
"Aku harap kamu menepati janji kamu Sheila, kamu tidak akan menuntut apapun dan membuka mulutmu tentang hubungan ini." Ucap Raka.
Sheila mengangguk tanda setuju, setelah itu Raka pergi dari apartemen Sheila.
...*****...
Sedangkan Kasih yang sudah tidak bisa tidur lagi melangkahkan kakinya meninggalkan kamar tidur mereka. Ia berjalan menuju ruang keluarga, ia menghidupkan televisi dan mulai menonton menghilangkan kebosanannya.
Tapi entah kenapa sejak tadi hatinya tidak tenang, jantungnya berdebar-debar, rasa gelisah memenuhi ruang hatinya.
"Ya Allah, kenapa aku merasa tidak tenang. Apa telah terjadi sesuatu, tolong lindungi keluargaku ya Allah." Ucap Kasih dalam hati.
Tanpa Kasih ketahui pernikahannya sudah dinodai oleh suaminya sendiri, dan kehancuran rumah tangga mereka seperti bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak.
Terdengar suara mobil di halaman menandakan kalau suaminya sudah datang, Kasih langsung membuka pintu menyambut suaminya datang, eh bukan suaminya lebih tepatnya sate yang di bawa Raka.
Raka yang terkejut ketika ingin membuka pintu tapi sang istri sudah terlebih dulu membukakan pintu untuknya.
__ADS_1
"Sayang kok kamu disini, kenapa gak nunggu mas di dalam saja" ucapnya sedikit gugup.
"Habis mas lama sih, aku sudah lapar mas mana sate pesananku? tanya kasih.
Raka langsung memberikan sate yang di bawanya, kemudian mereka menyantap sate tersebut kebetulan Raka membeli dua bungkus ia juga kelaparan setelah bergulat di ranjang dengan Sheila.
"Cepat bangat makannya mas, kayak orang habis mengerjakan sesuatu yang menguras tenaga saja." Ucap Kasih.
Raka yang kaget dengan ucapan istrinya, langsung terbatuk dengan sigap Kasih memberikan segelas air putih untuk suaminya.
Raka tersenyum mendengar ledekan istrinya "Ya laparlah sayang tadikan mas habis menyelesaikan pekerjaan kantor makanya lapar bangat." Bohong Raka.
"Emangnya tadi di cafe gak makan apa-apa?" Tanya Kasih.
"Kamu tahu sendiri sayang kalau lagi kerja mas gak akan bisa nyentuh makanan makanya tadi mas cuma pesan kopi saja." Bohong Raka lagi.
Raka yang menciptakan kebohongan baru untuk menutupi kebohongannya yang lain.
__ADS_1
Setelah menghabiskan makanannya Raka langsung pamit untuk mandi.
"Bukannya mas tadi sudah mandi, kok mandi lagi? tanya Kasih.
"Mas berkeringat sayang, gerah jadi pengen mandi lagi." ucap Raka segera berlalu meninggalkan Raka.
Sedangkan Kasih masih heran dengan sikap suaminya yang terlihat seperti gugup, apalagi suaminya mengatakan dia berkeringat dan merasa gerah padahal cuaca sedang dingin di tambah lagi hujan petir.
Tak mau berpikiran negatif kepada suaminya ia langsung melanjutkan kegiatannya menonton drama Korea favoritnya.
Raka yang sudah selesai membersihkan diri langsung mendatangi istrinya yang sedang asyik dengan tontonannya. Raka membaringkan kepalanya di pangkuan Kasih, kemudian mencium perut Kasih dengan lembut tapi tak membuat Kasih terganggu sama sekali.
"Serius amat nontonnya sayang, sampai aku di cuekin. Emang lagi nonton apa?" tanya Raka sambil terus menciumi perut istrinya.
"lagi nonton drama Korea tentang perselingkuhan mas, aku sampe greget liat kelakuan suaminya, pintar amat aktingnya. padahal dia selingkuh." Jawab Kasih yang membuat Raka berhenti menciumi perut istrinya karena terkejut.
"Dasar laki-laki bodoh rela membuang berlian demi mendapatkan batu krikil.Kenapa sih Zaman sekarang banyak laki-laki yang selingkuh. Awas ya mas kalau kamu selingkuh gak ada ampun untuk kamu" Ancam Kasih.
__ADS_1