Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 108 "Canggung"


__ADS_3

"Baik pak, aku akan menjaga dan menyayangi mereka." Jawab Arkan membalas pelukan mantan mertua istrinya itu. Semua keluarga bergantian mengucapkan selamat untu kedua mempelai, dan di lanjutkan acara menyantap hidangan yang di sediakan, sedangkan Kasih dan Arkan pergi meninggalkan tempat acara, mama Risma menyuruh mereka untuk beristirahat sebentar sebelum MUA datang untuk merias Kasih untuk acara resepsi nanti.


"Ma, Ardi dan Dara mana ma biar kamu bawa mereka ke kamar?" Tanya Kasih kepada ibu mertuanya.


"Kamu jangan khawatir sama anak-anak, Ardi dan Dara biar mama yang jaga, lagian Sarti juga kan bantuin mama jaga mereka. Kamu harus fokus sama acara pernikahanmu, biarkan mama dan papa yang menjaga mereka." Ucap mama Dewi yang mendengar pembicaraan Kasih dan mama Risma.


"Iya nak apa yang di bilang Bu Dewi benar, jangan khawatir dengan anak-anak, Bu Dewi dan pak Adi juga pasti rindu dengan cucu-cucunya." tambah mama Risma.


Walau dengan berat hati Kasih terpaksa menyetujuinya, Arkan mengandeng tangan Kasih meninggalkan ruangan tersebut yang membuat mama Risma tersenyum melihat kelakuan anaknya itu.

__ADS_1


Sesampai di kamar hotel, Arkan dan Kasih sama-sama merasa canggung karena untuk pertama kalinya mereka ada di dalam kamar yang sama dengan status yang kini menjadi suami dan istri.


"Aku mau ke kamar mandi dulu." ucap Arkan yang tidak tahu harus berbuat apa.


Kasih yang juga merasa canggung hanya menganggukkan kepalanya. Setelah melihat suaminya memasuki kamar mandi barulah Kasih membersihkan riasannya, Arkan yang sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi segera keluar dan duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya. Kasih yang ingin menganti pakaiannya segera pergi ke kamar mandi.


Melihat istrinya yang sudah hilang di balik pintu kamar mandi Arkan menghela napasnya secara kasir, ia tidak menyangka akan secanggung ini berada dalam kamar yang sama dengan Kasih "Waktu dulu dengan Rena gak seperti ini biasa saja, tapi kenapa dengan Kasih aku jadi gugup dan bodoh ya." Ucap Arkan berbicara sendiri.


Kasih hanya menurut dan duduk di tepi ranjang, ternyata pegawai hotel yang mengantarkan makanan untuk mereka.

__ADS_1


Kasih dan Arkan menikmati makan siang di dalam kamar dengan suasana hening hanya suara dentingan sendok yang terdengar. Setelah menyelesaikan makan siang, Arkan menyuruh Kasih untuk beristirahat sebentar sebelum MUA datang untuk meriasnya. Mendengar perintah sang suami, Kasih langsung menaiki tempat tidur untuk beristirahat sebentar begitu juga dengan Arkan membaringkan tubuhnya di samping sang istri dengan rasa gugupnya Arkan berusaha bersikap biasa saja agar Kasih tidak mengetahuinya.


Sedangkan keluarga Raka kini sedang menikmati hidangan yang tersedia sambil berbincang-bincang "Apa Raka di undang nanti di acara resepsi?" Tanya Riko penasaran.


"Sepertinya di undang, bukannya semua karyawan suaminya Kasih di undang, itu berarti Raka nanti datang." Jawab istrinya Sari.


"Kalau dia berani Datang itu namanya tidak tahu malu." Ucap Rian.


"Sudahlah biarkan dia berbuat semaunya, karena percuma kita menasehati dan mengingatkannya, tidak akan ada gunanya. Nanti kalau dia sudah dapat ganjaran atas perbuatannya. Dia akan sadar sendiri." Ucap papa Adi.

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih banyak


__ADS_2