
Kini om dan tantenya Sheila mengunjunginya di penjara. Mereka menanyakan apa yang terjadi kepada keponakan mereka. Setelah kedua orang tua Sheila meninggal, omnya yang menjadi walinya.
Seperti sekarang ini mereka tetap peduli dan berusaha menolong Sheila, walau Sheila sudah membunuh seseorang. Sepasang suami istri itu datang bersama seorang pengacara yang akan membela Sheila di persidangan nanti, walau harapan untuk bebas sangat tipis tapi paling tidak Sheila mendapat keringanan mas tahanan, begitulah kira-kira harapan om dan tante Sheila.
"Apa yang terjadi nak, kenapa sampai kamu melakukan hal tersebut?" Tanya om Sheila.
Melihat Sheila yang diam tidak mau menjawab membuat wanita paruh baya yang berada di samping omnya ikut membujuk Sheila agar mau bicara.
"Nak, jangan takut. Om dan Tante datang menjengukmu dan menyewa pengacara agar bisa menolongmu. Jadi Tante mohon, tolong kamu ceritakan semuanya. Agar bapak pengacara ini bisa membantumu." Bujuk Tante Sheila.
__ADS_1
Setelah di bujuk sang Tante, Sheila mulai mau berbicara walau hanya sedikit, tapi dengan keahlian pengacara yang dapat memancing sheila sehingga wanita itu menceritakan semuanya mulai dari awal ia bertemu dengan Raka sampai dengan saat kejadian tragis tersebut.
Dengan berurai air mata Sheila menumpahkan rasa sesak di hatinya di hadapan ketiga orang tersebut. Ada rasa sesak, bersalah dan takut yang kini dialami wanita hamil itu.
Apalagi saat sang Tante menasehati Sheila dan mengatakan mungkin Tuhan sedang menegurnya karena sudah jauh menyimpang dari ajarannya, terlebih Tante Sheila mengatakan kalau Sheila sudah bersalah merebut seorang suami dan ayah sehingga keluarga itu hancur.
Sheila kini sudah berada di dalam tahanan karena waktu berkunjung sudah habis terpaksa om, Tante dan pengacaranya terpaksa pulang dan akan berkunjung lain kali.
Pengacara tersebut menyarankan Sheila harus melaporkan perselingkuhan suaminya agar dapat di proses, jika ia tidak melaporkan maka Raka akan bebas di luar sana. Jika pasangan sah tidak melapor dan tidak merasa di rugikan atas perselingkuhan pasangannya maka tidak dapat di adili.
__ADS_1
Ada batas waktu yang di berikan oleh hukum yaitu enam bulan sejak peristiwa itu di ketahui. Raka bisa di hukum Sembilan bulan penjara, walau tidak seberat hukumannya nanti tapi setidaknya laki-laki yang membuatnya hancur itu juga ikut merasakan dinginnya penjara.
Wanita itu termenung sembari memikirkan kata-kata tantenya. Air mata Sheila tumpah kala mengingat semua perbuatannya terhadap Kasih dan kedua anaknya. Sheila merasa ini adalah karma untuknya atas dari perbuatannya dulu.
Dengan teganya ia merebut Raka ketika Kasih sedang mengandung, kini ia juga merasakan hal tersebut dan ternyata ia tak sekuat Kasih sehingga ia berakhir di sini karena tidak dapat mengendalikan emosinya.
Sekarang Sheila tersadar bahwa cinta tidak bisa di paksakan. Raka sudah jelas ingin berpisah tapi ia yang tetap kekeh menolak. Jika saja ia mengiyakan dan berusaha ikhlas menerima perceraiannya, mungkin sekarang ia tidak berada di tempat ini.
Kini ia hanya dapat berpasrah diri, menerima hukuman yang akan di berikan kepadanya. Hanya satu yang menjadi beban pikirannya. Sheila sangat sedih karena janin yang ada di dalam kandungannya harus ikut merasakan dinginnya penjara.
__ADS_1
Author kurang semangat up-nya, like komen vote dan hadiahnya sepi. Jadi up-nya 1 bab saja ya.