Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 90 "Raka dan Sheila menikah"


__ADS_3

Sore harinya Raka segera melajukan mobilnya ke rumah lamanya ia dan pengacaranya sudah berjanji akan bertemu di sana, sedangkan Kasih yang juga mendapatkan kabar dari pengacaranya bahwa rumah itu sudah ada pembelinya.


Kasih segera pamit kepada orang rumah karena pengacaranya sudah ada di jalan untuk menjemput Kasih.


Ada rasa malas untuk datang karena ia akan bertemu dengan mantan suaminya, terlalu sakit ketika melihat wajah mantan suaminya itu yang mengingatkan dirinya dengan penghianatan yang di lakukan Raka.


Tapi apa boleh buat ini adalah jalan satu-satunya agar ia mendapatkan tambahan modal untuk usaha toko kuenya.


Raka dan Kasih di dampingi kuasa hukum masing-masing, anak buah papa Arman sudah memberi uang kepada pengacara Raka dan semua berkas-berkas sudah selesai bahwa rumah itu sudah resmi di jual.


Kini tinggal Raka, Kasih dan pengacara dari kedua belah pihak. Mereka akan membagi hasil penjualan rumah itu, setelah selesai dengan urusannya Kasih meminta kepada pengacaranya agar segera pulang.


"Pak apa semua urusan sudah selesai? Saya tidak bisa lama-lama di sini karena anak saya sedang menunggu saya di rumah." Tanya Kasih.


"Sudah Bu Kasih, Mari saya antar pulang?" Jawab pengacaranya.


Kemudian pengacara Kasih berpamitan kepada Raka dan pengacaranya, tapi ketika Kasih dan pengacaranya ingin meninggalkan tempat tersebut Raka menarik tangan Kasih.


"Tunggu Kasih, biar mas yang mengantar kamu pulang." Ujar Raka.


"Lepaskan tanganmu mas, jangan sentuh aku karena kita sudah bukan suami istri lagi." Ucap Kasih menatap tajam mantan suaminya itu.


"Maaf Kasih mas lupa, mas bukan bermaksud apa-apa mas cuma ingin tahu kamu tinggal di mana dan memastikan bahwa anak-anak bisa tinggal di rumah yang nyaman. Mas juga ingin bertemu anak-anak Kas, mas sudah sangat merindukan mereka apalagi si kecil mas belum pernah menggendongnya." Tutur Raka.


"Tenang saja, aku masih mampu memberi tempat tinggal yang layak untuk anak-anakku. kamu tidak perlu tahu di mana aku tinggal, ingat semua ini terjadi karena ulahmu." ucap Kasih yang sudah mulai emosi.

__ADS_1


"Kamu juga jangan lupa apa keputusan pengadilan Kas, walau hak asuh anak-anak jatuh ke tanganmu tapi aku berhak untuk bertemu dengan anak-anak. Jadi jangan persulit aku untuk menemui anak-anakku atau aku akan mengadukan kamu." Ucap Raka.


"Aku tidak akan mempersulit kamu bertemu dengan anak-anak, jika kamu ingin menemui mereka kamu bisa hubungi saya, dan saya akan mengatur di mana kamu bertemu dengan anak-anak.'' Jawab Kasih dengan enteng.


"Kenapa harus bertemu di luar, kenapa gak di rumah kamu saja?" Tanya Raka.


"Saya tidak mau nanti para tetangga saya berpikiran negatif kepada saya dengan memperbolehkan seorang laki-laki datang ke rumah saya sedangkan saya adalah seorang janda. Saya bukanlah perempuan murahan yang dengan mudahnya memperbolehkan laki-laki masuk ke dalam rumah." Ucap Kasih yang membuat Raka terdiam.


"Baik kalau pak Raka sudah tidak ada lagi yang di tanyakan, kami permisi terlebih dahulu. Seperti yang ibu Kasih katakan kalau bapak ingin bertemu dengan anak-anak bapak. Silahkan hubungi ibu Kasih." Ucap pengacara Kasih.


Raka hanya dapat melihat kepergian mantan istrinya, Raka bahkan tidak menyangka wanita yang dulu lemah lembut dan sangat jarang marah itu berubah menjadi wanita yang pemberani dan kuat, Raka telah salah menilai Kasih. Dia berpikir jika mereka bercerai Kasih akan terpuruk dan menyesali keputusannya meminta berpisah, tapi semuanya tidak terjadi Kasih malah berubah menjadi wanita yang kuat, mandiri.


...*****...


Toko kue yang di buka oleh Kasih juga sangat ramai pembeli, selain rasa kue yang enak ada juga campur tangan orang-orang yang baik kepada Kasih yang dengan suka rela mempromosikan tokonya. Mama Risma, kedua mantan Kakak ipar Kasih tidak bosan mempromosikan toko kue Kasih kepada teman-teman mereka sehingga Kasih kebanjiran pesanan.


Walaupun Kasih dan Raka sudah berpisah tapi Kasih masih menjalin hubungan baik dengan keluarga mantan suaminya itu.


Sedangkan Raka dan Sheila sudah melangsungkan pernikahan mereka secara sederhana, tanpa di hadiri satu pun dari keluarga Raka. Walaupun Raka dan Sheila sudah datang untuk meminta restu ke rumah orang tuanya tapi bukan restu yang mereka dapat melainkan amarah, caci maki dan sumpah serapah dari orang tua Raka.


"Mas, kita kan sudah menikah kapan kita mengadakan resepsi pernikahan kita. Aku mau resepsi yang mewah dan meriah agar orang-orang tahu kita sudah menikah dan kamu hanya milikku." Ucap Sheila dengan manja.


"Kamu sabar ya sayang, nanti kalau uangnya sudah terkumpul kita akan melaksanakan resepsi seperti yang kau inginkan" bujuk Raka sembari membelai wajah istri barunya itu.


"Bukannya mas, sudah ada uang dari hasil penjualan rumah itu dan di tambah tabungan rahasia mas, aku rasa itu sudah cukup untuk pesta resepsi kita sayang."

__ADS_1


"I...iya sayang, Kamu atur saja kalau begitu kapan kita akan melaksanakan resepsi pernikahan kita." ucap Raka.


Sebenarnya ia kurang setuju dengan mengadakan resepsi secara mewah yang akan menelan biaya yang tidak sedikit, tapi apa boleh buat dari pada istrinya itu marah dan mendiamkannya terpaksa ia menyetujui hal itu.


...*****...


sedangkan di rumah pak Arman kini sedang ramai dari hari biasanya karena kehadiran anak-anak Kasih, nenek Murni dan mama Risma sengaja membawa anak-anak Kasih ke rumah Mereka agar tidak mengganggu Kasih yang sibuk dengan toko kuenya, karena kadang Sarti kewalahan menjaga kedua anaknya Kasih itu.


Kini Dara sibuk berlari-lari di dalam rumah mewah nan luas tersebut ada papa Arman yang sedari tadi mengejar bocah perempuan tersebut, mengajaknya bermain. Mereka seakan mempunyai hiburan baru setelah kedatangan kedua anak itu.


Sedangkan nenek Murni, dan mama Risma menjaga si kecil Ardy mereka menyuruh Sarti istirahat agar ia bisa bersantai sejenak.


Kebetulan hari ini hari Minggu, membuat semua orang ada di rumah termasuk Arkan.


Setelah pulang dari Jerman Arkan memutuskan untuk tinggal bersama dengan orang tuanya kembali, karena rengekan neneknya dan di dukung oleh mama Risma juga.


Arkan menuruni tangga dan heran melihat ada bocah perempuan berlari-lari di dalam rumahnya.


Dara yang asyik bermain tidak memperhatikan jalannya sehingga ia menabrak seseorang yang ada di hadapannya.


"Aduh...." Ucap Dara jatuh kesakitan.


"Siapa kamu kenapa lari-lari di dalam rumahku? " Tanya Arkan dengan muka datarnya.


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih banyak ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2