Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 180 "Aku tidak peduli"


__ADS_3

"Mas tunggu sebentar, bukannya itu mas Raka?" Tanya Kasih menunjuk ke arah Raka.


"Ya, itu Raka. kamu mau menyapa dia sayang?" Tanya Arkan kepada sang istri.


Kasih menggelengkan kepalanya "Siapa wanita yang bersama dengan mas Raka. Sepertinya itu bukan Sheila deh mas. Apa jangan-jangan mas Raka punya wanita lain selain Sheila mas." Ucap Kasih penasaran.


"Mungkin temannya sayang, kita gak boleh asal nuduh. Nanti jadi fitnah sayang." Arkan memberitahu istrinya supaya tidak berburuk sangka kepada orang.


"Astaghfirullah, maafkan hamba ya Allah. Terimakasih mas, sudah di ingatkan. Ayo kita pulang." Ajak Kasih sambil mengandeng tangan suaminya.


"Kamu gak mau menyapa Raka, sekalian memastikan siapa wanita yang bersamanya itu?" Tanya Arkan yang sebenarnya penasaran siapa wanita yang ada bersama Raka itu.

__ADS_1


Arkan memang bukan kali pertama melihat Raka bersama wanita itu. Beberapa Minggu yang lalu, Arkan juga melihat Raka dengan wanita itu di sebuah Cafe ketika ia dan Rendy habis bertemu dengan rekan bisnisnya.


"Malas mas, ngapain aku capek-capek nanya, gak ada untungnya juga. Terserah mau itu temannya mas Raka atau selingkuhannya aku tidak peduli mas. Hubunganku dengan mas Raka hanya sebagai orang tua anak-anak mas. Selagi ia berlaku baik di depan anak-anak sudah cukup untukku, selebihnya aku no komen mas." Tutur Kasih.


Mendengar penuturan istrinya membuat Arkan bahagia, karena ternyata Kasih memang sudah tidak ada rasa lagi dengan mantan suaminya itu. Terbukti bahwa Kasih sudah tidak peduli dengan kehidupan mantan suaminya itu, Istrinya benar hanya anak-anak yang menjadikan Kasih harus tetap berhubungan dengan Raka.


"Terimakasih sayang, I love you." Ucap Arkan dengan senyum manisnya.


Arkan membawa Kasih memasuki mobil mereka, sepasang sejoli itu kini meninggalkan restoran dimana Raka dan Anggun sedang makan malam bersama. Arkan segera memacu mobilnya agar cepat sampai di rumah, jangan di tanya lagi kenapa lelaki itu ingin cepat sampai. karena jawabannya adalah Arkan sudah tidak sabar untuk menerkam istri cantiknya itu.


Sesampai di rumah Arkan dan Kasih langsung memasuki kamar mereka, ketika masuk tadi mereka hanya berpapasan dengan asisten rumah tangga dan mengajarkan kalau semuanya sudah ada di kamar masing-masing, jadi Arkan dan Kasih langsung masuk ke kamar mereka.

__ADS_1


Kasih langsung bergegas ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang sudah terasa lengket, sedangkan Arkan duduk di sofa kamarnya menunggu Kasih selesai memakai kamar mandi sembari mengistirahatkan tubuhnya sebentar.


Ceklek....


Arkan langsung menatap ke arah pintu kamar mandi Dimana sang istri tengah berdiri dengan kimono dan handuk yang membalut rambut basahnya. Lelaki itu terus memperhatikan langkah sang pujaan hati, hingga Kasih berdiri di depan meja riasnya.


Kasih mengeringkan rambutnya dengan handuk yang melilit di kepalanya, kadang wanita itu mengibaskan rambutnya sehingga membuat Arkan semakin terbakar gairah melihat gerakan-gerakan indah yang tidak disadari oleh istrinya.


Arkan yang tidak sabar langsung mendekati sang istri dan merebut pengering rambut yang ingin Kasih gunakan.


"Biarkan mas yang mengeringkan rambut indahmu ini sayang." Puji Arkan sembari melabuhkan kecupan di kepala sang istri yang membuat ia mencium wangi shampo yang Kasih pakai.

__ADS_1


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.


__ADS_2