
Sheila yang tadinya sedang jengkel, tiba-tiba menginginkan buah rambutan, entah mengapa perempuan itu tiba-tiba ingin sekali makan buah tersebut. Rasa manis buah rambutan semakin menari-nari di pikirannya.
"Sepertinya aku sedang ngidam, dimana aku bisa mendapatkan buah rambutan bukannya sedang tidak musimnya." Pikir Sheila
Wanita itu kembali fokus pada kerjaannya agar rasa ingin memakan buat tersebut hilang.
Tapi sayang, wanita hamil itu sudah mencoba dan menahan keinginannya karena ia tahu tidak mudah menemukan buah tersebut apalagi sekarang bukanlah musimnya.
Sekuat tenaga ia berusaha untuk tidak memikirkan buah rambutan tersebut tapi tidak bisa rasanya ia ingin menangis karena tidak dapat mencicipi manisnya buah itu.
"Aku tidak bisa seperti ini, aku harus mendapatkan buah rambutan itu. Sekarang aku harus menyuruh mas Raka mencarinya, toh ini keinginan anaknya juga." ucap Sheila dalam hati.
__ADS_1
"Kamu sabar ya nak tunggu sebentar, kita minta papa kamu yang Carikan." Ucap Sheila mengelus perutnya yang sudah mulai buncit.
Sheila memantapkan hati untuk memasuki ruangan suaminya, mencoba mengutarakan keinginannya, Sheila juga berpikir kepada siapa lagi ia meminta kalau bukan pada Raka, ayah dari anak yang ia kandung adalah laki-laki itu. Tentu raka lah yang bertanggung jawab, begitulah pikiran Sheila.
Sheila membuka pintu ruangan suaminya dan segera memasukinya. Ia melihat suaminya sedang sibuk dengan laptopnya, Raka segera melihat siapa yang berani masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Setelah melihat siapa pelakunya, Raka hanya memasang wajah tidak bersahabat. Sedangkan Sheila kini sudah mendekati suaminya dan bertingkah manja dengan duduk di pangkuan sang suami tanpa peduli dengan raut wajah Raka.
Wanita itu kini tengah membujuk Raka siapa tahu hati Raka melunak dengan membawa janin yang ada di dalam kandungannya.
"Mas aku ini istrimu, bukannya sudah biasa aku keluar masuk ruangan mu. Kenapa kamu protes bukannya dulu kamu biasa saja." Ucap Sheila.
__ADS_1
"Tapi ini kantor, dulu dan sekarang berbeda. Jaga sikapmu Sheila, aku tidak suka. Ada perlu apa kamu menemuiku?" Raka bahkan menurunkan Sheila dengan kasar dari pangkuannya.
"Anak kita ingin makan rambutan, tolong mas carikan untuk kami." Pinta Sheila dengan wajah memohon.
"Rambutan sedang tidak musim jadi jangan aneh-aneh." Jawab Raka dengan ketus.
"Aku gak mau tahu mas, aku ingin rambutan titik. Musim atau tidak aku tidak peduli, terserah mas mau cari kemana." Ucap Sheila sedikit kesal.
"Jangan mengatur aku shei, kalau kamu mau cari sendiri jangan menyusahkan aku. Kamu pikir aku pengangguran, memenuhi permintaan bodohmu itu." Bentak Raka yang mulai emosi.
"Tapi ini keinginan anak kamu, jadi kamu harus tanggung jawab. Selama hamil baru kali ini aku meminta sesuatu kepada kamu mas, tapi kamu tidak perduli. Sedangkan tadi siang mendengar mantan istrimu itu menginginkan kue putu dengan cepat kamu memberitahukan dimana tempat membelinya. Ayah macam apa kamu. Dasar laki-laki pengecut, pantas saja Kasih menceraikanmu." Hina Sheila.
__ADS_1
Mendengar hinaan istrinya Raka langsung berdiri dan mencekik leher Sheila, laki-laki bahkan mendorong Sheila hingga ketembok "Jangan coba-coba sebut nama Kasih, mulut kotormu itu tidak pantas menyebut nama wanita sebaik Kasih. Jika Aku tidak ingin kenapa, aku juga tidak pernah menginginkan kehadiran anak yang ada di perutmu itu sialan ." Ucap Raka kemudian melepaskan tangannya dari leher Sheila.
"Ayo dong di like, komentar vote dan hadiahnya biar author semangat upnya