Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 157 "Dijenguk mantan kakak ipar"


__ADS_3

Arkan masih terus mengecup bibir manis istrinya itu, tanpa peduli dengan rengekan Kasih yang takut aksi mereka di lihat orang lain. Dari balik pintu seseorang yang sedang berdiri merasakan sesak dan sakit di hatinya menyaksikan wanita yang masih di cintainya itu di cium lelaki lain.


Rasa sesak menyeruak dirasakan oleh Raka, lelaki itu bahkan meneteskan air mata saat melihat kemesraan mantan istrinya itu, ia merasa bodoh karena sudah menyia-nyiakan wanita seperti Kasih, kini Kasih sudah bahagia dengan kehidupan barunya bahkan Kasih sudah mencintai lelaki yang menjadi suaminya. Dulu cinta itu hanya untuknya, tapi hanya demi kesenangan sesaat ia menghancurkan rumah tangganya yang begitu harmonis. Andai waktu dapat di putar kembali, Raka pasti tidak akan melakukan hal bodoh itu.


Raka mengurungkan niatnya untuk menjenguk mantan istrinya itu, rasanya ia tak sanggup menghadapi Kasih setelah melihat apa yang barusan terjadi. Langkah kakinya perlahan menjauhi ruang rawat Kasih, dengan cepat ia meninggalkan rumah sakit itu dan kini ia sudah memacu mobilnya ke apartemen Anggun. Lelaki itu ingin menghilangkan kesedihannya dengan wanita itu, walau itu hanya sebentar saja tapi tak apa dari pada ia harus pulang dan bertemu dengan Sheila pasti hanya pertengkaran yang ia dapatkan.


Sebelum meninggalkan rumah sakit Raka sudah menghubungi Anggun memberitahu bahwa ia ingin berkunjung ke sana, Anggun dengan senang hati menunggu kedatangan Raka, lelaki yang bisa memuaskan nafsunya itu. Beruntung hari ini sugar Daddy Anggun sedang sibuk dengan istri sahnya jadi ia bisa leluasa dengan Raka.

__ADS_1


Sedangkan di rumah sakit kini Kasih sedang kedatangan tamu, Mantan Kakak ipar Kasih datang menjenguk Kasih setelah mengetahui dirinya kecelakaan. Dini dan Sari duduk di dekat ranjang Kasih sedangkan Rian, Riko dan Arkan duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Bahkan kedua lelaki itu sangat serius mendengar kronologi kecelakaan yang di alami mantan adik iparnya yang di ceritakan oleh Arkan, sedangkan para perempuan juga sibuk dengan pembicaraan mereka.


"Maaf ya dek baru hari ini bisa menjengukmu, kami tidak tahu kamu kecelakaan kalau bukan mama yang memberi tahu. Mama bilang kamu butuh donor darah, sampai mama bertanya golongan darah kita semua, tapi tidak lama mama mengabari kita kalau kamu sudah ada pendonor, kamu tahu siapa yang jadi pendonor itu?" Tanya Dini sembari meletakkan buah-buahan yang mereka bawakan untuk Kasih.


Mamanya Arkan memang menghubungi semua keluarga termasuk mantan mertua Kasih untuk menanyakan siapa tahu ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan Kasih waktu itu.


"Darimana si Raka Tahu kamu butuh darah Kas?" tanya Sari penasaran.

__ADS_1


"Mas Arkan bilang papa mertuaku mengumumkan bahwa aku butuh darah kepada seluruh karyawan mereka dan siapa yang bisa menyumbangkan darahnya akan di beri hadiah mbak, makanya mas Raka tahu." Ucap Kasih memberitahu.


"Oh.... berapa hadiahnya dek?" Tanya Sari yang mulai kepo.


"Sar kamu kepo bangat sih jadi orang." Tegur Dini yang tidak enak kepada Kasih.


" Aku penasaran mbak, pasti Raka mau mendonorkan darahnya karena tergiur dengan hadiah itu. Benarkan Kas?" tanya Sari.

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote, dan, hadiahnya, agar author lebih semangat dan rajin up-nya. Nanti author gak up pada nanya kenapa gak up, karena like,komen,vote atau hadiah dari kalian membuat author semakin semangat untuk up. terima Kasih


__ADS_2