Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 124 "Kembar"


__ADS_3

Hari ini Raka akan kembali ke Jakarta karena masa cutinya juga sudah habis, kedua orang tuanya juga ikut karena ingin mendampingi Raka untuk menghadiri sidang kasus pembunuhan yang di lakukan menantu mereka. Raka harus hadir karena lelaki itu sebagai saksi atas kasus tersebut.


Entah kenapa perasaan Raka tidak enak ingin kembali ke Jakarta, ia merasa akan terjadi sesuatu kepadanya.


Sesampai di Jakarta orang tua Raka menginap di rumah anak pertama mereka sedangkan Raka kembali ke apartemennya Sheila. Raka berencana akan segera pindah dari sana ia tidak ingin tinggal di sana karena itu adalah apartemen milik Sheila.


Setelah mengambil barang-barangnya, Raka pergi menuju rumah abangnya.


...*****...


Arkan dan Kasih sedang memeriksakan kandungan Kasih, keduanya sangat antusias ingin melihat perkembangan sang anak.


Kasih sudah berbaring dan sedang di periksa oleh Dokter.


"Janinnya sehat ya Bu, semuanya baik. Mereka berkembang dengan baik ya pak Bu." Ucap Dokter tersebut.


"Mereka....?" Tanya Arkan yang masih bingung.


"Iya pak, janin yang ada di dalam kandungan istri bapak lebih dari satu. Bapak akan mendapatkan bayi kembar." Jawab Dokter tersebut.


"Kembar Dok?" Tanya Arkan terkejut.

__ADS_1


"Iya pak, malah istri bapak sedang mengandung anak kembar tiga." Ucap Dokter sambil memperlihatkan kantung janin yang berjumlah tiga tersebut.


Arkan sangat bahagia mendengar apa yang di katakan Dokter, bahkan laki-laki itu menitihkan air matanya.


"Terima Kasih sayang, kamu memberiku hadiah yang sangat istimewa, aku mencintaimu" Ucap Arkan tak lupa mendaratkan kecupan di kening istrinya.


Tidak jauh beda dengan suaminya, Kasih juga menangis terharu mendengar kabar bahwa ia sedang mengandung bayi kembar. Tak lupa ia mengucap syukur kepada Allah SWT yang telah menitipkan anugerah terindah pada rahimnya.


Sesampai di rumah sepasang suami istri itu telah di tunggu kehadirannya oleh seluruh penghuni rumah yang tidak sabar mendengar hasil pemeriksaan menantu mereka.


"Bagaimana, apa semuanya baik-baik saja?" Tanya mama Risma dengan tidak sabaran.


"Risma, kamu itu tidak sabaran sekali. Biarkan cucu-cucuku duduk dulu baru kamu bertanya. Ayo kesini sayang, duduk di samping nenek." Ucap nenek Murni.


Kasih dan Arkan tersenyum melihat kelakuan keluarga mereka yang sangat antusias menunggu kehadiran anak mereka.


"Alhamdulillah sehat pa, kata Dokter cucu-cucu papa kuat dan sehat. Jadi papa tidak usah khawatir." Ucap Arkan.


"Alhamdulillah kalau begitu, papa jadi tenang." Ucap papa Arman yang tidak menyadari kode dari anaknya.


"Tunggu...." Teriak mama Risma.

__ADS_1


"Apaan sih mah teriak-teriak, mama kira kita semua budek." Tegur papa Arman yang terkejut dengan ulah sang istri.


Mama Risma tidak memperdulikan teguran dari suaminya, ia malah mendekati sang menantu dan mulai bertanya.


"Suami kamu bilang tadi cucu-cucu, berarti lebih dari satu. Apakah kamu sedang mengandung bayi kembar nak?" Tanya mama Risma penuh harap.


Kasih hanya tersenyum dan mengangguk membenarkan ucapan sang mertua.


Semuanya berteriak bahagia, terharu, senang , mama Risma langsung memeluk sang menantu kesayangannya itu, tak lupa ia mengucap terima kasih karena sudah memberikan kebahagiaan di keluarga mereka.


"Terima kasih nak." Ucap mama Risma dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Arkan juga ingin memberitahukan kepada semuanya bahwa Kasih mengandung bayi kembar tiga." Ucap Arkan dengan lantang.


Semuanya terkejut dengan apa yang di katakan Arkan barusan.


"Apa...."


"Haaaaaa"


"Alhamdulillah''

__ADS_1


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih


__ADS_2