang istri.
"Aku malu mas" Ucap Kasih dengan suara pelannya.
"Aku suamimu, jangan malu. Semua yang ada di tubuhku ini milikmu, buka matamu sayang." Suruh Arkan.
Kasih mulai membuka matanya dan menatap mata lelaki yang di cintainya itu.
__ADS_1
Gimana lanjut lagi gak?
Kalau mau lanjut jangan lupa like, komentar vote dan hadiahnya.