Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 201 "Tangisan bahagia nenek Murni"


__ADS_3

"Iya nek, sebentar lagi nenek akan menggendong cicit nenek. Semoga Kasih dan bayinya sehat dan selamat sampai lahiran ya nek." Ucap Kasih.


"Pasti, nenek selalu mendoakan kamu dan cicit nenek. Nenek selalu mendoakan agar keluarga kita di beri kesehatan, di lindungi dari mata bahaya dan selalu di beri kebahagian." Ucap nenek Murni.


Nenek Murni masih terus menangis, tangisan bahagia karena sebentar lagi ia akan melihat penerus keluarganya. Hal yang paling ia impikan selama ini. Nenek Murni selalu berdoa agar diberi umur panjang, supaya ia bisa melihat lahirnya penerus keluarga mereka dan hari ini semuanya terkabul membuat wanita tua itu tidak dapat membendung air matanya.


"Pak kamu pasti senang, walau kamu tidak ada di sini tapi ibu yakin, kalau bapak menyaksikan kebahagian ini dari atas sana. Pak sebentar lagi kita akan punya cicit. Penerus keluarga kita akan lahir pak." Ucap nenek Murni seolah almarhum suaminya mendengar kata-katanya.


Papa Arman memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu, papa Arman tahu selama ini yang paling di khawatirkan ibunya. Apalagi ketika Arkan tidak mau untuk membuka hati kepada wanita setelah kematian Rena. Tapi setelah Arkan dan Kasih menikah ibunya itu sedikit lega walau sedikit kecewa karena Arkan memutuskan untuk menunda mempunyai anak. Tapi nenek Murni juga paham kenapa Arkan mengatakan hal tersebut, karena kondisi Kasih saat itu belum memungkinkan untuk mengandung kembali.

__ADS_1


Kini apa yang di impikan ibunya sudah terwujud, membuat papa Arman juga menitihkan air matanya melihat kebahagian ibunya.


"Ibu bahagiakan, sebentar lagi keinginan ibu terkabul. Ibu harus sehat terus biar bisa menggendong cicit ibu. Makanannya harus di jaga, jangan makan makanan yang tidak sehat lagi. Supaya nanti kalau anaknya Arkan sudah lahir, ibu kuat mengajaknya bermain." Ucap papa Arman yang kini menghapus air mata di kulit keriput ibunya.


Nenek Murni menganggukkan kepalanya " Ibu janji tidak akan nakal lagi, ibu tidak akan makan makanan yang tidak sehat lagi.Agar ibu bisa lebih lama melihat cicit ibu."


"Bro terima kasih sudah mengantarku ke bandara, tumben kamu baik bangat. Kesambet setan apa kamu?" Ledek Bayu.


"Aku selalu baik sama orang bro, kamu aja yang tidak bisa melihat kebaikanku itu." balas Arkan.

__ADS_1


Keduanya tertawa bersama, apalagi mengingat beberapa waktu yang lalu Arkan sempat mengibarkan bendera perang karena bayu mendekati istrinya dengan terang-terangan.


"Bay, aku mau berterima Kasih banyak Sama kamu. Berkat kamu aku jadi sadar kalau aku sangat mencintai istriku. Aku gak tahu bagaimana jadinya kalau kamu tidak mau mengikuti rencana keluargaku. Mungkin saat ini aku sudah kehilangan Kasih." Ucap Arkan dengan tulus.


"Itu gunanya saudara bro, aku hanya berusaha menyadarkan dirimu, karena aku tidak mau sepupuku yang bodoh ini kehilangan wanita sebaik Kasih." Ucap Bayu menepuk pundak Arkan.


Semuanya berbahagia mendengar kabar kehamilan Kasih, Mendengar perkataan Arkan tentang perkataan Dokter membuat semua anggota keluarga Arkan memperlakukan Kasih bak ratu. Kasih bahkan tidak boleh lagi memasak, makanan Kasih selalu di pantau mama Risma, tak ingin asupan gizi sang menantu dan calon cucu tidak terpenuhi.


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2