
Hinaan dan ejekan yang dilontarkan Anggun membuat Sheila semakin menjadi, emosinya terbakar hebat. Hatinya panas dengan hinaan itu. Sheila kembali menjambak rambut Anggun, wanita hamil itu bahkan memukuli Anggun. Tak mau kalah Anggun juga memberi perlawanan Hinga terjadi pertengkaran diantara kedua wanita itu.
Raka tidak dapat melerai keduanya, apalagi Sheila yang seperti kerasukan. Entah tenaga dari mana ia dapatkan sehingga bisa sekuat itu. Bahkan kini Anggun sudah terkapar di lantai dengan Sheila yang masih berada diatasnya tanpa henti memukul wanita yang menjadi rivalnya itu.
"Dasar murahan, berani kamu menghina dan mengambil milikku. Jangan terlalu bangga dan percaya diri karena aku akan menyingkirkan semua yang menghalangi jalanku. Ucap Sheila yang kini menarik bathrobe yang dikenakan Anggun.
Melihat bathrobe wanita yang kini berada di bawah kukungannya itu terbuka membuat Sheila semakin meradang.
"Jadi ini tubuh yang membuat kamu berpaling dariku, aku akan membuatmu jijik bahkan muntah melihat tubuh wanita sialan ini." Ucap Sheila dengan senyum mengerikan.
__ADS_1
Hatinya semakin sakit kala melihat bekas jejak perbuatan suaminya di tubuh wanita itu. Sheila yang tidak dapat mengendalikan emosinya tidak dapat berpikir jernih. Tanpa sadar ia meraih vas bunga yang ada di dekatnya, memecahkan vas tersebut dan menusuk perut dan dada Anggun yang di penuhi kissmark.
Sheila menusuk Anggun dengan membabi buta, darah Anggun bahkan mengenai baju dan wajah Sheila. Wanita itu tidak sadar sudah melakukan tindakan yang akan membuat hidupnya menderita dan menyesal seumur hidup
Raka membulatkan matanya melihat apa yang dilakukan Sheila, ia tidak menyangka Sheila senekat itu.
"Kamu lihat mas, aku akan menghancurkan semua yang berani menjadi penghalang dalam hidupku. Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia dengan orang lain. Hanya denganku kamu boleh bahagia." Sheila tertawa seperti orang gila.
"Kamu gila Sheila, aku tidak mau bersama wanita gila sepertimu. Menjauh dariku." Teriak Raka ketakutan karena Sheila semakin mendekatinya dengan membawa pecahan vas bunga tadi.
__ADS_1
"Jadi kamu masih menolak aku mas? Baiklah kalau begitu kamu juga akan menyusul wanita sialan ini ke neraka. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia sementara aku hidup di penjara. Jika aku hancur maka kamu juga harus hancur. Aku akan membunuhmu. Gara-gara kamu hidupku jadi hancur, aku membencimu." Teriak Sheila.
Sheila mencoba menusuk Raka tapi tidak berhasil, Raka mendorong Sheila hingga jatuh ke tempat tidur, kemudian ia segera berlari keluar kamar dengan tergesa-gesa, hingga ia menabrak beberapa orang yang memasuki apartemen itu.
Pengantar makanan yang melihat kejadian tadi segera memanggil pihak keamanan apartemen meminta pertolongan.
"Pak tolong saya pak, dia ingin membunuh saya. Dia juga membunuh teman saya pak." Ucap Raka yang ketakutan.
Raka diamankan dan Sheila juga sudah diamankan petugas keamanan, tak lupa mereka menghubungi polisi melaporkan kejadian tersebut. Kini Sheila hanya terduduk dengan tatapan kosong, wanita itu tersadar apa yang baru saja ia lakukan. Hancur sudah hidupnya, ia menyesali semua perbuatannya dan hanya dapat menangisi takdir hidupnya. Hanya karena seorang laki-laki yang tidak mencintainya ia sampai berbuat sejauh ini. Kini kehidupan kelam akan menyambutnya.
__ADS_1