
"Dari mana saja kamu mas?" tanya Sheila yang sengaja menunggu suaminya itu pulang walau sudah larut malam.
"Habis ketemu teman, kenapa belum tidur ini sudah larut. Besok kamu terlambat bangun." Ucap Raka yang terkejut mendapati istrinya belum tidur. Biasanya wanita itu tidak pernah menunggu Raka.
"Teman yang mana lagi, tiap kamu pulang terlambat selalu alasannya ketemu teman kalau tidak lembur. Jangan-jangan kamu cuma alasan saja." Ucap Sheila yang sudah mulai curiga.
"Sheila aku pulang ke rumah mau istirahat, aku capek kerja seharian kamu pikir aku berbohong. Apa salahnya jika aku sesekali nongkrong dengan teman-temanku untuk menghilangkan stres. Aku sering lembur juga karena permintaan kamu yang banyak itu, kalau aku tidak lembur kamu tidak akan bisa beli apa yang kamu mau. Jika kamu ingin aku di rumah jadi jangan meminta apapun. Dulu Kasih tidak pernah marah jika aku pulang terlambat karena ia percaya denganku."
"Tapi kenyataannya kamu membohonginya dan berkhianat di belakangnya. Jadi jangan coba-coba bermain di belakangku." Ancam Sheila.
__ADS_1
"Terserah kamu mau percaya atau tidak, jadi perempuan jangan kebanyakan nuntut sementara kamu tidak bisa memenuhi permintaanku yang hanya menginginkan anak , kalau kamu tidak mau memberi anak untukku jadi jangan larang aku bertemu dengan anak-anakku." Teriak Raka yang sudah emosi.
Setelah melihat perubahan raka setelah ia menolak permintaan lelaki itu agar dia hamil, sikap lelaki itu berubah. Raka menjadi cuek dan sering pulang terlambat dengan berbagai alasan. Wanita itu sangat takut apa yang di katakan mantan istri suaminya dulu menjadi kenyataan kalau sekali berkhianat pasti akan terus berkhianat, jika ada yang kedua pasti akan ada yang ketiga dan seterusnya.
Sheila yang tidak mau itu terjadi, sudah memantapkan hati ingin memenuhi permintaan Raka, wanita itu ingin hamil agar suaminya kembali hangat.
"Oke, kalau itu mau kamu aku akan hamil tapi kamu harus mematuhi semua perintahku." ucap Sheila yang membuat Raka geleng-geleng kepala.
Sheila berpikir jika ia hamil Raka akan kembali seperti dulu, tanpa ia sadari bahwa inilah awal mula Sheila memetik apa yang sudah ia tanam.
__ADS_1
...*****...
Sedangkan di dalam kamarnya kini Arkan sedang gelisah dalam tidurnya, keringat mengucur deras hingga membuat baju lelaki itu basah. "Kasih jangan tinggalkan aku, ayo pulang. Rena kenapa kamu membawa Kasih, tolong jangan bawa istriku. Kasih ayo pulang sayang," Arkan berlari mendekati Kasih dan Rena tapi semakin ia berlari maka Kasih dan Rena semakin menjauh. Hanya lambaian tangan dan senyum yang ia dapatkan dari Kasih. Tangis laki-laki itu semakin menjadi ketika Kasih sudah tidak tampak lagi.
"Kasih...." Teriak Arkan terbangun dari tidurnya.
"Astaghfirullah, kenapa aku bisa mimpi itu. apa artinya ya Allah." Ucap Arkan yang masih ngos-ngosan.
Arkan melihat jam yang ada di dinding kamarnya yang ternyata menunjukkan jam 02: 00. Arkan juga meminum air putih yang ada di atas nakas, lelaki itu terdiam dalam duduknya, entah kenapa ia tidak tenang setelah terbangun dari mimpinya.
__ADS_1
Arkan memutuskan untuk sholat tahajud untuk menenangkan pikirannya, sampai sekarang jantungnya masih terus berdetak kencang membuat laki-laki itu semakin takut, apalagi melihat Rena yang menggandeng tangan istrinya dengan senyum di bibir kedua wanita itu.
Jangan lupa like, komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.