Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 239 "Akhir yang bahagia"


__ADS_3

Kini Raka dan kedua orang tuanya sedang berada di rumah Arkan. Raka memang sudah menghubungi Arkan dan meminta untuk bisa bertemu dengan kedua anaknya, dengan senang hati Arkan menyetujuinya dan menyuruh Raka untuk datang ke rumahnya.


Setelah dari makam Sheila, Raka dan kedua orangtuanya datang berkunjung ke rumah Arkan. Ketiganya juga sangat merindukan Dara dan Ardy, tak lupa mereka membelikan mainan untuk kedua bocah tersebut.


Sesampai di rumah Arkan, Raka langsung di sambut oleh ke dua anaknya yang sudah menunggu di teras dengan Arkan.


Dara dan Ardy sangat bahagia mendengar papanya akan datang menjenguknya, kedua bocah itu tidak mengetahui jika selama ini ayahnya di penjara. Kasih dan Arkan hanya mengatakan kalau Raka sedang bekerja di luar kota sehingga tidak bisa menjenguk mereka. Raka turun dari mobil, tersenyum melihat kedua anaknya.


"Papa...." Dara langsung berlari memeluk Raka, bocah itu langsung naik ke gendongan Raka sembari memeluk papanya dengan erat.


"Dara rindu papa, kenapa kerjanya lama sekali. Apa kerjaan papa sudah selesai? Mama dan papa ganteng bilang kalau papa kerja jauh di luar kota, makanya gak bisa datang liat Dara sama adik Ardy." Putri Raka itu tidak berhenti bertanya kepada Raka.


Raka menangis kala mendengar cerita anaknya, ia sangat bersyukur kalau Arkan dan Kasih tidak memberitahu dimana dirinya berada selama ini.


"Papa kenapa nangis?" Tanya Dara khawatir.


"Papa cuma rindu sama Dara dan adik Ardy. Papa senang akhirnya bisa bertemu dan memeluk anak-anak papa. Iya, Papa kerja di luar kota. Maafin papa ya, karena sudah lama tidak menjenguk kakak dan adik Ardy." Ucap raka.


Dara menganggukkan kepalanya menerima permintaan maaf papanya, kemudian mereka berjalan mendekati Arkan yang kini menggendong Ardy.


"Hai Raka, apa kabar." Ucap Arkan menyapa matan karyawannya itu dengan hangat.


"Hai juga pak Arkan, Alhamdulillah kabar saya baik. Maaf karena kehadiran saya sudah merepotkan bapak." Ucap Raka sedikit canggung.


"Jangan panggil bapak, saya sudah tidak bos kamu lagi. Panggil nama saja biar lebih akrab. Oh ya, mari masuk. Om, Tante mari masuk Kasih sudah menunggu di dalam." Ajak Arkan.


Arkan dan keluarganya menerima kedatangan Raka dan keluarganya dengan hangat, Arkan sudah memaafkan kesalahan Raka yang menggelapkan uang perusahaan dan memilih melupakannya, kini ia harus berlapang dada karena sampai kapanpun mereka akan tetap terhubung, dalam hal membesarkan dan memberikan kasih sayang terhadap Dara dan Ardy. Arkan tidak ingin, kedua anak sambungnya ini tidak merasakan kasih sayang seorang ayah kandung.


"Mas ayo makan, makanan sudah siap." Ajak Kasih kepada Arkan.


Arkan kemudian mengajak Raka dan keluarganya ke untuk makan malam bersama, kini semuanya sudah duduk di meja makan menikmati makan malam mereka, dengan telaten Kasih melayani Arkan. Kasih dengan sigap menyajikan makanan untuk Arkan dan kedua anaknya.


Raka hanya dapat melihat pemandangan manis itu, dulu ia pernah di posisi Arkan diperlakukan bak raja oleh Kasih. Tapi ia tidak pandai bersyukur sehingga ia kehilangan itu semua.


Raka hanya dapat menguatkan hati, tidak ada gunanya menyesali semua yang terjadi. Melihat Kasih dan kedua anaknya hidup bahagia sudah lebih dari cukup baginya.

__ADS_1


Bukankah cinta tak harus memiliki, bahkan level tertinggi mencintai adalah mengiklaskan.


Ya, sekarang Raka akan mengiklaskan Kasih dan kedua anaknya hidup dengan Arkan. Laki-laki yang mencintai Kasih dan kedua anaknya dengan tulus, Raka akan fokus menjaga Kasih karena bayinya itu hanya memiliki dirinya saja.


Selesai makan malam, orang tua Raka dan orang tua Arkan mengobrol di ruang keluarga, nenek Murni pamit ke kamar untuk istirahat. Faktor usia membuat ia tidak ikut melanjutkan acara bincang-bincang tersebut.


Sedangkan kasih memilih untuk mengurus kelima anaknya. Kasih mengajak Ardy dan Dara ke kamar mereka, ibu lima anak itu akan mengantarkan anaknya tidur baru setelah itu ia akan melihat si kembar yang sedang di asuh oleh pengasuhnya.


Arkan memutuskan memakai jasa pengasuh karena tidak ingin istrinya kecapean dan waktu untuk dirinya juga berkurang. Kini ada empat pengasuh di rumah tersebut Arkan memperkerjakan tiga pengasuh untuk anak kembarnya di tambah Sarti yang masih tetap jadi pengasuh Ardy.


Walau anak-anaknya mempunyai pengasuh tapi Kasih tetap memantau dan merawat anak-anaknya, dia tidak mau jika anak-anaknya lebih dekat dengan pengasuh daripada dengan dirinya.


Sedangkan Arkan dan Raka sedang berbincang di gazebo yang ada di dekat kolam renang, Keduanya larut dalam pembicaraan santai sembari menikmati kopi yang di siapkan oleh asisten rumah tangga Arkan.


Laki-laki yang mencintai wanita yang sama itu tampak akrab layaknya teman. Kini keduanya sudah bisa saling menerima serta menurunkan ego demi anak-anak.


"Apa rencana kamu ke depannya?" Tanya Arkan mulai serius.


"Sepertinya aku akan pindah ke kampung dan mencoba mencari peruntungan di sana. Aku akan memulai hidup baru dengan anakku Kasih di sana. Bukan berarti aku tidak sayang dengan Dara dan Ardy, tapi aku percaya mereka tidak akan kekurangan kasih sayang karena ada kamu yang sangat menyayangi mereka. Terima kasih karena sudah menyayangi mereka dengan tulus. Aku titip anak-anak denganmu." Ucap Raka.


"Mas sudah larut malam, ayo kita istirahat." Ucap Kasih mendekati suami dan mantan suaminya itu.


"Iya sayang, Kami keasyikan ngobrol jadi lupa waktu." Jawab Arkan.


"Emang ngobrolin apa, sepertinya sangat asyik sehingga lupa waktu." Selidik Kasih yang sedikit penasaran.


Arkan menjelaskan kepada istrinya apa yang mereka bicarakan tadi, Kasih hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Semoga berhasil memulai usahanya mas, semoga mas dan Kasih selalu di limpahkan kebahagian." Ucap Kasih kepada mantan suaminya itu.


"Terima Kasih atas doanya Kas, bolehkan jika libur sekolah aku membawa Dara dan Ardy ke kampung untuk berlibur di sana. Mungkin ke depannya aku tidak bisa lagi datang menjenguk mereka sesering sekarang." Pinta Raka.


"Boleh mas, mereka juga anak-anak mas." Ucap Kasih.


Setelah itu ketiganya memasuki rumah, Kasih dan Arkan memasuki kamar mereka sedangkan Raka hanya bisa menatap kepergian sepasang suami istri itu.

__ADS_1


Lagi-lagi Raka hanya bisa menyesali kebodohannya dan kemudian melangkahkan Kakinya memasuki kamar tamu, karena baik Arkan dan keluarganya meminta Raka dan keluarganya untuk menginap.


Kini Raka sedang memeluk kedua anaknya sebelum kembali ke kampung, semua ikut mengantarkan Raka dan keluarganya sampai ke depan.


"Mama pamit dulu ya, kalau ada waktu luang datanglah ke kampung mengunjungi kami." Ucap mama Raka pamit kepada Kasih.


" Iya tante, nanti kalau Arkan libur pasti kamu datang mengunjungi Tante dan keluarga." Sela Arkan, melihat Kasih yang bingung ingin memberi Jawaban apa untuk mantan mertuanya itu.


Kasih tidak ingin suaminya salah paham, Arkan yang paham dengan keraguan istrinya langsung membalas ucapan orang tua Raka.


Kini Raka dan keluarganya sudah pergi kedua orang tua Arkan dan nenek Murni sudah memasuki rumah.


"Ayo sayang kita masuk, aku ingin bermain dengan anak-anak." Ajak Arkan mulai melangkahkan kakinya.


Baru beberapa langkah, Arkan merasakan pelukan hangat dari istrinya, Kasih memeluk Arkan dari belakang.


"Terima Kasih." Ucap Kasih.


"Untuk."


"Terima kasih sudah hadir di hidupku, kamu hadir kala harapan itu sudah hampir musnah. Terima Kasih karena sudah memilih aku menjadi pendamping mu, mencintai aku dan anak-anak. Aku akan berada di sampingmu sampai azal menjemput. Aku mencintaimu mas." Tutur Kasih.


Arkan mencium bibir Istrinya setelah mendengar pengakuan istrinya, rasa bahagia menyeruak di seluruh hatinya.


"Aku juga mencintaimu sayang. Istriku mari kita lukis cerita cinta kita dengan kelima anak kita." Ajak Arkan.


Kasih mengangkukkan kepalanya, kini keduanya memasuki rumah mereka dengan langkah bahagia.


Tamat.


Alhamdulillah akhirnya novel pertama aku "Luka yang kau beri" selesai juga, terima kasih kepada teman-teman yang sudah mampir di karyaku. Maaf jika masih banyak kekurangan di novel ini, karena saya masih dalam tahap belajar.


Terima Kasih.


Jangan lupa mampir di novel baru aku "Menanti cinta suamiku"

__ADS_1


__ADS_2