Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 165 "Bucinnya Arkan"


__ADS_3

Bila suasana di ruangan rumah sakit di penuhi canda tawa, berbeda dengan suasana di perusahan Arkan lebih tepatnya di ruangan Raka. Lelaki itu tidak bisa berkonsentrasi mengerjakan pekerjaannya karena berita kehamilan Sheila membuatnya stress.


"Kenapa harus hamil. Disaat aku ingin terbebas dari wanita itu, kenapa ada halangannya. Aku tidak bisa menceraikannya di saat ia hamil seperti ini, Apa yang harus aku lakukan? Akhhh sial...." Umpat Raka memukul meja kerjanya.


Sedangkan di apartemennya sheila sedang senyum-senyum sendiri sembari mengusap sesekali perut datarnya.


"Terima kasih ya sayang, kamu hadir di waktu yang tepat. Kamu memang malaikat penyelamat mama, dengan adanya kamu pasti papamu akan kembali kepada kita dan sebentar lagi papamu itu akan melupakan kedua anaknya itu dengan kehadiranmu. Ya, papamu akan jadi milik kita seutuhnya sayang, kamu harus bisa merebut semua kasih sayang papamu." Sheila mengelus perutnya dengan senyuman yang tidak surut semenjak ia mengetahui kehamilannya


Dalam otak wanita itu, dia akan bisa mengikat Raka kembali dengan adanya janin tersebut, berbagai rencana licik telah ia pikirkan agar Raka kembali bertekuk lutut di hadapannya. Bahkan Sheila sudah membayangkan di perlakukan seperti ratu saat ia sedang mengandung anak dari suaminya. Tanpa Sheila tahu takdir apa yang sedang menunggunya di depan sana. Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhan yang menentukan, niat baik saja kadang tidak terkabul apalagi niat jahat.

__ADS_1


...*****...


Arkan kini sedang bersama dengan Rendy untuk menemui beberapa pengusaha untuk memenangkan tender yang mereka targetkan, terpaksa Arkan harus meninggalkan istrinya karena pertemuan kali ini tidak bisa di wakilkan. Sebelum pergi meninggalkan sang istri, lelaki itu sudah menitipkan Kasih kepada mama dan neneknya, bahkan Arkan berjanji kepada Kasih akan pulang dengan cepat setelah pekerjaan selesai.


"Sayang, mas pergi dulu kamu istirahat saja. Mas akan cepat pulang, jangan merindukan suamimu ini." Goda Arkan sembari mengecup kening istrinya.


"Iya mas, hati-hati di jalan, gak usah khawatir sama aku, ada mama dan nenek yang jaga aku. Dijamin aman pak CEO, bukan aku yang merindukanmu tapi kamulah yang akan merindukan aku mas."Balas Kasih tak mau kalah menggoda suaminya.


"ehmmmm...., Aku lagi pengen makan sate Padang mas." Ucap Kasih memberitahu suaminya.

__ADS_1


"Oke. Apa ada lagi ratuku?" tanya Arkan kembali.


Kasih menggelengkan kepalanya tanda tidak ada lagi yang ingin ia inginkan, Arkan kembali mencium istrinya sebelum keluar dari ruangan itu, tak tanggung-tanggung lelaki itu tidak hanya mencium kening atau pipi Kasih tapi Arkan juga mencium bibir menggoda istrinya itu tanpa rasa malu.


Ketiga orang yang sedari tadi menonton drama perbucinan sepasang suami istri itu di buat terkejut dan ternganga melihat aksi Arkan yang tidak tahu malunya mencium bibir istrinya di hadapan mama Risma, nenek Murni dan sang asisten Rendy.


Kasih juga terkejut dengan aksi suaminya itu, bahkan Kasih sampai melotot dengan wajah yang sudah memerah, tak tahu mau di taruh dimana lagi wajahnya, sedangkan mama Risma dan nenek Murni hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Arkan yang sudah bucin kepada menantu mereka itu.


"Dulu katanya tidak akan jatuh hati kepada wanita lain lagi, eh sekarang bucinnya malah lebih parah dari yang dulu." ucap Rendy dengan pelan tapi masih bisa di dengar Arkan.

__ADS_1


Jangan lupa Like, komentar, vote, dan hadiahnya biar author tambah semangat teman.


__ADS_2