Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 219 " Berita pagi"


__ADS_3

Apartemen Anggun di kerumuni orang, beberapa penghuni apartemen datang untuk melihat apa yang terjadi. Terdengar suara-suara sumbang mencaci maki perbuatan Raka dan Anggun.


"Oh jadi mereka tertangkap basah sedang selingkuh. Sadis juga istrinya, tapi kenapa cuma perempuannya saja yang di habisi. Harusnya suaminya juga juga di bunuh. Jadi cowok gatal bangat sudah punya istri masih suka celap celup sana sini." Ucap salah satu penghuni apartemen.


Raka hanya tertunduk saat dibawa polisi ia merasa malu apalagi saat mendengar cacian dari orang-orang yang berada disitu. Sedangkan Sheila hanya diam membisu, wanita itu sempat histeris setelah sadar atas apa yang sudah ia lakukan tadi. kini wanita hamil itu hanya dapat meratapi nasibnya, semuanya telah hancur akibat emosi sesaatnya.


Sheila dan Raka dibawa polisi, pengantar makanan tadi juga dibawa sebagai saksi. Sedangkan mayat anggun dibawa ke rumah sakit untuk di otopsi. Raka kini sedang berhadapan dengan seorang polisi yang tidak lain adalah abangnya. Ryan tidak menyangka bertemu dengan saudaranya dalam keadaan seperti ini. Ryan ikut mengamankan Sheila dan Raka dari apartemen setelah mendapatkan telepon dari pihak keamanan apartemen tersebut.


"Kenapa kamu ulangi lagi?" Tanya Ryan.

__ADS_1


Raka hanya diam dan tertunduk tidak berani menatap sang kakak yang terlihat marah kepadanya.


"Jawab sialan, jangan diam saja. Jangan jadi pengecut." Bentak Ryan.


Laki-laki itu sangat kecewa dengan kelakuan sang adik, apalagi kali ini berurusan dengan hukum. Walau setelah bercerai dengan Kasih hubungan mereka tidak baik, tapi jauh di lubuk hatinya ia masih menyayangi adiknya itu. Terdengar isak tangis Raka, dengan takut ia mulai bersuara "maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.


"Maaf katamu , apa dengan kata maaf kamu bisa membalikkan keadaan seperti semula. Kenapa kamu tidak belajar dari kesalahanmu dulu. Bukannya kamu sangat tergila-gila dengan wanita yang menjadi istrimu itu. Tetapi kenapa kamu bisa bersama perempuan lain di dalam apartemen itu?" Tanya Ryan kembali.


"Tapi bukan begini caranya Raka, lihatlah akibat ulah kamu nyawa orang melayang dan istri kamu jadi seorang pembunuh. Apalagi tadi saat di periksa ternyata istrimu sedang hamil. apa kamu tidak Kasihan dengan nasib anakmu yang akan ikut dengan ibunya di penjara selama dalam kandungan. Papa dan mama juga pasti sedih dan kecewa jika mengetahui kelakuanmu ini.

__ADS_1


...*****...


Pagi hari di rumah sakit, Arkan sedang menyuapi kasih sarapan. Laki-laki itu dengan telaten merawat sang istri, Kasih merasa bahagia dimanja dan di rawat sang suami. Kasih menikmati sarapannya sembari menonton acara berita di televisi.


Sepasang suami istri itu terkejut dengan berita pagi ini.


"Astaghfirullah mas, Sheila membunuh seorang wanita yang diduga selingkuhan mas Raka. Astaga ternyata mas Raka masih belum berubah, aku tidak habis pikir dengan kelakuannya mas." Ucap Kasih yang masih tidak menyangka atas apa yang terjadi kepada Sheila dan Raka.


"Sudah tidak usah terlalu di pikirkan, ingat kamu tidak boleh terlalu banyak pikiran. Mungkin ini adalah karma untuk mereka." Ucap Arkan yang tidak mau istrinya terlalu memikirkan kasus mantan suaminya itu.

__ADS_1


Yang menanyakan kenapa Raka tidak dapat karma? Diharap bersabar ya, Pasti dapat kok. tunggu saja tanggal mainnya.


__ADS_2