
"Apaan sih, mas jangan mesum deh siapa juga yang pengen di sentuh. Aku gak akan mau mas sentuh sebelum mas bisa mencintai aku, aku gak mau jadi pelampiasan nafsu mas saja. Lagi pula kita akan berpisah mas," ucap Kasih.
"Aku gak akan biarin rumah tangga kita hancur berantakan, Mas akan memperbaikinya dan mas akan melupakan masa lalu mas, jadi jangan pernah kamu ucapkan lagi kata-kata itu, mas gak suka." Ucap Arkan sambil mengelap tubuh istrinya.
"Aku butuh bukti mas, bukan cuma omongan saja."
Setelah selesai membersihkan tubuh sang istri, Arkan memakaikan baju dan mengikat rambut panjang itu, setelah selesai Dokter dan perawat datang untuk memeriksa kondisi Kasih. Dokter mengatakan kalau kondisi Kasih semakin membaik dan sudah bisa pulang ke rumah. Kasih hanya perlu menginap di rumah sakit itu tiga hari lagi karena dokter harus memastikan kondisi Kasih.
Ruangan itu kembali hening setelah perawat dan Dokter pergi, Kasih hanya berbaring sembari menyalakan televisi agar mengusir rasa sepinya, wanita itu enggan memulai percakapan dengan suaminya, sedangkan Arkan sibuk dengan laptopnya. Lelaki itu sedang memeriksa pekerjaannya.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu ruangan Kasih terbuka dan menampakkan seorang bocah berlari menghampiri ranjang Kasih.
"Mama...." teriak Dara berlari menghampiri ranjang Kasih.
Dara datang bersama kedua orang tua arkan, mereka mendekati Kasih dan menanyakan keadaan menantunya itu, sedangkan Arkan menggendong Dara dan meletakkannya di ranjang Kasih agar putrinya itu dapat memeluk mamanya.
"Mama kenapa, kening mama luka dan kaki mama kenapa di bungkus?" Tanya bocah itu.
Mama Risma memberi bekal yang ia bawa untuk Arkan.
__ADS_1
"Kamu sarapan dulu baru mandi, mama sudah bawakan baju ganti untuk kamu." Suruh mama Risma.
Arkan patuh dengan perintah sang mama karena ia sudah lapar, lelaki itu baru menyadari kalau ia belum makan semenjak Kasih masuk rumah sakit, Karena terlalu panik dan takut ia sampai melupakan makan malamnya. Pantas saja pagi ini perutnya sangat lapar, ternyata dari semalam belum di isi.
Mama Risma sedang mengupas buah untuk menantunya, Dara dan papa Arman sedang duduk di sofa sembari bercanda sedangkan Arkan baru saja selesai mandi, papa Arman segera memanggilnya untuk menanyakan perkembangan kesehatan Sang menantu.
Dara dan kedua orang tua Arkan sudah pulang kini tinggal mereka berdua di ruangan itu, Arkan sangat merasa sepi karena Kasih sedang tidur. Arkan bahkan tidak tahu harus berbuat apa, lelaki itu sudah menghidupkan televisi tapi masih bosan hingga ia menaiki ranjang Kasih dan membaringkan tubuhnya di samping Kasih dengan hati-hati. Arkan tidur dengan memeluk istrinya, rasa nyaman ia rasakan saat berada di dekat sang istri hingga dengan cepat mata itu mulai tertutup karena sudah lelah.
Kasih terbangun setelah cukup lama tertidur, ia merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya, Kasih melihat ke samping ternyata suaminya itu sedang tertidur dengan nyenyak. Kasih menatap wajah tampan Arkan dan tanpa sadar tangannya sudah menyibakkan rambut suaminya hingga dahinya terlihat, kemudian ia menyusuri alis,hidung, rahang dan bibir Arkan. Wanita itu tersenyum menikmati pemandangan yang sangat indah itu "Tampan, tapi sayang hatinya bukan milikku." Ucap Kasih.
__ADS_1
^^^Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.^^^