Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 71 "Tertangkap basah"


__ADS_3

Kasih yang sudah berdiri di samping mobilnya Raka dengan ponsel di telinganya.


"Halo assalamualaikum Abang lagi dimana, Abang bisa bantu Kasih gak bang?" tanya perempuan hamil itu.


"Abang lagi di jalan mau pulang ke rumah, Abang bisa bantu apa dek?" tanya Rian kembali.


"Abang bisa tidak datang ke hotel X, mas Raka sedang ada di dalam tapi resepsionis tidak mau mengkonfirmasi kalau mas Raka memang menginap di sana. Bang Rian, Kasih mohon tolong bantu aku kali ini bang." pinta Kasih yang kembali terisak.


Mendengar cerita adik iparnya, otak Rian langsung menangkap situasi yang di hadapi Kasih "Brengsek kau Raka, Abang sudah memperingatkan kamu tapi kamu tidak peduli. Jangan menyalakan Abang yang akan membantu istrimu. Kamu memang adikku, tapi aku tidak akan memihak pihak yang salah walau itu keluargaku." ucap Rian yang sudah emosi.


Tak lupa Rian menghubungi Riko dan mengatakan kalau Raka berbuat ulah lagi. Setelah mendengar ucapan abangnya, ia langsung memutar balik mobilnya menuju hotel dimana Raka berada.


"Dasar manusia gak tahu diri, bukannya bersyukur dapat istri seperti Kasih malah berulah dasar Bajing*n, awas saja nanti habis kamu di tanganku." umpat Riko.


*

__ADS_1


*


Masih di tempat yang sama kini Kasih mencoba menguatkan diri, agar tegar menghadapi apa yang akan di lihatnya sebentar lagi. Kasih tahu pasti sangat menyakitkan melihat orang yang ia cintai sedang bersama wanita lain.


Tidak perlu menunggu lama kini Riko sampai lebih dulu dan segera menghampiri Kasih. Riko memang tidak jauh dari lokasi hotel makanya ia sampai duluan daripada Rian.


Sembari menunggu Rian, Riko menanyakan cerita sebenarnya yang berhasil menambah emosinya.


"Kamu yang sabar dek, kami ada di pihakmu walau dia adalah adek Abang, tapi abang tidak membenarkan kelakuannya." ucap Riko.


Rian kini sudah memasuki area hotel, setelah menemukan Riko dan Kasih mereka segera menuju meja resepsionis, seperti kepada Kasih tadi resepsionis tidak mau memberi informasi tamu mereka.


Resepsionis yang tadinya tidak mau memberi informasi sama sekali, langsung bertanya siapa yang mereka cari.


"Bapak ingin mencari atas nama siapa?" tanya resepsionis tersebut.

__ADS_1


"Raka putra" ucap Riko yang sudah tidak sabar


"Maaf pak atas nama Raka putra tidak ada pak" ucap resepsionis itu.


" Bagaimana tidak ada, jelas-jelas mobilnya parkir di depan. Jangan coba-coba membohongi kami." Ucap Rian yang mulai marah.


Tiba-tiba Kasih menyebutkan nama Sheila, dan resepsionis mengatakan bahwa ada tamu perempuan yang bernama Sheila.


"Dikamar berapa mereka, dan saya minta kunci cadangan kamar mereka dan satu lagi jangan ada yang coba-coba menghubungi kamar mereka, kalau kalian tidak mau terlibat dalam masalah ini." ancam Rian.


Setelah mendapatkan kunci cadangan kamar yang ditempati pasangan selingkuh itu Riko, Rian dan Kasih segera mencari nomor kamar tersebut.


Sedangkan di dalam kamar Raka yang kini hanya memakai bathrobe sedang asyik bertukar Saliva dengan Sheila, Raka yang sudah tidak tahan melihat kemolekan tubuh selingkuhannya itu tidak mau membuang waktu, ia segera menggiring Sheila ke ranjang kemudian ia melepaskan bathrobe yang ia pakai dan tak lupa dengan lingerie se** Sheila yang sudah tergeletak dilantai.


Ketika sedang asyik meraih kenikmatan itu, tanpa mereka sadari kamar mereka sudah dimasuki beberapa orang.

__ADS_1


"Mas Raka...."


Jangan lupa di like, komen, vote dan hadiahnya teman-teman, agar author lebih semangat dan rajin up-nya. terimakasih sudah mampir di karya author yang masih amatiran ini.


__ADS_2