Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 52 "Kecewa"


__ADS_3

"Papa bangun, ini sudah pagi. Papa sudah janji sama Dara kalau hari ini kita akan jalan-jalan. Dara ingin ke kebun binatang lihat gajah ayah." Ucap Dara yang kini sedang menaiki tempat tidur sambil membangunkan Raka.


"Papa ayo bangun" ucap Dara terus menerus yang membuat tidur Raka terganggu.


Dengan mata yang masih berat untuk di buka Raka berusaha mengumpulkan kesadarannya, di tambah lagi kecerewetan putrinya yang mengeluh karena papanya susah di bangunkan.


"Iya sayang papa sudah bangun" Ucap Raka sembari memeluk tubuh mungil putrinya sembari mencium pipi bulat Dara.


"Kenapa pagi-pagi sudah cerewet sekali anak gadis papa ini?" tanya Raka yang kini sudah mendudukkan Dara di pangkuannya.


"Papa lupa ya kalau hari ini Dara ulang tahun, papa sudah janji di hari ulang tahun Dara, kita akan pergi jalan-jalan. Dara mau ke kebun binatang papa, kata teman Dara sangat seru pergi ke sana." Tuturnya dengan semangat.


Melihat raut wajah putrinya yang bahagia dan bersemangat sebenarnya membuat Raka tidak tega mengecewakan putri kesayangannya tersebut, apalagi ia sudah berjanji jauh hari sebelum hari ulang tahun putrinya.

__ADS_1


Dengan terpaksa Raka harus mengatakan kalau ia tidak bisa mengajak Dara sesuai dengan janjinya dengan alasan ia harus bekerja keluar kota.


"Maaf sayang, papa gak bisa ikut pergi ke kebun binatangnya, papa mau pergi keluar kota ada kerjaan papa yang tidak bisa papa tinggalkan." Ucap Raka berusaha menjelaskan dengan hati-hati kepada putrinya itu.


Mendengar perkataan papanya, wajah bahagia bocah cantik tersebut langsung berubah dengan wajah penuh kekecewaan, Dara yang sudah merindukan ayahnya yang akhir-akhir ini jarang bahkan tidak pernah lagi mengajaknya jalan-jalan atau sekedar membeli eskrim ke Indoapril langsung menangis dan turun dari pangkuan Raka.


"Papa jahat, papa sudah tidak sayang Dara lagi. Papa hanya sibuk dengan kerja dan Handphone papa. Dara benci papa, papa pembohong." Tangis Dara kemudian berlari meninggalkan Raka.


...*****...


Sedangkan di dapur kini Dara sedang menangis mengadu pada mamanya. Kasih yang sedang sibuk membuat sarapan di bantu mba Sarti terkejut dengan kedatangan putrinya yang sudah dalam keadaan menangis.


"Dara kenapa sayang, kok nangis?" tanya Kasih sambil mengusap air mata putrinya.

__ADS_1


"Pa...pa... jahat ma, pa...pa... bo... hong, papa bilang gak bisa ikut ki...ta ke ke... bun binatang." Ucap Dara terbata-bata.


Raka yang sudah berada di dekat istri dan anaknya tersebut kemudian berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan sang putri.


Raka mulai membujuk Dara dengan segala cara, mulai dengan di iming-imingi akan di belikan oleh-oleh, coklat, es cream, bahkan sampai mainan tapi Dara tak luluh.


Raka yang sudah kewalahan menghadapi Dara yang belum berhenti menangis melirik istrinya agar mau membantunya membujuk Dara.


Tapi sayang Kasih malah tidak merespon, ia sibuk menata sarapan di meja makan mereka.


"Sayang bantu mas dong bujuk Dara" pinta Raka.


"Makanya mas, kalau janji jangan suka ingkar. Jangan memberi harapan palsu pada anak kecil, Dara sudah semangat sampai ia bercerita pada teman-temannya kalau keluarganya akan merayakan ulang tahunnya dengan pergi ke kebun binatang. Kalau sudah begini siapa yang repot." Ucap Kasih yang enggan membujuk Dara

__ADS_1


__ADS_2