
Semua orang terkejut, karena penantian mereka selama ini tidak sia-sia, Arkan langsung memberikan tiga penerus keluarga sekaligus untuk mereka.
mama dan nenek Arkan tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Keduanya terus mengucap syukur atas anugerah yang di berikan tuhan di dalam keluarga mereka.
Nenek Murni mengelus perut cucu menantunya dengan sayang "Cicit-cicitku yang baik ya di dalam, jangan buat mama kalian susah. Sehat terus dan kuat. Kami sudah tidak sabar menanti kelahiran kalian." Ucap nenek Murni.
"Apa ada pantangan atau larangan untuk Kasih, secara dia mengandung baby twin dan ini kembar tiga lagi?" Tanya papa Arman yang mengkhawatirkan kondisi menantunya.
"Dokter cuma berpesan agar Kasih istirahat yang cukup, diperhatikan juga kecukupan vitamin, terutama zat besi dan asam folat untuk mendukung pertumbuhan lebih dari satu janin di dalam rahim. Memperhatikan kenaikan berat badan, Papa tenang saja karena anak papa akan menjaga menantu dan calon cucu-cucu papa dengan baik dan sepenuh jiwa." Ucap Arkan
Setelah di dalam kamar, Kasih mengajak suaminya untuk berbicara karena ada hal yang mengganjal di hatinya.
__ADS_1
"Mas, apa benar kamu membuat laporan kepada polisi tentang perbuatannya Sheila?" Tanya Kasih yang baru mengetahui suaminya ternyata benar-benar melaporkan perbuatan Sheila.
"Iya sayang, kenapa?" Tanya Arkan kembali.
"Aku hanya Kasihan karena Sheila juga sudah terjerat kasus pembunuhan di tambah sama kasus dengan aku mas. Pasti hukumannya jadi bertambah." Ucap Kasih.
"Astaghfirullah ya Allah. Kenapa kamu memberikan istriku hati setulus dan sebaik ini. Sayang orang seperti Sheila tidak perlu kamu kasih hani karena ia tidak pantas mendapatkan itu. Kamu tidak ingat bagaimana kelakuannya kepadamu. Dia sudah merebut semuanya dari mu dan dialah penyebab hancurnya rumah tanggamu." Jawab Arkan yang gemas melihat kelakuan istrinya .
Mendengar perkataan istrinya membuat Arkan berpikir sejenak "Iya juga yah, kalau Sheila tidak kecentilan menggoda Raka pasti sekarang Raka dan Kasih masih bersama." Ucap Arkan dalam hati.
Tak ingin terlalu pusing dengan ucapan sang istri, Arkan kembali berucap "Tapi kenapa dia masih saja mengusik hidup kamu, saat dia sudah mendapatkan apa yang ia mau. Sampai-sampai dia menganiaya kamu. Mas tidak mau tahu, kasus ini harus tetap berjalan karena dia sudah berusaha menyakiti kamu dan anak kita. Kamu harus tahu sayang ini adalah karma atas segala apa yang ia perbuat di masa lalu." Tutur Arkan yang enggan menghentikan kasus tersebut.
__ADS_1
Kasih mengalah karena tidak ingin menimbulkan pertengkaran antara ia dan suaminya, apa yang di katakan oleh Arkan adalah benar semuanya adalah balasan akibat dari perbuatan Sheila sendiri.
...*****...
Keesokan harinya Raka yang sudah kembali bekerja memasuki perusahaan dengan perasaan yang tidak enak, apalagi saat melihat mata para karyawan yang seolah mencemooh dirinya, bukan rahasia lagi kasus perselingkuhan dan pembunuhan yang di lakukan Sheila sudah tersebar luas.
Raka hanya dapat menulikan pendengarannya karena banyak karyawan yang sengaja menggunjingnya.
Sesampai di ruangannya Raka terduduk dan merenungi hidupnya, hanya penyesalan dan air mata yang menemaninya.
Fitri mengetuk pintu ruangan Raka, kemudian ia masuk menyampaikan pesan dari Arkan.
__ADS_1
"Raka kamu di suruh ke ruangan pak Arkan, ada yang ingin beliau tanyakan." Ucap Fitri.