Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 67 "Memasang GPS"


__ADS_3

Kasih sedang berdiri di depan jendela kamarnya sambil menatap indahnya bintang di langit, yang tak seindah kisah cintanya. Ia sedang berpikir dengan nasehat yang di berikan kakak iparnya tadi siang.


"Apa aku harus mencoba memberi kesempatan kepada mas Raka, sebenarnya aku sudah tidak sanggup tapi bagaimana nasib anak-anak jika kami berpisah, mereka akan kehilangan Kasih sayang yang utuh dari orang tuanya. bagaimana aku menafkahi anak-anakku sebentar lagi aku akan lahiran dan pasti sangat susah mencari pekerjaan, kalaupun ada bagaimana dengan anakku, siapa yang akan menjaganya. Oh tuhan aku harus bagaimana? tolong beri hamba petunjuk." Ucap Kasih dalam hati.


Sedangkan Raka yang baru keluar dari kamar mandi melihat istrinya sedang melamun di depan jendela kamar mereka, ia segera mendekati istrinya, mendekap Kasih dari belakang kemudian mencium puncak kepala Kasih.


"Kamu kenapa melamun sayang, itu gak boleh loh. apa yang kamu pikirkan?" tanya Raka.


"Aku lagi mikirin teman aku mas, kasihan sekali dia." Ucap Kasih.


"Teman kamu kenapa, apa masalahnya serius sampai kamu sangat Kasihan." Tanya Raka yang masih dengan posisi memeluk Kasih.

__ADS_1


"Sangat Kasihan mas, sampai-sampai aku seolah ikut merasakan." Sindir Kasih.


"Maksud kamu apa, coba jelaskan sayang. Siapa tahu mas dapat membantu." Usul Raka.


" Teman aku di selingkuhi sama suaminya mas, mana teman aku itu lagi hamil lagi, ia menemukan bukti perselingkuhan suaminya dari ponsel suaminya, Foto-foto mesra bersama selingkuhan suaminya ia temukan, bahkan foto mereka di atas ranjang dengan hanya berbalut selimut sebatas dada saja, sepertinya mereka baru habis bercinta. Temanku Kasihan Kan mas, Tega sekali kan mas, apa pendapat mas tentang itu?" Tanya Kasih lagi.


"Mungkin dia mendapat kenyamanan yang tidak bisa ia dapatkan dari istrinya dan mungkin jodoh mereka cuma sampai disini saja." Ucap Raka yang masih terkejut dengan cerita Kasih yang merasa seperti mirip foto ia dengan Sheila yang di simpan rapi dan tersembunyi di ponselnya.


"Iya sayang, aku bakalan setia sama Kamu." ucap Raka.


"Apa kata-kata kamu bisa di pegang mas?" tanya Kasih yang di balas anggukan kepala oleh Raka.

__ADS_1


Tiba-tiba Kasih teringat dengan GPS yang belum ia pasang di mobilnya Raka, ia segera berpikir bagaimana cara memasangnya agar Raka tidak curiga, tiba-tiba sebuah ide terlintas dipikiran Kasih.


"Mas sepertinya anakmu ingin makan martabak langganan kita mas." Ucap Kasih.


"Kamu ngidam, tapi itu pasti ramai sekali apalagi jam segini." Ucap Raka yang sebenarnya malas menuruti keinginan Kasih.


"Aku bakalan sabar kok nunggunya, kamu gak mau kan anak kamu ileran mas?" tanya Kasih yang terpaksa Raka mengiyakan.


Setelah itu mereka pergi untuk memenuhi ngidamnya Kasih, setelah mereka sampai Kasih menyuruh Raka membeli martabak tersebut. Dengan raut wajah malas Raka terpaksa ikut antrian yang lumayan panjang.


Ketika Raka sedang membeli martabak Kasih segera beraksi memasang GPS di dalam mobil suaminya.

__ADS_1


__ADS_2