Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 168 "Mencintaimu jauh lebih indah"


__ADS_3

Arkan membuka pintu ruang rawat sang istri, netranya langsung menatap sang pujaan hati yang sedang duduk di ranjangnya sedang memainkan ponselnya. Sedangkan Kasih yang menyadari kedatangan suaminya langsung tersenyum melihat lelaki tampan itu mulai mendekat kearahnya di ikuti sang asisten di belakang Arkan.


"Mas, cepat sekali pulangnya. Apa kerjaan mas sudah selesai?" Tanya Kasih.


Arkan mengangguk dan memberikan Kasih bunga mawar merah yang sedari tadi ia sembunyikan di balik badannya.


"Wah.... cantik sekali mas, untukku?" tanya wanita itu dengan polos.


"Ya sayang, untuk istri tercintaku."


"Terima Kasih mas, indah sekali aku suka." Ucap Kasih dengan wajah yang gembira.


"Syukur kalau kamu suka, Jangan terlalu memuji bunga itu sayang Karena ada yang lebih indah dari bunga itu." Sela Arkan.


"Apa?" Tanya Kasih penasaran.

__ADS_1


"Kamu, bagiku mencintaimu jauh lebih indah sayang." Ucap Arkan mulai mengeluarkan jurus gombalnya


Plaakk....


Tiba-tiba mama Risma menggeplak kepala putranya yang sangat narsis bin lebay itu.


"Apaan sih ma, main nampol orang, mama lupa kalau aku satu-satunya anak mama." Kesal Arkan.


"Lagian kamu setiap ketemu Kasih selalu saja menggombal, lama-lama Kasih mual tau gak dengarin gombalan kamu itu."


"Sudah-sudah jangan ribut ini rumah sakit, Risma sebaiknya kita pulang, sudah sore nanti Dara nangis. Arkan sudah pulang biar dia yang jaga istrinya." Ajak nenek Murni.


Setelah mama dan neneknya pergi, kini tinggal Arkan, Kasih dan Rendy di ruangan tersebut. Arkan bahkan kini sedang menyuapi sate Padang yang tadi dibawanya sedangkan Rendy duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut sibuk dengan ponselnya. Rendy memang sengaja menyibukkan diri dengan ponselnya karena tidak ingin seperti obat nyamuk untuk sepasang suami istri yang ada di hadapannya itu.


"Mas, Rendy kenapa masih di sini. Apa kalian masih ada kerjaan yang belum selesai?" tanya Kasih.

__ADS_1


"Semua kerjaan sudah selesai sayang, mas memang menyuruhnya tetap di sini karena takut kamu ingin sesuatu jadi biar Rendy bisa segera mencari apa yang kamu mau." Jelas Arkan.


"Astaga mas, kamu jahat sekali. Suruh Rendy pulang aku sudah tidak ingin apa-apa lagi, apa mas gak Kasihan." ucap Kasih mau tak mau Arkan kini menyuruh Rendy untuk pulang.


...*****...


Kini Raka sedang berada di apartemen Anggun, lelaki itu sudah menghabiskan beberapa puntung rokok untuk menghilangkan sedikit beban pikirannya. Bahkan lelaki itu sudah menceritakan perihal kehamilan Sheila.


Lelaki itu langsung menuju apartemen Anggun setelah jam kerja usai, tak lupa Raka menghubungi wanita itu tentang kedatangannya. Beruntung Anggun sedang ada di Apartemen dan dengan senang hati menerima kedatangan laki-laki yang selalu membuatnya menjerit nikmat di atas ranjang.


Terbukti setelah Anggun membukakan pintu untuknya, tanpa aba-aba laki-laki itu menyerang Anggun dan langsung membawa wanita itu keatas ranjang untuk menuntaskan birahinya sekaligus membuat wanita yang ada di bawahnya itu melayang tinggi akibat hentakan yang ia berikan.


Setelah selesai dengan kegiatan panas mereka barulah Raka menghidupkan rokok untuk mengurangi beban yang membuat otaknya hampir pecah. Melihat Raka yang uring-uringan membuat Anggun penasaran dan bertanya apa yang sudah terjadi.


"Sheila hamil, aku tidak bisa bercerai dengannya." Begitulah kata-kata yang diucapkan Raka.

__ADS_1


Like, komentar, vote, dan, hadiahnya, agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih.


__ADS_2