Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 189 "Pertanyaan keramat"


__ADS_3

"Kamu kenapa sayang, kenapa lihat papa seperti itu?" Tanya Arkan yang heran melihat Dara yang mengkerutkan keningnya.


"Papa gak kedinginan tidur cuma pakai celana pendek seperti itu. Kata mama kita gak boleh tidur tidak pakai baju nanti sakit." Ucap Dara.


Arkan melotot dan langsung melihat penampilannya. Ternyata apa yang di katakan putrinya itu benar kalau dirinya hanya menggunakan boxer saja. Tadi Arkan langsung turun dari ranjang dan tidak mengingat kalau dirinya hanya menggunakan boxer saja.


Tadi malam setelah selesai memadu kasih dengan sang istri, Arkan hanya menggunakan boxernya saja dan tidur kembali.


"Astaga, bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan kepada Dara. Untung tadi malam aku sempat memakai boxer kalau tidak pasti sekarang Dara akan melihat papanya bugil. Oh tuhan terima kasih telah menyelamatkanku. Setidaknya mata putriku tidak ternoda dan hamba terhindar dari rasa malu." monolog Arkan dalam hatinya.


Arkan mendekati Dara yang masih duduk di ranjang sembari memberikan senyuman kepada putrinya itu. Arkan masih sibuk memikirkan jawaban yang akan ia berikan kepada bocah kecil itu.


"Sayang, tadi malam papa kepanasan makanya papa tidurnya tidak pakai baju." Ucap Arkan mengelus kepala sang anak.


"Bukannya di kamar papa dan mama ada pendingin ruangan." Ucap Dara sambil menunjuk ke arah pendingin ruangan.

__ADS_1


"Astaga ya Allah, kenapa anakku ini pintar sekali." Guman Arkan sembari memikirkan jawaban yang akan di berikan kepada Dara.


"Tadi malam pendingin ruangan di kamar papa rusak makanya jadi panas sayang." Bohong Arkan.


"Oh.... begitu ya pa. Terus kenapa dada papa merah-merah begini?" Tanya Dara sembari menyentuh dada Arkan yang terdapat bekas kissmark sang istri.


Arkan melihat ke dadanya yang sudah di sentuh Dara. laki-laki itu menelan ludahnya kasar. Terlihat jelas di sana ada tanda cinta yang di berikan sang istri tadi malam. Arkan kembali memejamkan matanya sembari memutar otaknya agar dapat memberikan jawaban kepada putrinya.


"Ehmmm.... itu bekas di gigit nyamuk sayang." Jawab Arkan yang sudah pusing dengan pertanyaan putrinya.


"Astaga mati aku, ternyata Dara masih ingat kejadian itu. Ingatan Dara memang kuat, ya tuhan beginilah resiko punya anak terlalu pintar." Guman Arkan menghela napasnya.


"Sekarang darah papa sudah manis makanya nyamuknya gigit papa juga sayang." Jawab Raka.


Ceklek....

__ADS_1


Ayah dan anak itu segera melihat ke arah kamar mandi karena mendengar suara pintu terbuka dan benar saja tampak sesosok yang mereka tunggu tengah berdiri sembari merapikan handuk yang menutupi rambut basahnya.


Arkan mengucap syukur dengan kedatangan sang istri. Semoga putrinya tidak bertanya hal aneh lagi.


"Mama..." panggil Dara.


"Iya sayang, kenapa pagi-pagi sudah ada di sini?" tanya Kasih kemudian memangku putrinya.


"Di suruh nenek, karena papa dan mama lama turunnya. Semuanya sudah menunggu mama dan papa untuk sarapan." Tutur Dara sembari memeluk mamanya.


"Astaga, mas cepat sana mandi. Kita sudah di tunggu sama semua orang. Kasian kan papa,mama dan nenek menunggu kita terlalu lama." Suruh Kasih yang marah melihat suaminya masih santai duduk di ranjang mereka.


Padahal Kasih tidak tahu kalau suaminya itu baru selesai di introgasi putrinya.


Baru saja mulut Arkan ingin menjawab sang istri tiba-tiba pertanyaan keramat kembali keluar dari mulut Dara.

__ADS_1


Gimana author sudah up 3 bab nih. Kalau like, komentar, vote, dan hadiahnya ramai. Author up lagi deh...


__ADS_2