
Raka yang sudah mendapatkan kenikmatan tersebut langsung berbaring di samping Sheila, memejamkan matanya menikmati sisa-sisa percintaan yang baru saja mereka lalui.
Tak jauh beda Sheila juga sedang berbaring dan mengatur napasnya, dia tidak menyangka bahwa Raka sangat hebat dalam urusan ranjang, bahkan dari semua laki-laki yang pernah tidur dengannya tidak ada yang sehebat Raka.
Sheila tersenyum bahagia karena ia sudah dapat memiliki Raka, tiba-tiba ponsel Raka berdering.
Raka langsung mengambil ponselnya didalam saku celananya yang tergeletak di lantai.
Ketika melihat siapa yang menelponnya wajahnya langsung terlihat panik.
Raka mengangkat panggilan tersebut dan berusaha menetralkan detak jantungnya sembari mengisyaratkan kepada Sheila untuk tidak bersuara dan Sheila menganggukkan kepalanya.
"Halo sayang, kenapa menelponku, apa kamu terbangun?" tanya Raka.
"Iya mas, mas dimana sekarang? tanya Kasih.
"Mas lagi menyelesaikan pekerjaan mas soalnya gak bisa di tunda sayang, besok harus selesai." Jawab Raka.
__ADS_1
"Aku tau mas lagi ada kerjaan, tapi sekarang mas posisinya di mana?" tanya Kasih yang membuat jantung Raka hampir copot.
"Ini masih di cafe sa sayang." Ucap raka tergagap.
"Kok mas jawabnya seperti ragu-ragu sih, mas gak bohongkan sama aku?" tanya Kasih.
"Ya gak dong sayang, mana mungkin mas bohong, ini sebentar lagi mas mau balik kok kamu gak nitip sesuatu. Barangkali anak kita lagi pengen sesuatu." Jawab Raka mengalihkan pembicaraan mereka.
"Aku pengen sate mas" ucap Kasih.
"Ya sudah nanti mas bawakan, sebentar lagi mas pulang."Jawab Raka.
"I love you too sayang" Balas Raka.
Sedangkan Sheila yang sudah terduduk di ranjang dengan selimut yang ia lilitkan di tubuh putihnya tersenyum miring mendengar Raka yang membalas kata cinta istrinya.
Raka yang sudah mematikan panggilan Kasih melihat Sheila tersenyum tapi seperti sedang mengejek dirinya ia segera bertanya "Kenapa senyum-senyum, apa ada yang lucu?" tanya Raka.
__ADS_1
"Kamu yang lucu mas, membalas kata cinta istrimu tapi baru saja selesai memadu kasih dengan selingkuhannya." Ucap Sheila dengan nada mengejek.
"Kita bukan memadu Kasih tapi saling membutuhkan, cintaku hanya milik Kasih kamu cuma sebagai pemuas bagiku." Balas Raka menohok hati Sheila.
Sedangkan Sheila hanya bisa terdiam dengan hati yang hancur, tangannya sudah terkepal dibawah selimut dalam hati ia berjanji akan membuat Raka melupakan istrinya tersebut dan dia yang akan menjadi ratu di hati Raka.
Raka bergegas memakai pakaiannya kembali, ia tidak mau istrinya curiga padanya.
"Sheila biar aku saja yang menyelesaikan laporan keuangan itu, aku tidak mau lama-lama disini, bisa-bisa istriku curiga nanti." Tutur Raka.
"Tidak perlu mas, aku sudah menyelesaikannya." Ucap Sheila.
Raka yang terkejut, langsung menatap tajam Sheila.
"Jadi kamu menipuku agar mau datang kesini?"
" Tidak usah berlagak dirugikan mas, kamu juga untung datang kesini. Kamu bisa menyalurkan hasratmu yang tidak bisa diberikan istri tercintamu itu" Jawab Sheila yang sudah sakit hati dengan ucapan Raka.
__ADS_1
"Jaga ucapanmu, istriku bukan tidak bisa melayaniku tapi ada anak kami yang sedang ia jaga didalam rahimnya, jangan merasa hebat daripada istriku, dia jauh lebih sempurna di banding kamu. Istriku dapat menjaga kehormatannya sampai kami menikah, sedangkan kamu, aku gak tau sudah berapa banyak lelaki yang sudah mencicipi tubuhmu ini." Ucap Raka.