Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 32 "Asisten manager baru"


__ADS_3

Mendengar perkataan nenek Murni, mama dan papa Arkan merasa iba kepada orang tua mereka yang sangat ingin melihat penerus keluarga mereka.


"Sabar ya ma, Risma yakin kalau semuanya akan indah pada waktunya. Anggap saja sekarang bukan waktu yang tepat ma." Ucap mama Raka kepada mertuanya.


"Tapi kapan waktu yang tepat Ris, mama ini sudah tua kalau mama keburu di panggil tuhan bagaimana? mama selalu berdoa kepada Allah supaya sebelum mama menutup mata Allah mengizinkan mama melihat cucu menantu dan cicit mama." Tuturnya pada sang menantu.


"Mama gak boleh ngomong begitu, rezeki, jodoh, maut kita tidak ada yang tau. Siapa tau aku yang di panggil duluan dari pada mama" ucap Pak Arman.


"Kok ngomongnya pada ngacok sih, sudah gak usah ngomong di panggil tuhan lagi. Sekarang kita harus terus berdoa kepada Allah semoga jodohnya Arkan di dekatkan dan dia adalah wanita yang baik, yang bisa menjadi menantu kebanggaan keluarga kita." Ucap mama Arkan .


"Amin...." Ucap pak Arman dan nenek Murni bersamaan.


Setelah itu barulah mereka pergi ke kamar masing-masing karena hari sudah mulai larut perlu bagi ketiga manusia yang sudah banyak menikmati pahit manisnya kehidupan itu untuk mengistirahatkan raganya agar besok dapat memulai harinya dengan baik.

__ADS_1


*****


Pagi ini Raka sedikit terlambat datang ke kantor karena pagi tadi dia mendapatkan telpon dari penyalur asisten rumah tangga kalau pagi ini asisten rumah tangga mereka akan datang.


Setelah asisten rumah tangga mereka datang barulah ia bergegas ke kantor.


Sesampai di kantor para staf divisi keuangan sudah berkumpul begitu juga dengan omnya Sheila.


"Ada apa ya pak? maaf pak saya sedikit terlambat karena terjebak macet tadi pak." Tutur Raka beralasan.


"Karena ibu Fitri sedang dalam masa cuti melahirkan saya kira posisi sebagai asisten manager keuangan perlu di gantikan. Agar pak Raka tidak terlalu repot karena ada yang membantu. Oleh sebab itu saya sudah memutuskan siapa yang akan menjadi pengganti ibu Fitri, saya juga sudah mempertimbangkan siapa yang cocok dengan posisi tersebut, dan saya mempercayakan posisi itu kepada ibu Sheila." Ungkap omnya Sheila.


Banyak karyawan yang tidak setuju dengan penuturan omnya Sheila tapi apalah daya mereka hanya karyawan biasa, jika protes bisa-bisa besok datang surat PHK. Sedangkan Sheila tersenyum mendengar perkataan omnya.

__ADS_1


Setelah selesai menyampaikan berita tersebut, omnya Sheila langsung pamit dari divisi keuangan, kemudian Raka menyuruh stafnya kembali ke meja masing-masing dan memulai aktivitas seperti biasa.


Raka juga segera berlalu keruangannya, sebenarnya Raka juga sedikit heran kenapa Sheila yang terpilih padahal dia masih karyawan baru sementara masih ada yang lebih layak seperti Adam dan Anton.


Raka langsung menghilangkan prasangka ya kepada Sheila kemudian mulai membuka laptopnya memulai pekerjaannya.


Sedangkan Sheila yang sudah resmi menjadi asistennya Raka, langsung memulai tugasnya.


Sheila bergegas memeriksa berkas yang ada di hadapannya.


Sedangkan Nadia masih tidak habis pikir kenapa harus Sheila yang terpilih menjadi asisten menggantikan Fitri sementara masih banyak yang lebih layak dari Sheila.


"Apa lebihnya sih dia, masih banyak yang lebih pantas berada di posisinya. Bahkan aku lebih layak dari pada dia. Dasar wanita licik mentang-mentang punya orang dalam." Umpat Nadia.

__ADS_1


__ADS_2