
Keesokan paginya Arkan bangun kesiangan, laki-laki itu buru-buru masuk ke kamar mandi dan segera bersiap ke kantor, tapi sebelum ia berangkat ke kantor ia akan bertemu dengan Kasih dan meminta maaf. Arkan juga sudah membulatkan tekatnya untuk melupakan masa lalunya dan akan menurunkan semua foto almarhumah Rena beserta barang-barang Rena. Setelah bermimpi Arkan menyadari kalau ia sudah mencintai istrinya itu dan tidak sanggup berpisah. Hatinya sangat sakit dan sesak kala melihat Kasih yang pergi meninggalkan dirinya.
Dengan langkah yang cepat lelaki itu turun ke bawah karena ia yakin kalau istrinya itu sedang sibuk di dapur jam segini. Tetapi Arkan sudah mencari di dapur Kasih tidak ada, Arkan bahkan memanggil-manggil nama sang istri tetapi tetap tidak bertemu.
"Kamu kenapa sih Ar teriak-teriak di dalam rumah berisik tahu. Mau kamu koar-koar sampai suaramu habis istrimu gak bakal nyaut bro." Ucap Bayu yang kesal mendengar teriakan Arkan.
"Maksud kamu apa, kamu tahu di mana istriku sekarang?" Tanya Arkan dengan tidak sabar.
__ADS_1
"Tahu dong, aku heran ya sama kamu. Kamu suaminya tapi tidak tahu di mana istrimu. sungguh terlalu." Ledek Bayu.
"Ayolah Bay jangan berbelit-belit, aku gak punya waktu untuk mendengarkan ceramah mu itu. Tolong beritahu aku di mana istriku sekarang." Pinta Arkan karena ia sudah hampir terlambat berangkat ke kantor.
"Kasih sudah berangkat ke toko kuenya, karena hari ini banyak pesanan kue yang harus ia siapkan makanya perginya pagi sekali, tadi Tante Risma sudah menyuruhku untuk mengantarnya tapi Kasih menolak dan memilih untuk naik taksi saja. Kamu cemburu sama aku, makanya Kasih menolak aku antar?" Tanya Bayu.
"Bibi nanti tolong semua foto dan barang-barang almarhumah Rena di keluarkan dari kamar saya dan semua foto simpan di gudang, untuk baju-baju, tas, sepatu dan barang lainnya yang masih bisa di gunakan, silahkan kalian ambil jika ada yang cocok untuk kalian atau mungkin untuk anak dan saudara kalian. Kalau masih tersisa sumbangkan saja." ucap Arkan.
__ADS_1
Mama Risma yang kebetulan lewat mendengar perintah sang anak kepada asisten rumah tangga mereka, tidak menyangka kalau putranya itu sudah memutuskan untuk merelakan masa lalunya itu. Dengan langkah cepat ia mendekati sang anak "Kenapa semua barang-barang Rena di keluarkan, bukannya kamu tidak pernah mengizinkannya?" Tanya mama Risma dengan senang.
"Aku akan memulai hidup baru dengan Kasih tanpa bayang-bayang Rena lagi ma, aku sudah salah menyakiti istriku selama ini. Arkan tidak ingin Kasih pergi ma, Arkan sadar Kasih sudah menggeser posisi Rena di hati Arkan ma. Kasihlah sekarang yang menguasai hati ini ma, biarlah Rena menjadi kenangan dan Arkan akan menyimpannya di sudut hati Arkan ma. Arkan tidak salahkan ma, memberi ruang sedikit tempat di hati Arkan untuk Rena." Tutur lelaki itu di hadapan mama dan sepupunya.
Mama Risma meneteskan air matanya mendengar semua pengakuan Arkan, ia bahkan memeluk arkan sambil berkata "Kamu tidak salah menyisakan sedikit ruang di hati kamu untuk Rena, tapi hanya sedikit saja karena sekarang Kasihlah masa depanmu."
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.
__ADS_1