Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 106 "Detik-detik menuju ijab kabul"


__ADS_3

Keluarga Kasih sudah sampai di Jakarta mereka sekarang sedang di hotel tempat pernikahan Arkan dan Kasih, Arkan memang menyiapkan kamar hotel untuk tempat menginap keluarga yang datang dari luar kota, Sedangkan di rumah Rian kini mantan mertua Kasih sudah sampai. Mereka juga di undang oleh Kasih untuk menghadiri hari bahagianya itu, walau ketika mengetahui mantan menantunya itu akan menikah lagi Bu Dewi sempat bersedih tapi ia tidak boleh egois karena Bu Dewi juga ingin melihat Kasih dan cucunya bahagia. Apalagi Rian mengatakan kalau calon suami dan keluarganya sangat menerima Kasih dan kedua anaknya, membuat Bu Dewi dan pak Adi lega.


Arkan hari ini pergi ke makam almarhumah istri dan anaknya untuk meminta izin dan restu untuk melanjutkan hidupnya dan membina keluarga baru lagi.


"Rena besok mas akan menikah dengan Kasih, mas datang ke sini untuk meminta restu kalian dan semoga ini adalah pernikahan terakhir mas. Maafkan mas yang memberikan posisi mu untuk perempuan lain sayang, tapi sampai saat ini kamu masih jadi pemilik hati mas sayang, walaupun nanti mas punya keluarga baru mas akan tetap sering datang ke sini jadi jangan kira mas sudah melupakan kalian." Ucap Arkan meneteskan air mata.


Setelah merasa cukup berbicara di depan makam istri dan anaknya, Arkan pergi meninggalkan tempat pemakaman tersebut. Arkan segera pulang ke rumah dan ingin cepat-cepat beristirahat, karena besok ia butuh tenaga menghadapi para tamu undangan.

__ADS_1


...*****...


Keesokan harinya di dalam kamar hotel kini Kasih sedang di rias oleh MUA terkenal, mama Risma memang mempersiapkan dan memilih yang terbaik untuk pernikahan anaknya itu "Aduh senang deh kalau dapat pengantinnya sudah cantik natural, gak perlu dempul sana sini karena cantiknya sudah mendarah daging." Ucap penata rias yang mendandani Kasih.


Kasih hanya tersenyum tipis melihat kelakuan penata rias tersebut, Kasih terlalu gugup dengan pernikahan keduanya ini, ia masih tidak percaya kalau sebentar lagi dia akan kembali menjadi seorang istri. Kalau dulu ia menikah karena cinta, tapi sekarang ia menikah dengan seseorang yang baru ia kenal. Kasih bahkan tidak tahu harus bersikap seperti apa nanti, dia tidak bisa membayangkan betapa canggungnya nanti ia dan Arkan. Melihat calon pengantinnya melamun, penata rias tersebut mengajak Kasih untuk berbicara " Mba kok melamun sih, pasti mbanya sedang gugup ya? gak usah gugup mba, di bawa santai saja."


Arkan hanya tersenyum melihat tingkat kepercayaan diri papanya.

__ADS_1


"Nak kamu sudah siap belum, acara sudah mau mulai itu. Pak penghulunya sudah sampai, kalau sudah ayo." Ucap mama Risma yang sudah tidak sabaran.


"Iya ma sabar sedikit, anak kita sudah siap. Arkan kamu sudah latihan ijab kabulkan? Jangan sampai nanti kamu tidak bisa, kalau bisa sekali saja jangan di ulang-ulang dan jangan bikin malu." Tanya Papa Arman.


"Sudah pa, Arkan sudah latihan tadi malam, tenang saja pa. Anakmu ini tidak akan mengecewakanmu." Jawab Arkan.


Kemudian Ketiganya meninggalkan kamar tersebut menuju ke tempat acara.

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.


__ADS_2