
Raka dan Sheila baru tiba di Jakarta setelah menikmati 2 hari liburan singkat mereka.
raut wajah bahagia terpanggang jelas di wajah keduanya, mereka keluar dari bandara dan menaiki taksi yang berbeda.
Sebelum berpisah Sheila menyempatkan mencium pipi Raka yang sontak membuat Raka terkejut.
"honey, jangan seperti itu kenapa kamu menciumiku di tempat umum, kalau ada yang mengenal kita bahaya." ucap Raka yang sedikit kesal dengan tindakan ceroboh Sheila.
"Maaf honey aku kelepasan, habis aku belum puas berduaan sama kamu, kapan kita bisa hidup berdua honey?" tanya Sheila.
"Sheila jangan memimpikan yang tidak akan pernah terjadi." Ucap Raka memperingati wanita itu.
__ADS_1
"Kenapa mas, kamu bilang kamu cinta sama aku,kamu sudah tidak mencintai istri kamu itu, tapi kenapa mas tidak bisa melepaskannya untuk bisa bersamaku." Tutur Sheila yang sudah berkaca-kaca.
Raka yang menyadari mereka mulai jadi tontonan orang lain, berusaha membujuk Sheila agar tidak merajuk lagi.
"Honey nanti saja kita bicarakan itu, yang penting kamu ingat sekarang di hati mas cuma ada kamu, mas hanya menunggu waktu yang tepat untuk menceraikan Kasih." rayu Raka supaya wanita dihadapannya itu percaya dan tidak marah lagi.
Author dalam hati ( mau aja si Sheila termakan rayuan gombal lelaki seperti Raka, janji kepada istri sahnya saja dia bisa ingkar apalagi sama kamu yang cuma selingkuhan, yang bikin janji di atas materai saja bisa cerai apalagi yang janji di atas kasur. Jangan mimpi deh, pikir pake otak shei, jangan pakai dengkul.
Sehingga ia tidak dapat memastikan bahwa yang tadi ia lihat itu Raka atau cuma mirip, karena ia melihat Raka dari jarak yang cukup jauh.
"Itu Raka apa bukan sih, tapi kalau Raka kenapa sama cewek lain mana tadi kelihatan mesra, apa aku salah lihat ya mungkin cuma mirip Raka saja, mana mungkin Raka yang cinta bangat sama Kasih selingkuh dengan wanita lain. Lebih baik nanti saja aku tanyakan." ucap kakak kedua Raka yang baru pulang tugas dari luar kota juga.
__ADS_1
...*****...
Sementara di sebuah Cafe kini duduk 3 wanita cantik yang sedang asyik bercerita, lebih tepatnya mendengar cerita Kasih. Kasih yang belum juga tenang karena dua hari ini suaminya tidak bisa di hubungi mencoba bercerita dengan kedua kakak iparnya Dini dan Sari.
Setelah mendengar semua ceritanya Kasih membuat kedua wanita tersebut iba apalagi Sari yang pernah melihat Raka bersama perempuan di sebuah cafe, di tambah lagi ketika terakhir kali ia bertemu dengan Kasih adik iparnya itu tidak ikut menemani Kasih untuk memeriksakan kandungannya yang semakin memperkuat dugaannya kalau Raka sedang main belakang.
Sedangkan Dini hanya dapat mengatakan sabar dan menguatkan adik iparnya itu, dan mengatakan jangan takut karena ada kami d di sampingmu.
Tak tahan dengan melihat kerapuhan Kasih Sari yang sudah terbawa emosi tak sadar berkata dengan sedikit membentak Kasih.
"Jadi wanita itu jangan lembek, jangan mau kelihatan lemah di depan mereka, jangan terlalu mengumbar cintamu dihadapannya. Jika Raka memang berselingkuh kamu harus tegar, kuat, ingat kamu sudah mempunyai anak, jangan hanya menduga-duga kamu harus cari bukti karena percuma kamu menuduhnya tanpa bukti, sedangkan bukti di depan mata laki-laki masih bisa mengelak." Tutur Sari.
__ADS_1