
Kini Arkan telah duduk di meja akad berhadapan dengan abangnya Kasih yang akan menikahkan mereka. Sedangkan Dini dan Sari sedang menjemput Kasih ke kamar hotel tempat ia di rias.
Kasih memasuki tempat akad dilaksanakan dengan di apit kedua mantan Kakak iparnya Dini dan Sari, perasaan gugup semakin bertambah ketika kakinya melangkah mendekati meja akad, apalagi semenjak memasuki ruangan tersebut semua mata tertuju kepadanya. Semua tamu undangan terpana dengan kecantikan pengantin yang sedang berjalan di hadapan mereka, tak terkecuali Arkan yang terus memandang calon istrinya itu tanpa berkedip, tanpa sadar Kasih kini sudah duduk di sampingnya.
Penghulu yang melihat pengantin pria masih asyik menatap pengantin wanita berusaha menyadarkan Arkan "kepada pengantin pria bisa kita mulai akad nikahnya?" tanya beliau yang tidak di jawab Arkan.
__ADS_1
Melihat anaknya yang terpana dengan kecantikan calon menantunya sampai-sampai tidak mendengar pertanyaan pak penghulu, membuat papa Arman menyadarkan anaknya dengan cara menepuk pundaknya yang membuat Arkan tersadar "Papa tahu kamu terpesona dengan kecantikan Kasih, tapi selesaikan dulu akadnya baru kamu pandangi dia sepuasnya, kalau sudah sah jangankan di pandang di pegang juga sudah halal." Goda papa Arman yang membuat tamu undangan tertawa sedangkan Arkan dan Kasih merasa malu bahkan telinga Arkan sampai merah.
Akad nikah Arkan dan Kasih berjalan dengan lancar, Arkan hanya butuh satu kali mengucapkan akad tersebut dan di sahkan para saksi yang membuat kini wanita yang duduk di sampingnya itu telah resmi menjadi istrinya. Nenek Murni dan mama Risma meneteskan air mata bahagia menyaksikan Arkan yang lancar mengucapkan akad nikah tersebut sedangkan mama Dewi juga meneteskan air matanya karena Kasih menantu kesayangannya sudah menjadi menantu orang lain, hatinya begitu sakit melepaskan Kasih memulai hidup baru dengan keluarga baru, ia masih tidak habis pikir dengan putranya yang bisa melepaskan wanita seperti Kasih demi wanita murahan itu. Melihat istrinya meneteskan air mata papa Adi menggenggam tangan mama Dewi mencoba menguatkan melalui genggaman tersebut walau ia juga mencoba untuk kuat dan tidak meneteskan air matanya.
Masih teringat jelas betapa bahagianya ketika ia menyaksikan putranya mengucapkan ijab kabul untuk memperistri mantan menantunya itu, tapi ia harus rela dan ikhlas melepas menantu kesayangannya itu untuk menjemput bahagianya karena putra mereka sudah menorehkan luka yang begitu dalam.
__ADS_1
Kini Arkan dan Kasih sedang menerima ucapan selamat dari keluarga dan kini tiba keluarga Raka yang akan mengucapkan selamat untuk mempelai pengantin.
"Selamat ya nak, semoga kamu bahagia dengan pernikahanmu ini, jangan lupakan mama ya nak." Ucap mama Dewi yang sudah menangis memeluk Kasih.
"Iya ma, terima Kasih sudah merestui pernikahan kami ma, Kasih memang bukan lagi menantu mama tapi seperti yang mama bilang Kasih adalah putri mama, jadi mana ada seorang anak yang akan lupa dengan orangtuanya." Ucap Kasih sembari menghapus air mata mantan mertuanya itu.
__ADS_1
"Jaga dan sayangi putri dan cucu kami, jangan ulangi kesalahan anak kami. BapAk percaya kamu nak." Ucap papa Adi memeluk Arkan.
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih banyak teman-teman.