Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 64 "Ban serap"


__ADS_3

Setelah memastikan suaminya tertidur barulah Kasih beraksi, ia menjangkau ponsel suaminya yang ada di nakas dengan hati-hati ia membuka ponsel tersebut, tidak ada yang mencurigakan, hingga ia menemukan sebuah folder yang diberi nama tugas.


Kasih membuka folder tersebut yang ternyata adalah foto-foto Raka dan Sheila yang sangat mesra, dari mulai foto di dalam apartemen, di kasur, di Bali dan masih banyak foto mesra yang menyakitkan hati Kasih. Dengan cepat Kasih mengirim foto tersebut ke ponselnya dan mengembalikan ponsel Raka ke tempat semula.


Pagi hari Raka bangun dan bergegas berangkat ke kantor, ia yang sudah mendapati Kasih sedang duduk sarapan di meja makan dengan langsung mencium kening Kasih tetapi Kasih menjauh.


"Ada apa, kenapa kamu menolak mas cium?" tanya Raka.


"Aku takut tertular, mas baru pulang dari luar kota takutnya virus mas bawa di tubuh mas, mas pake pengaman gak?" pancing Kasih.


"Pengaman, apa maksudmu? kamu kira mas macam-macam di luar sana." Jawab Raka yang terlihat gelisah.


"Mas aku gak nuduh kamu macam-macam loh, sekarang keadaan lagi gak baik mas, kamu pake pengaman gak di luar kota?" tanya Kasih lagi.


"Kamu jangan pernah percaya kata-kata orang yang mau merusak rumah tangga kita, termasuk keluargaku." jawab Raka yang mengira kalau kakaknya telah memberi tahu Kasih.

__ADS_1


"Maksud kamu apa sih mas, aku ngomong A kamu jawab B ada-ada saja. Pengaman yang aku maksud itu ya masker mas. emang mas pikir kond*m. Buat apa mas beli kond*m orang aku di sini, apa mas punya ban serap ya?" Ejek Kasih.


Mendengar perkataan istrinya, Raka menjadi salah tingkah karena mengira Kasih sudah tahu perselingkuhannya.


"Apaan sih, makanya kalau ngomong yang jelas bikin orang salah tanggap saja." Ucap Raka melanjutkan sarapannya.


Kasih hanya tersenyum miring menanggapi perkataan Raka, setelah sarapan Kasih tidak mengantar Raka sampai ke teras dan memilih kembali ke kamarnya.


Raka sempat merasa heran tapi ia langsung menepisnya dan beranggapan Kasih sedang lelah apalagi perut kasih semakin besar yang membuat ibu hamil itu sering kelelahan.


...*****...


"Sekarang bos ganteng yang mimpin perusahaan lagi, kudu memperbaiki penampilan ini, siapa tahu di lirik dan jadi nyonya Arkan." Ucap Nadia.


"Cewek sekelas kamu mana mungkin di lirik sama pak Arkan. Mimpi jangan ketinggian." Ejek Sheila.

__ADS_1


"Suka-suka saya dong mau suka sama siapa yang penting bukan suka sama suami orang." Ucap Nadia.


Sheila yang mendengar ucapan Nadia emosi tidak sadar membuka aibnya.


"Maksud kamu apa, kamu nyindir saya." Ucap Sheila.


Nadia terkejut dengan perkataan sheila begitu juga dengan Adam, Anton dan Dion yang mendengar perkataan Sheila.


" Emangnya kamu suka sama laki orang, waduh bahaya nih" ucap Anton yang semakin yakin kalau Raka ada hubungan dengan Sheila.


Melihat Sheila yang semakin terpojok Raka menyuruh rekannya kembali bekerja dan tidak membahas masalah itu lagi.


Ketika Raka ingin beranjak ke ruangannya tiba-tiba Anton berkata "Sepintar-pintarnya tupai melompat pasti jatuh juga jadi lebih baik stop sebelum menyesal."


"Maksud kamu apa Anton?" Ucap Raka menarik kemeja Anton yang tersulut emosi mendengar apa yang Anton katakan.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih Raka, aku cuma mengingatkan Sheila, siapa tahu ia memang lagi suka sama suami orang, jadi sebagai teman saya cuma mengingatkan. Kenapa kamu yang sewot, apa jangan-jangan suami orang yang Sheila suka itu kamu?" Ejek Anton


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya biar author semangat up-nya.


__ADS_2