Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 171 "Berdamai dengan masa lalu


__ADS_3

Arkan meraih tangan Kasih, di kecupnya kedua tangan mungil itu "Mas berjanji tidak akan pernah menduakanmu, hanya ada kamu dan hanya kamu pemilik hati ini." Ucap Arkan.


"Walau nanti Kasih tidak cantik lagi, atau mas bertemu dengan wanita yang lebih cantik, muda dan seksi, apa mas tidak akan tergoda?" tanya Kasih penuh selidik.


"Hanya laki-laki bodoh yang mau melepas wanita seperti dirimu, beruntung mas bertemu denganmu sayang. Seharusnya aku berterima Kasih kepada mantan suamimu itu karena ia sudah melepas bidadari tak bersayap seperti dirimu. Aku adalah lelaki yang beruntung memilikimu walaupun akan datang wanita yang menggodaku aku tidak akan tergoda karena aku sudah memiliki kamu sayang. Sudah cantik, seksi, sayang keluarga, keibuan ,pintar masak,dan satu lagi...." Ucap Arkan menggantung.


"Apa?" Tanya Kasih penasaran.


"Pintar di ranjang." Bisik Arkan di telinga Kasih.


"Mas Arkan, ih... kenapa selalu mesum." teriak Kasih memukul dada suaminya.


Mendapati pukulan dari istrinya membuat Arkan tertawa terbahak-bahak, ia meraih tubuh sang istri kedalam pelukannya tak peduli dengan rengekan Kasih yang meminta di lepaskan.

__ADS_1


"Sayang jangan banyak bergerak, kamu membangunkan sesuatu di bawah sana. Jangan menggodaku kamu belum sembuh total, nanti mas ingin tapi lawannya belum bisa di ajak tanding." Goda Arkan lagi.


"Mas Arkan sudah jangan mesum, aku malu." Pinta Kasih yang sudah merona.


"Mesum sama istri sendiri tidak masalah sayang, asal jangan mesum sama tetangga."


"Awas saja kalau berani," ancam Kasih.


"Sekarang istriku sudah cantik dan wangi, sekarang giliran mas yang mandi. Mau tunggu di ranjang atau di sofa sambil menonton televisi?" Tanya Arkan yang baru selesai menyisir rambut Kasih.


"Aku mau di ranjang saja mas, sambil istirahat ." Jawab Kasih.


Arkan langsung menggendong Kasih dan mendudukkannya di ranjang, tak lupa ia menyusun beberapa bantal di belakang Kasih agar istrinya merasa nyaman, setelah itu barulah ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah Arkan memasuki kamar mandi, wanita itu kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar, di tatapnya satu persatu isi kamar tersebut, semuanya sudah berbeda. Semua barang-barang almarhumah Rena sudah tidak ada, foto-foto almarhumah Rena juga sudah berganti dengan foto pernikahan mereka dan foto keluarga kecilnya, ranjang lemari wallpaper dinding sofa meja rias bahkan tirai pun sudah di ganti dengan yang baru. Kini hanya ada barang-barangnya dan suami di dalam kamar itu.


Kasih tersenyum bahagia karena kini suaminya sudah benar-benar berubah dan membuktikan kalau ia sudah menerima Kasih.


"Mas Arkan memang sudah berdamai dengan masa lalu, semoga ini menjadi awal yang baik untuk keluarga kecilku ya Allah. Kuatkanlah cinta kami, jangan biarkan ada yang memisahkan kamu kecuali maut ya Allah. Jagalah keluargaku ya Allah." ucap Kasih berdoa di dalam hati.


Arkan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan di pinggangnya, lelaki itu sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, pemandangan yang sang menggoda iman dimana tubuh Arkan yang berotot sangat menggoda iman, Kasih sampai terpana melihat indahnya tubuh sang suami, terlihat jelas otot-otot perut Arkan yang kotak-kotak menambah kesan sexy pada sang suami.


"Sayang, mingkem dulu nanti ilernya jatuh."


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author up lagi.


Mumpung anakku anteng makanya bisa cepat up.

__ADS_1


__ADS_2