
Arkan sudah membujuk Kasih agar mau kembali ke rumah karena ia khawatir meninggalkan istrinya sendiri. Tetapi Wanita hamil yang kini melanjutkan tidurnya itu tidak menggubris bujukan sang suami, ia malah melanjutkan kembali tidurnya setelah mengatakan kalau ia akan tetap di ruangan itu.
"Mas aku masih ngantuk, kalau mas mau pergi ya sudah pergi saja. Nanti aku bisa pulang sendiri." Usir Kasih.
"Tapi mas tidak tenang meninggalkan kamu di sini, apalagi kamu mengatakan akan pulang sendiri. Mas tidak mengizinkan. Baiklah, kamu boleh tetap di sini tapi tunggu mas pulang baru kita pulang bersama. Jika menginginkan sesuatu jangan keluar tapi telepon saja sekretaris mas dan minta apapun yang kamu inginkan." Titah Arkan sesekali mengelus rambut panjang istrinya.
"Siap pak, saya akan menuruti permintaan pak suami jadi silahkan lanjutkan pekerjaan bapak dengan hati yang tenang." Ucap Kasih yang masih sempat bercanda.
Arkan memberikan beberapa kecupan kepada sang istri sebelum ia meninggalkan wanita itu. Dengan berat hati ia meninggalkan ruang istirahatnya dan mengajak Rendy untuk berangkat bertemu dengan investor tersebut.
__ADS_1
Tak lupa Arkan memberitahu sekretarisnya kalau istrinya ada ruangannya dan menyuruh sang sekretaris untuk menuruti semua apa yang di minta Kasih dan menjaga sang istri agar tidak berkeliaran, entah mengapa hatinya tidak tenang meninggalkan sang istri walau itu di dalam perusahaannya sendiri.
Sedangkan Sheila yang kini berada di mejanya masih saja merasa jengkel kepada suaminya karena dengan mudahnya lelaki itu memberitahu asisten bosnya dimana ia bisa mendapatkan kue putu bambu permintaan Kasih.
Bahkan Raka sekilas mengenang kembali kenangan manis mereka "Dasar sialan, mas Raka bahkan masih mengingat tempat dimana mereka berbelanja jajahan pasar dulu. Ingin rasanya aku menjambak wanita menyebalkan itu." Umpat Sheila dalam hati.
Sedangkan di dalam ruangannya Raka kini sedang termenung setelah mengetahui kabar kehamilan mantan istrinya, tak menyangka kalau Kasih akan mengandung secepat itu.
Raka bahkan meneteskan air matanya, rasa sakit di tampar kenyataan yang sangat pahit dengan kabar kehamilan Kasih membuat ia semakin menyesali kebodohannya yang melepas bidadari tak bersayap seperti Kasih.
__ADS_1
Kini laki-laki itu hanya dapat mengingat kembali kenangan manis mereka dulu.
Dimana keluarga kecilnya yang bahagia walau dulu ia hanya karyawan biasa tapi hidupnya bahagia. Ketika ia pulang dengan rasa lelahnya akan langsung terobati dengan putri kecilnya yang selalu menyambutnya ketika pulang dan di sambut dengan layanan bak raja oleh Kasih. Sekarang kehidupannya bak berada di dalam neraka, ketika ia pulang bukannya rasa lelahnya akan hilang tapi ia malah disambut dengan pertengkarannya dengan Sheila. Lelaki itu bahkan merenung dan memikirkan mungkin ini balasan tuhan karena ia sudah mengkhianati ikatan suci pernikahan.
Sekarang ia hanya menikmati karma atas perbuatannya dulu dengan Sheila, terbukti sekarang rumah tangganya tidak baik-baik saja dan berada diambang kehancuran.
Walau di dalam rahim Sheila kini tumbuh darah dagingnya tapi Raka tidak bahagia dan tidak mengharapkan kehadiran anak tersebut.
Kehadiran anak yang di kira Sheila akan menyelamatkan pernikahannya ternyata tidak berefek apa-apa, Raka tetap mantap ingin menceraikan Sheila setelah wanita itu melahirkan.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya ya.
Tadi ketika author sedang ngetik bab ini, tiba-tiba kue putu lewat, niat hati ingin beli tapi apa daya ternyata si Abang putu tidak mendengar panggilan author. Gagal makan kue Putunya, padahal author sudah kebayang dengan rasanya.