Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 53 "Sedekat apa mereka"


__ADS_3

"Papa janji kita akan jalan-jalan setelah papa selesaikan pekerjaan papa ya sayang." Bujuk Raka.


"Tidak perlu janji kalau tidak bisa di tepati. Kami bisa jalan-jalan sendiri tanpa kamu mas, sepertinya kami harus terbiasa dengan jadwal kamu yang sangat sibuk itu, sampai-sampai melebihi sibuknya presiden." Sindir Kasih.


"Dara anak mama jangan menangis lagi nanti kita bisa pergi jalan-jalan bertiga sama mba Sarti, Dara mau kemana saja pasti mama turuti." Bujuk Kasih yang tidak tega mendengar tangisan anaknya.


Mendengar perkataan mamanya Dara langsung diam dan menganggukkan kepalanya.


"Anak mama memang pintar, kalau begitu Dara harus sarapan yang banyak biar nanti kuat jalan-jalannya." Ucap Kasih sambil menghapus sisa air mata Dara.


Dara mengangguk kemudian duduk di meja makan tanpa menghiraukan papanya.


Raka yang masih berdiri mematung melihat dengan mudahnya istrinya membujuk putri mereka harus tersadar dengan suara Kasih.


"Katanya mau keluar kota tapi kok jam segini masih bengong aja." Sindir Kasih yang masih kesal dengan suaminya itu.


Mendengar sindiran Kasih, Raka langsung meninggalkan mereka untuk bersiap-siap. Kasih juga langsung menuju kamar mereka untuk menyiapkan baju suaminya.

__ADS_1


Setelah selesai menyiapkan baju Raka, Kasih ingin kembali ke meja makan tetapi tidak jadi karena mendengar ponsel Raka berbunyi.


Entah kenapa rasa penasaran Kasih sangat tinggi, sehingga ia melangkahkan kakinya ke arah ponsel Raka.


Terlihat di layar ponsel Raka bahwa nama Sheila yang sedang menghubungi suaminya itu dan entah kenapa Kasih sangat ingin menjawab panggilan perempuan itu walau biasanya dia tidak akan mengangkat siapun yang menghubungi suaminya.


"Halo mas, masih lama tidak jangan sampai telat ya mas." Ucap Sheila di telepon.


Mendengar bawahan suaminya itu memanggil Raka dengan mas membuat darahnya berdesir, ada perasaan janggal Kasih rasakan.


"Suami saya sedang mandi, sebaiknya anda berbicara dengan formal kepada suami saya apalagi ini urusan pekerjaan." Jawab Kasih dengan nada ketus.


"Baik Bu, tolong sampaikan kepada pak Raka kalau kami berangkat 1 jam lagi."


Kasih langsung mematikan telepon Sheila tersebut bertepatan dengan Raka keluar dari kamar mandi.


"Mas Sheila menelepon kamu" ucap Kasih dengan santai.

__ADS_1


Raka yang kaget dengan ucapan istrinya, sampai terbata-bata ketika menjawab perkataan istrinya.


"A... apa yang ia katakan sayang" ucap Raka sembari mendekati kasih.


"Katanya kalian berangkat satu jam lagi, Seberapa dekat kamu dengan Sheila mas sampai-sampai ia memanggilmu bukan dengan pak tetapi mas. Nadia saja yang sudah lama jadi rekan kerjamu tidak mau memanggilmu dengan sebutan mas." Ucap Kasih membuat Raka semakin grogi.


"Mas gak tau sayang, mungkin dia sudah terbiasa memanggil laki-laki dengan sebutan mas." Elak Raka berbohong.


"Apa kalian hanya pergi berdua ?" tanya Kasih yang membuat Raka harus berpikir jangan sampai ia salah bicara.


"Tidak sayang ada Anton dan Adam juga yang ikut." Jawab Raka.


"Kenapa hanya Sheila perempuan yang ikut, Nadia kemana?" tanya Kasih lagi yang membuat Raka semakin gugup.


"Karena Sheila Asisten manager" jawab Raka.


"Kenapa mas gak cerita kalau ia yang menggantikan mba Fitri?" tanya Kasih lagi.

__ADS_1


"Sayang bisa tidak kita bicaranya nanti, setelah aku pulang kalau mas menjawab pertanyaannya terus yang ada mas ketinggalan pesawat." Ucap Raka yang mulai jengkel dengan Kasih.


__ADS_2