
"Halo, Sheila apa kabar?" Sapa Kasih dengan ramah.
Sheila terkejut dengan sapaan wanita yang kini sudah ada di hadapannya itu, tak menyangka ia akan di perlakukan dengan baik oleh Kasih. Mengingat apa yang sudah ia lakukan kepada wanita itu, rasanya tidak pantas ia mendapatkan perlakuan seperti itu.
"A...aaku baik mbak" Ucap Sheila terbata.
"Syukurlah, kamu harus tetap sehat karena kamu sedang mengandung." Ucap Kasih dengan tulus.
"Kenapa mbak mau repot-repot datang ke sini. Apa mbak mau membicarakan kasus kita?" Tanya Sheila langsung.
"Ya... kami datang menemui kamu untuk membicarakan kasusmu. Kamu harus bersyukur karena wanita yang sudah kau sakiti ini hatinya sangat tulus. Tulus memaafkan semua kesalahanmu, sampai-sampai dengan suka rela mencabut tuntutan terhadapmu karena kasihan melihat kamu dan anak yang kamu kandung!" Seru Arkan menjawab pertanyaan Sheila.
__ADS_1
Sheila terkejut dengan semua yang di ucapkan Arkan, ia bahkan tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Sehingga membuat ia bertanya sekali lagi.
"Maksud bapak?" tanya Sheila.
"Kasus kamu di cabut, istri saya memaafkan kamu. Berterima kasihlah kepada istri saya karena dia, saya tidak jadi memperpanjang masalah ini." Arkan memperjelas ucapannya.
Air mata Sheila berjatuhan setelah mendengar semua apa yang di katakan mantan atasannya itu, ia tidak menyangka kalau Kasih berbesar hati memaafkan kesalahannya dan tidak menuntutnya sehingga hukumannya tidak bertambah.
"Jangan berterima kasih kepadaku, kalau bukan karena istriku yang meminta, aku akan melanjutkan kasus ini. Berterima kasihlah kepada istriku." Suruh Arkan.
Kasih menyenggol lengan suaminya, agar tidak terlalu kasar berbicara kepada Sheila. Sheila hanya menganggukkan kepalanya, wanita itu masih tidak mampu untuk berbicara karena rasa terharu dan bahagia dengan kabar tersebut.
__ADS_1
Sheila menatap wanita yang sedang tersenyum di depannya, tanpa aba-aba ia langsung bersimpuh di kaki Kasih. Sheila menangis meminta maaf atas segala kesalahan yang ia lakukan kepada Kasih.
"Mbak maafkan aku yang penuh dosa ini, maafkan aku yang telah hadir di dalam kehidupan mbak, aku jahat karena sudah merusak rumah tangga mbak. Maafkan aku yang membuat mbak terluka, aku sudah mendapatkan semua balasan atas apa yang aku perbuat mbak. Aku memang tidak pantas memohon maaf pada mbak, terlalu banyak kesalahan dan dosa yang aku torehkan untuk mbak dan anak-anak." Tangis Sheila tersedu-sedu.
Wanita itu betul-betul sudah sadar dan bertaubat, sekarang ia hanya ingin mendapat maaf dari wanita yang sudah ia lukai hatinya. Kasih segera menyuruh Sheila untuk berdiri, ia merasa iba melihat Sheila, wanita itu terlihat sangat menyesali perbuatannya.
"Sudah sudah, jangan begitu. Tak ada manusia yang sempurna, semua pasti pernah melakukan kesalahan. Syukurlah sekarang kamu sudah bertaubat. Aku sudah memaafkan kamu, Allah saja maha pemaaf masa mbak tidak. Berjanjilah untuk menjadi wanita yang baik kedepannya, jadilah wanita yang kuat. Kamu pasti bisa menghadapi semua ini." Ucap Kasih memberi nasehat dan penyemangat.
Sheila langsung memeluk Kasih, ia sangat bersyukur karena Kasih sudah memaafkannya, rasanya sangat lega kala kata maaf itu ia dengar langsung. Keduanya menangis sambil berpelukan. Saling memaafkan dan berlapang dada ada pilihan terbaik bagi Kasih.
" Oh iya, mbak hampir lupa. Ini mbak bawakan makanan untuk kamu, dan ini buku supaya kamu tidak terlalu bosan di dalam, semoga membantu ya." Ucap Kasih memberi barang yang ia bawa tadi.
__ADS_1
"Lanjut lagi? jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya ya."