Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 184"Terbang bersama"


__ADS_3

Arkan mulai melucuti lingerie yang di kenakan Kasih, pria itu semakin bergairah kala melihat tubuh polos sang istri. Tatapan Arkan semakin dalam, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan malam ini. Apalagi istrinya sudah berusaha tampil sempurna untuknya.


Mereka saling menyesap, menciptakan surga mereka sendiri. Kasih berusaha membalas setiap sentuhan yang di berikan sang suami, wanita itu juga ingin membuat suaminya merasa puas dengannya.


"Aku menginginkanmu sayang." Ucap Arkan memberikan kecupan dileher Kasih, membuat wanita itu terbakar gairah yang membara.


"Ahhh"


Kasih meleguh di saat Arkan menyusuri leher jenjangnya, entah kenapa malam ini terasa lebih indah dari pada malam yang sudah mereka lewati.


"Lakukanlah mas, aku akan melayanimu malam ini. Aku milikmu seutuhnya sayang." Ucap Kasih.


Tak ingin berlama-lama, Arkan segera memulai penyatuan mereka dengan sangat pelan dan lembut, seolah laki-laki itu tidak ingin membuat sang istri tidak nyaman.


Kasih menerima penyatuan yang di lakukan laki-laki yang kini bertahtah di hatinya itu dengan tarikan nafas yang dalam menikmati apa yang di berikan suaminya itu. Kasih juga bertingkah agresif malam ini, seolah ingin membuat sang suami puas.


Berusaha mengimbangi Arkan, membalas bahkan melakukan perlawanan membuat Arkan semakin bergairah.

__ADS_1


Sesekali mata keduanya terpejam menikmati permainan yang membawa keduanya terbang melayang tinggi ke langit cinta.


Tak ketinggalan suara-suara indah mengisi ruangan itu, menjadi saksi dua insan manusia yang memadu kasih dalam hangatnya ikatan suci yang dlandasi dengan cinta dan kasih sayang.


Suara desah** keduanya saling bersahutan menandakan betapa panasnya kegiatan yang sedang berlangsung di atas ranjang tersebut.


Arkan tersenyum bahagia kala melihat istrinya mendes*h nikmat di bawah kukungannya, walau sudah melahirkan dua anak tapi Kasih masih saja bisa membawanya terbang tinggi.


Bahkan Arkan sudah mencoba berbagai gaya sehingga kenikmatan yang mereka dapatkan semakin berkali-kali lipat.


Melihat sang istri seperti ingin mencapai puncaknya, Arkan mempercepan tempo permainan agar bisa sama-sama mencapai puncak kenikmatan itu.


Hingga tak butuh waktu lama keduanya merasakan gelombang cinta itu akan datang, Arkan semakin semangat menambah tempo permainan.


"Akhhh.... ssssttt. Kasih aku mencintaimu sayang." Ucap Arkan dengan napas tidak beraturan.


"Akhhhhhh... Aku juga mas" Balas Kasih dengan wajah yang bahagia.

__ADS_1


Kali ini Arkan tidak salah menyebutkan nama lagi, karena hatinya kini sudah di penuhi oleh perempuan yang bernama Kasih.


Arkan menyatukan keningnya dengan sang istri, keduanya mengatur napas yang masih tidak beraturan sembari menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja mereka lewati.


Cup...


Cup...


Arkan memberikan kecupan di bibir dan kening Kasih kemudian laki-laki itu tak lupa mengucapkan kata-kata yang membuat Kasih terharu.


"Terima kasih istriku, sudah membuat mas bahagia malam ini. I love you." Ucap Arkan kemudian melepaskan penyatuan mereka, menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka dan berbaring di samping Kasih.


"Sudah kewajibanku untuk melayani suamiku mas." Jawab Kasih yang sudah memeluk suaminya.


Wanita itu bahkan sudah menempel di dada bidang Arkan, menghirup wangi tubuh suaminya. Keduanya bahkan sedang berbincang sembari menghilangkan rasa lelah akibat kegiatan yang baru selesai itu.


Tiba-tiba Kasih teringat sesuatu dan langsung beranjak dari ranjang.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?" tanya Arkan yang sedikit heran dengan istrinya.


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman


__ADS_2