
Sindiran dari Arkan membuat Raka tidak bisa berkata-kata, karena apa yang di katakan Arkan benar, dulu Kasih juga sering memasak bekal untuknya tapi ia menyuruh Kasih tidak lagi menyiapkan bekal untuknya karena merasa malu dengan teman kantornya, ketika Kasih menjadi istrinya, Raka selalu di suguhi makanan yang enak dan di layani bak raja tapi sekarang jangankan di layani, Raka bahkan tidak mau mencicipi masakan istrinya karena rasanya yang tidak karuan.
Dulu dia mengira dengan mempertahankan Sheila ia akan bahagia tapi ternyata ia salah besar, Raka lebih memilih penampilan Sheila yang menggoda kala itu, dari pada Kasih yang sedang hamil waktu itu.
Bukan Kasih yang tidak cantik, tapi Raka yang tidak sanggup membuat istrinya tampil cantik. Terbukti sekarang mantan istrinya itu, sangat cantik dan anggun bahkan jauh lebih cantik dari sheila. Bagaimana tidak cantik kalau Kasih di fasilitasi suaminya bak ratu, semua yang di kenakan Kasih adalah barang mewah yang tak pernah ia berikan dulu.
Melihat Raka yang diam saja membuat Arkan tersenyum mengejek, tak mau berlama-lama dan menjadi tontonan banyak orang, Arkan mengajak istrinya ke ruangannya.
"Sayang kenapa kamu gak hubungi mas kalau mau datang, kalau mas tahu kamu akan datang pasti mas akan suruh Rendy standby di lobi nungguin kamu, biar kamu gak capek nyariin ruangan mas."
"Aku ingin buat kejutan untuk mas dan Aku ingin makan siang berdua dengan suamiku. Apa tidak boleh?" Tanya Kasih dengan manja.
"Boleh dong sayang, apa sih yang gak buat istriku ini. Kalau begitu ayo kita ke ruangan mas, mas sudah tidak sabar mencicipi makanan yang di buatkan istri mas, pasti enak." ucap Arkan mesra.
Arkan bahkan menyuruh rendy untuk makan siang sendiri tadinya mereka ingin makan siang bersama tetapi karena Kasih sudah membawa makan siang untuknya acara makan siang bersama sang asisten batal. Arkan menggenggam tangan Kasih dengan mesra, tak ada yang tahu kini mereka sama-sama bersandiwara layaknya pasangan yang saling mencintai sampai-sampai semua orang terpesona dengan kemesraan mereka.
para karyawan membubarkan diri dan melanjutkan jam istirahat mereka dengan baik, sedangkan Raka hanya dapat menatap kepergian bos dan mantan istrinya dengan tatapan penuh penyesalan.
Melihat itu rekan kerja Raka hanya tersenyum mengejek melihat Raka yang mulai merasa kehilangan Kasih, melihat suaminya yang masih menatap mantan istrinya membuat Sheila naik pitam.
__ADS_1
"Tatap terus... tatap terus, sampai itu mata keluar. Dasar wanita murahan baru saja cerai sudah menikah lagi. Gatel bangat jadi perempuan." Ucap Sheila yang merasa cemburu melihat Kasih yang berubah bak ratu.
Mendengar ucapan Sheila membuat emosi Nadia naik "Woy... jaga tu mulut ya, seenak jidat kamu bilang orang murahan, kamu gak ingat siapa kamu, murahan mana kamu dari mbak Kasih. Ingat ya baik-baik ibu Sheila sang pelakor, catat, rekam dan simpan baik-baik di dalam otakmu. Mba Kasih itu menikah dengan seorang duda dan mereka menikah setelah mba Kasih bercerai mereka sama-sama tidak punya pasangan sedangkan kamu berselingkuh dengan suami orang, sudah begitu sempat viral lagi karena video mesum mu ketangkap basah istri sah di hotel dalam keadaan telanj*ng, kalau aku jadi kamu sepertinya aku sudah tidak berani menunjukkan wajahku di depan umum, tapi kamu santai saja. Jadi siapa yang murahan?" Ejek Nadia kemudian pergi menuju kantin.
"Dasar cewek gila, awas kamu tunggu pembalasanku." teriak Sheila.
"Sheila cukup, jangan membuat keributan lagi, saya malas tiap hari kamu permalukan. Kenapa kamu marah dengan Kata-kata Nadia? Bukankah yang di katakan Nadia benar. Jangan pernah membandingkan kamu dengan Kasih karena kalian bagai langit dan bumi." Ucap Raka pergi meninggalkan Sheila.
Sheila semakin marah karena Raka malah ikut membentaknya.
Arkan membawa Kasih masuk ke dalam ruangannya dan menyuruh wanita cantik itu untuk duduk di sofa yang ada dalam ruangan tersebut.
Arkan hanya menganggukkan kepalanya tanda ia setuju, Kasih langsung sibuk menyiapkan makanan untuk suaminya sedangkan Arkan hanya duduk memperhatikan istrinya yang sedang menyiapkan makan siang mereka, tanpa sadar Arkan menyunggingkan senyuman melihat Kasih yang selalu melayaninya dengan baik, Arkan juga terpana dengan kecantikan istrinya yang berbeda dari hari biasanya, Kasih yang biasa tampil sederhana kini berubah menjadi wanita yang anggun.
Ada rasa tidak suka ketika tadi ia melihat banyak mata lelaki yang terpesona dengan kecantikan istrinya itu, apalagi ketika melihat Raka yang selalu menatap istrinya.
"Kasih sekali lagi jika kamu ingin berkunjung kemari jangan lupa kabari aku dulu." ucap Arkan yang membuat Kasih salah paham.
Kasih mengira kalau suaminya itu tidak suka dengan kedatangannya "Maaf mas,karena sudah lancang datang tanpa memberitahu kamu, lain kali aku tidak akan datang lagi mas."
__ADS_1
Arkan langsung kelabakan karena sudah membuat Kasih salah paham "Bu...bukan begitu maksudku, aku tidak melarang kamu datang ke sini tapi aku tidak suka ketika mata para Laki-laki menatap dan memuja kecantikan kamu. Karena kamu itu milikku dan aku tidak suka berbagi dengan orang lain walau itu hanya dengan tatapan." Tutur Arkan tanpa sadar.
Kasih tersenyum karena suaminya itu cemburu, ada rasa senang dalam hatinya walau Arkan tidak mencintainya tapi Arkan tidak pernah berbuat kasar padanya dan sikap Arkan yang posesif itu membuatnya terhibur.
"kenapa senyum-senyum begitu, ada yang lucu?" tanya Arkan.
Kasih menggelengkan kepalanya dan memberi bekal yang ia bawa untuk Arkan.
"Makanlah" ucap Kasih.
Keduanya kini menikmati makan siang bersama, Arkan sangat lahap makannya ia memang harus mengakui karena istrinya itu sangat pintar memasak.
Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Kasih membereskan tempat makan mereka dan pamit kepada Arkan ingin pulang, tapi apalah daya. Kasih tidak di perbolehkan pulang karena Arkan beralasan tidak ingin melihat Laki-laki di perusahaan menatap istrinya apalagi tanpa ada dirinya di samping kasih pikirnya.
Kasih kini merasa bosan karena sedari tadi ia hanya dapat duduk di sofa dengan membolak-balik lembar majalah yang sedari tadi di tangannya sedangkan suaminya malah sibuk dengan setumpuk berkas di mejanya.
Kasih yang sudah sangat mengantuk membaringkan tubuhnya di sofa tersebut, tak menunggu berapa lama Kasih langsung tertidur dengan lelap, melihat itu Arkan hanya tersenyum dan mendekati Kasih, di singkirkannya rambut Kasih yang berantakan lalu di kecupnya kening wanita itu dengan lembut kemudian ia dengan cepat kembali ke meja kerjanya karena takut mengganggu tidurnya Kasih.
Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.
__ADS_1