
"Mimpi kamu mas, kamu gak bakalan bisa balik lagi dengan perempuan itu. Kasih sudah memiliki suami yang jauh lebih dari kamu. Kamu harus sadar, kalau kamu di bandingkan dengan pak Arkan itu gak ada apa-apanya mas. Jadi jangan harap mantan istri kamu itu mau kembali denganmu." Ucap Sheila membuat Raka terdiam dengan hinaan itu.
Setelah mengucapkan kata-kata menyakitkan itu, Sheila pergi meninggalkan suaminya. Wanita itu tidak perduli lagi dengan ucapan ya yang menyakiti hati Raka, karena Raka juga tidak pernah peduli dengan perasaannya.
Sheila segera membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk beristirahat karena dirinya sudah merasa lelah, sedangkan Raka terus menghisap rokok untuk menenangkan pikirannya di sofa ruang tamu. Lelaki itu seolah malas untuk berada dalam satu ruangan dengan istrinya.
...*****...
Pagi hari di rumah orang tua Arkan Kasih terlihat sedikit sibuk dengan kegiatannya yang menyiapkan sarapan dengan mertuanya di bantu asisten rumah tangga mereka.
__ADS_1
"Gimana toko kue kamu sayang, kemarin Sarti bilang kamu pergi ke toko untuk melihat perkembangan toko kamu sayang?" Tanya mama Risma dengan lembut.
"Alhamdulillah ma, semuanya baik-baik saja dan penjualan juga meningkat ma. Aku bersyukur bangat ma, karena toko kue aku bisa sampai sekarang ini, juga karena bantuan mama, dan yang lainnya. Terima kasih Lo ma, karena sudah mendukung aku dari dulu. Aku beruntung di pertemukan dengan keluarga ini." Tutur Kasih.
"Kamu ngomong apa sih, yang ada mama yang harus ngomong begitu. Mama dan keluarga yang beruntung mendapat menantu seperti kamu dan Arkan yang paling beruntung punya istri nyaris sempurna seperti kamu. Sudah cantik, baik hati, sayang keluarga,dapat bonus lagi." Ucap mama Risma.
"Bonus apa ma?" tanya Kasih sedikit bingung.
"Doakan saja ya ma, semoga Kasih cepat isi lagi biar mama, papa dan nenek bisa mempunyai cucu dari darah dagingnya mas Arkan." Ucap Kasih.
__ADS_1
Mendengar ucapan sang menantu membuat mama Risma tersadar kalau ucapannya tadi bisa jadi membuat menantunya merasa tidak nyaman dan terkesan memaksa Kasih hamil lagi. Padahal dari lubuk hatinya mama Risma juga tidak memaksa Kasih untuk segera mengandung, baginya Kehadiran Dara dan Ardy sudah sangat membuat mereka bahagia.
"Sayang maafin mama kalau kata-kata mama yang tadi membuat kamu tersinggung, mama gak bermaksud seperti itu." Ucap mama Risma yang merasa bersalah.
Kasih tersenyum melihat rasa bersalah mertuanya, entah kebaikan apa yang ia perbuat di masa lalu sehingga dua kali menikah dan selalu mendapatkan mertua yang menyayanginya seperti anak sendiri.
"Mama gak salah kok, Kasih juga gak tersinggung. Aku dan mas Arkan memang sudah membicarakan tentang hal ini, dan kami sepakat tidak akan menunda untuk memiliki anak. Semoga Kasih bisa secepatnya memberi keluarga ini penerus ya ma." Ungkap wanita itu dengan senyum indahnya.
"Amin ya Allah, tapi kamu dan Arkan harus konsultasi dengan Dokter kandungan. Mama gak mau terjadi apa-apa sama kamu, kalau Dokter bilang kamu belum boleh hamil lagi sebaiknya di tunda dulu." Ucap mama Risma yang terlihat khawatir.
__ADS_1
Sorry kemarin gak up, karena ada acara di rumah mertua, sebagai menantu yang baik cieh.... Jadilah author semangat 45 bantu-bantu di sana, eh taunya malam hari ketiduran karena kecapean, maafin ya author gak sempat up.
Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya biar author up lagi