
"Aku sudah memikirkan semuanya dan aku mau menerima lamaran pak Arkan." Ucap Kasih.
Mendengar perkataan wanita di hadapannya itu membuat hati Arkan lega, karena Kasih sudah menerima lamarannya "Terima Kasih karena sudah mau menerima lamaranku, apa kamu perlu kita saling mengenal dulu, atau langsung menikah?" Tanya Arkan.
"Saya ingin kita segera melangsungkan pernikahan pak karena saya adalah janda, saya takut kalau kita sering bersama tanpa ikatan akan menimbulkan fitnah lagi Pulu bukan masanya lagi untuk pacar-pacaran karena kita bukan lagi remaja." Tutur Kasih.
Arkan langsung mengangguk setuju karena dia juga berpikiran sama seperti Kasih "Kalau begitu kapan kita menikah?" Tanya arkan to the poin.
Kasih yang terkejut dengan dengan pertanyaan calon suaminya itu menjadi gugup "Ter...terserah pak Arkan saja."Jawab Kasih.
__ADS_1
"Bagaimana kalau bulan depan. Kamu tidak usah pusing memikirkan segala macam, biar saya yang mengurusnya." Ucap Arkan.
"Baik pak, apa boleh saya meminta satu permintaan?" Tanya Kasih.
Arkan menganggukkan kepalanya tanda Kasih boleh mengajukan permintaan "Saya ingin bapak menyayangi kedua anak saya seperti anak bapak sendiri, berikan mereka Kasih sayang seorang ayah kalau soal mencintai saya bapak tidak perlu khawatir, karena saya tahu bapak tidak mencintai saya tapi saya mohon perlakukan saya seperti seorang istri ketika di depan umum dan keluarga. Saya tidak ingin orang-orang bertanya tentang hubungan kita dan saya mohon jangan pernah mengkhianati pernikahan ini dengan perselingkuhan." Pinta Kasih.
Setelah selesai makan siang Arkan kembali mengantar calon istrinya itu kembali ke rumah dan ia kembali ke perusahan untuk bekerja.
...*****...
__ADS_1
Ketika semua orang sedang berkumpul di meja makan menikmati makan malam, Arkan memberitahu kabar kalau Kasih sudah menerima lamarannya dan Arkan juga mengatakan kalau ia dan Kasih sudah sepakat menikah bulan depan dan meminta kepada mama Risma untuk mengurus semuanya. Tentu saja mama Risma dengan senang hati melaksanakan tugas dari anaknya tersebut. Semua sangat bergembira mendengar kabar dari Arkan, Nenek murni sudah tidak sabar ingin cepat menyelesaikan makan malamnya untuk memberitahu sahabatnya mengenai kabar gembira dari cucu-cucu mereka.
"Arkan nanti setelah kalian menikah papa tidak mau tahu kalian harus tinggal di sini, papa ingin menghabiskan masa tua papa bersama cucu-cucu papa." Ucap papa Arman.
"Pa tapi Kasih belum bisa langsung hamil, Ardi masih terlalu kecil pa."
"Kalau kamu dan Kasih sudah menikah otomatis Dara dan Ardi menjadi cucu papa, kenapa kalian tidak menikah Minggu depan saja. Papa sudah tidak sabar calon menantu dan calon cucu papa pindah kesini." Ucap papa Arman.
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.
__ADS_1