Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 83 "Sampai jumpa di pengadilan"


__ADS_3

"Kasih...." Ucap Raka.


Semua mata langsung melihat kearah pintu di mana kini Raka berdiri.


Kasih yang mendengar suara itu langsung menatap suaminya itu penuh dengan kebencian.


Raka melangkah masuk ke dalam rumah, ia berjalan mendekati Kasih dan ingin menyentuh bayi yang ada di dalam gendongan istrinya itu.


"Berhenti di situ." Teriak mama Dewi.


Raka yang mendengar perintah mama Dewi langsung protes "Kenapa ma? aku ingin melihat dan menyentuh anakku." tanya Raka.


"Jangan mendekati cucuku, anak kamu bilang. Seharusnya kamu malu untuk menunjukkan wajahmu disini setelah apa yang kamu lakukan." Ucap mama Dewi.


"Emang apa yang aku lakukan ma, aku baik-baik saja." Elak Raka.


"Cih, masih punya nyali kamu membela diri setelah semua kebejatan mu terbongkar, saya saja malu mengakui kamu anak saya. Laki-laki mana yang tidak pulang ke rumah selama 2 Minggu bahkan ia tidak tahu kalau anak dan istrinya hampir celaka karena ulahnya. Oh iya, saya lupa, anda sedang sibuk dengan selingkuhan anda. Kenapa kamu pulang, bukannya di tempat perempuan murahan itu membuatmu betah, lagian kamu sudah tidak di butuhkan disini. Jadi silahkan angkat kaki dari sini. Urus saja wanita murahan itu." Usir mama Dewi.


"Ma ini rumahku jadi aku berhak pulang kapan pun, dan apa hak mama melarang Aku bertemu dengan anakku." Ucap Raka.


"Ini bukan hotel yang bisa kamu datangi kapan kamu mau, Jadi jangan sesuka hati datang ke rumah ini. Karena sebentar lagi rumah ini akan di jual." Ucap mama Dewi yang membuat Raka terkejut.

__ADS_1


"Apa maksud mama?" Tanya Raka yang mulai emosi.


Papa Adi langsung melempar surat pengadilan itu kepada Raka.


"Baca itu, biar kamu tahu apa maksud mama kamu." Suruh papa Adi.


Raka segera membuka berkas yang di lemparkan papa Adi, dan seketika bola mata Raka membulat membaca isi dari berkas itu.


"Gak mungkin, gak mungkin Kasih berani menggugat cerai aku, ini semua cuma akal-akalan kalian agar aku takut. Kasih ini cuma pura-pura kan?" tanya Raka.


"Itu benar mas, Minggu depan sidang pertama kita sebaiknya mas datang ke pengadilan. Kita selesaikan semua di sana, supaya mas bisa segera bersama wanita itu. Bukannya aku bermurah hati memberi barang bekas kepada wanita itu, aku melihat mas sudah tidak layak pakai lagi jadi lebih baik di singkirkan." Ucap Kasih menohok.


"Kamu jangan terlalu percaya diri menggugat ku Kas, karena aku yang akan menang di pengadilan nanti. Sebaiknya kita bicara baik-baik saja." Tawar Raka.


"Maksudmu?" tanya Kasih.


"Kamu akan tetap jadi istri pertama ku, tapi izinkan aku menikahi Sheila. Hanya nikah sirih, aku akan tetap memberi nafkah seperti biasa hanya saja aku cuma 3 hari tidur di sini,. dan selebihnya aku akan menginap di tempat Sheila. Kalau kita bercerai siapa yang akan menafkahi pengangguran seperti dirimu, dan aku pastikan anak-anak akan jatuh ke tangan ku karena kamu tidak berpenghasilan. jadi silahkan Mau pilih yang mana?" Ucap raka.


Mendengar ucapan Raka emosi papa Adi naik, pria paruh baya itu langsung melayangkan tinjunya ke wajah Raka.


"Dasar biadab, Manusia tidak berperasaan, mata dan hatimu sudah di buatkan oleh nafsu sesaat, kamu bahkan tega menyakiti wanita yang menemani mu dari nol, Kasih lah yang ada di sampingmu di saat kau susah maupun senang, tapi hanya karena seorang perempuan yang tiba-tiba datang di hidupmu kamu lebih memilih dia dari pada istrimu. Kamu memang layak di buang oleh Kasih, papa minta buka matamu jangan sampai menyesal nak. Tinggalkan perempuan itu dan minta maaflah kepada istrimu." Ucap papa Adi.

__ADS_1


"Maaf pa, aku gak bisa ninggalin Sheila. Kasih harus memilih antara merelakan Sheila jadi istri keduaku atau bercerai tapi aku yakin dia akan memilih yang pertama. Kasih tidak akan mau berpisah dari anak-anak dan siapa yang akan memberinya makan kalau kami bercerai." Ucap Raka dengan sombong .


Mendengar kata-kata suaminya membuat Kasih tidak habis pikir. Kasih kemudian tertawa sembari memberi Baby Ardy kepada Dini yang ada di sampingnya. Ia berjalan ke arah Raka berdiri tepat di hadapan suaminya itu.


"Percaya diri sekali kamu mas, serendah itu aku di mata mu mas, jangan lupa aku adalah wanita karir sebelum menikah denganmu, aku juga wanita berpendidikan tinggi. Jadi jangan ukur aku, kamu tidak usah takut aku masih bisa menafkahi diriku sendiri dan anak-anak. Apa mas tidak tahu hak asuh anak-anak akan jatuh kepadaku apalagi anak-anak masih di bawah 12 tahun di tambah alasan aku menggugat mu. Pengadilan akan lebih mudah memberikan hak Asuh anak kepada ku dari pada kepada lelaki yang tidak bertanggung jawab dan tukang selingkuh seperti kamu mas. Aku tidak sudi di madu mas, kalau kamu ingin bersama wanita itu silahkan, aku dengan suka rela melepasmu. Karena bagiku kamu sudah mati." Tutur Kasih yang membuat Raka marah dan ingin menampar Kasih.


"Jangan pernah sekali-kali menyentuh menantuku, lebih baik kamu pergi dari rumah ini dan sampai jumpa di pengadilan. Kita buktikan siapa yang akan menang dan siapa yang akan menyesal nanti." Ucap mama Dewi.


"Ma, kenapa mama lebih membela perempuan ini dari pada anak kandung mama sendiri?" tanya Raka.


"Anakku cuma dua, karena yang satunya lagi sudah mati. Saya tidak mempunyai anak tukang selingkuh seperti anda." Ucap mama Dewi membuat Raka marah dan pergi meninggalkan rumah itu.


"Sial, lihat saja Kasih aku pasti akan membuat kamu menyesal telah menggugatku, dan aku akan membuat kamu menangis dan memohon-mohon kembali kepadaku." Amuk Raka sambil memukul stir mobilnya.


Raka segera meninggalkan rumah tersebut dan pergi menuju apartemen Sheila dia akan kembali tenang setelah Sheila memberinya kepuasan yang membuatnya candu. Raka tidak tahu bahwa inilah awal dari kehancuran dan penyesalan yang membuat dirinya terpuruk di masa yang akan datang, karena wanita yang ia pilih adalah wanita yang salah.


Sedangkan di dalam rumah kini semua keluarga menyemangati dan mendukung Kasih.


"Jangan takut dengan ancaman Raka nak, kamu pasti menang dan dia akan menanggung semuanya di kemudian hari dia pasti akan menyesal." ucap papa Adi.


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2