
Kasih membiarkan suaminya itu mengeringkan rambutnya, walau kadang Arkan menjahili atau mencuri kecupan di pipinya. Lelaki itu seolah tak puas menggangu istrinya itu hingga sesi mengeringkan rambut lebih lambat dari biasanya.
"Selesai" Ucap Arkan mematikan pengering rambut kemudian menyimpannya di laci meja rias.
"Terimakasih sayang." Ucap Kasih kemudian berdiri dari tempat duduknya.
Arkan langsung memeluk sang istri dari belakang hingga mata keduanya bertemu pada pantulan cermin meja rias itu. Arkan tersenyum melihat sang pujaan hati yang pipinya kini merona karena malu dikarenakan gerakan tangannya yang mulai nakal mencari gumpalan sintal dibalik kimono yang di kenakan Kasih.
"Mas, tangannya jangan nakal." Ucap Kasih malu-malu.
"Mas ingin kamu sayang, kamu sudah janji tadi di restoran. Jangan pura-pura lupa sayang." Ucap Arkan mengingatkan istrinya, takut-takut Kasih lupa atau ingin cari-cari alasan.
__ADS_1
"Iya mas, aku ingat kok. Mas gak usah takut aku bakal melayani suamiku sepenuh hati malam ini. Tapi aku ingin melihat anak-anak sebentar mas, kamu mandi dulu biar bersih." Ucap Kasih membuat Arkan lesu seketika.
"Sekarang saja ya sayang, mas udah gak tahan." Bujuk lelaki itu.
"Gak bisa, mas mandi dulu. Aku mau ke kamar anak-anak sebentar. Kasih janji akan membuat mas bahagia dan tidak akan melupakan malam ini. Ucap Kasih dengan manja.
"Kamu janji ya sayang, jangan lama-lama di kamar anak-anak. Mas akan tagih janji kamu nanti, harus bisa membuat mas tidak melupakan malam ini." Ucap Arkan melepaskan pelukannya kemudian pergi memasuki kamar mandi.
"Selamat tidur, semoga mimpi indah Putri cantik mama." Ucap Kasih pelan kemudian keluar dari kamar itu, tak lupa ia mematikan lampu kamar sang putri dan menutup pintu dengan hati-hati.
Setelah dari kamar putrinya kini Kasih berjalan menuju kamar putra kecilnya yang terletak pas di samping kamarnya dan suami. Dengan pelan ia membuka pintu dan memasuki kamar itu dengan langkah kaki yang sangat hati-hati. Dipandanginya wajah lucu dan menggemaskan baby Ardy yang terlelap dengan nyenyak membuat Kasih semakin gemas dan ingin mencubit pipi gembul sang putra.
__ADS_1
"Selamat tidur dan semoga mimpi indah jagoan mama yang tampan, tidur yang nyenyak ya sayang." Bisik Kasih kepada putranya, tak lupa ia juga memberikan ciuman di kening dan pipi Baby Ardy dengan hati-hati.
Setelah itu baru Kasih kembali ke kamarnya dan akan mempersiapkan diri untuk menepati janjinya pada sang suami.
Wanita itu membuka pintu kamarnya, di tatapnya seluruh ruangan itu tapi tidak menemukan suaminya yang berarti laki-laki itu masih di kamar mandi. Kasih dengan cepat menganti bajunya dengan baju dinas malamnya agar Arkan semakin terpana melihat dirinya.
Walau rasa malu di hati Kasih masih ada karena dengan mudah lidahnya berkata akan membuat suaminya itu tidak melupakan malam ini, tapi demi keharmonisan rumah tangganya wanita itu menyingkirkan rasa malunya.
"Menyenangkan suami bisa dapat pahala, jadi apa salahnya memakai baju ini." ucap Kasih menatap dirinya di pantulan cermin.
Gimana mau lanjut gak, kalau mau jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya dulu baru author up lagi.
__ADS_1
🤭🤭🤭