Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 127 "Biarkan aku merawat salah satu dari mereka"


__ADS_3

semua mata tertuju pada Raka dan Sheila, Arkan dan Kasih sangat terkejut melihat Raka dan Sheila juga ada di sana, tapi Arkan diam saja selagi kedua orang itu tidak menggangu keluarganya


"Kamu apa-apaan sih mas, malu-maluin tau gak, jangan turuti emosi jika kamu tidak ingin malu dan menyesal mas." ucap Sheila pelan agar tidak di dengar pengunjung lain.


"Maafkan suami saya yang mengganggu ketenangan di restoran ini." ucap Sheila sedangkan Raka yang sudah bisa menguasai emosinya langsung duduk kembali, ia tersadar apa yang ia lakukan akan membuat ia malu terutama kepada Arkan dan Kasih, sedangkan Kasih dan Arkan kembali menyantap makanan mereka.


Selama berada di dalam restoran Raka selalu memperhatikan ke meja Arkan dan keluarga kecilnya, rasa sakit seperti tertusuk pisau di rasakan Raka kala melihat tawa dan bahagia putrinya yang di sebabkan oleh lelaki lain yang menggantikan posisinya, teringat kembali akan kenangan indah mereka ketika masih bersama kala itu Kasih belum hamil, Mereka sangat sering keluar di akhir pekan walau tak selalu ke mall dan hanya makan makanan di tempat sederhana tapi Kasih tidak pernah mengeluh, berbeda dengan Sheila yang selalu ingin makan dan belanja di tempat yang mewah.


Membuat Raka kesulitan memenuhi kebutuhan istrinya itu, gajinya sebagai manager keuangan tidak sepadan dengan biaya hidup Sheila yang seperti istri bos saja, Raka yang dulu adalah lelaki pekerja keras dan jujur kini mulai bermain curang demi memenuhi tuntutan istri barunya.


Raka mulai menggelapkan uang perusahaan awalnya ia hanya ingin meminjam dengan alih-alih akan Menganti tapi lama kelamaan uang yang ia gelapkan semakin banyak dan Raka sudah tidak mampu menggantinya. Ada rasa takut akan terbongkarnya penggelapan uang yang di lakukannya, sehingga Raka sering lembur agar bisa Menganti uang tersebut sedikit demi sedikit, ia tidak mau karirnya yang akan menjadi taruhan jika ia ketahuan yang membuat dirinya akan di pecat secara tidak hormat.


Tentu hal itu akan menyulitkan dirinya dalam mencari pekerjaan baru, sudah menjadi rahasia umum karyawan yang di pecat secara tidak hormat dari perusahaan tempat ia bekerja akan sulit menemukan perusahaan yang akan mau menerima mereka. Apalagi jabatan yang ia duduki saat ini sudah termasuk bagus kalau ia di pecat tentu ia akan mengulangi dari bawah lagi.


Arkan dan keluarga kecilnya sudah menghabiskan makanannya, Kasih yang tidak nyaman berada di tempat yang sama dengan mantan suaminya itu meminta kepada Arkan agar mereka segera pulang. Seolah tahu apa yang ada di pikiran istrinya Arkan segera mengiyakan, mereka keluar dari restoran tersebut setelah membayar tagihan makanan mereka.


Raka yang sedari tadi mengawasi gerak-gerik keluarga Arkan segera menghabiskan makanannya dan berlari menyusul Arkan dan Kasih tanpa peduli dengan suara istrinya yang memanggilnya sedari tadi. Raka yang sudah memendam rindu kepada anaknya itu tidak ingin kesempatan ini lewat begitu saja, karena semenjak mereka bercerai Sheila selalu membatasi ruang gerak Raka jikalau ingin mengunjungi buah hatinya, berbagai alasan di buat istri barunya itu agar ia tidak jadi pergi.

__ADS_1


"Dara...."


"Dara... tunggu papa sayang, papa rindu kamu dan adikmu," teriak Raka yang membuat arkan dan Kasih berhenti, tapi tidak dengan Dara yang menarik tangan mamanya agar terus berjalan menuju mobil papa gantengnya.


"Dara kamu kenapa sayang?" tanya Kasih pada sang putri yang terlihat marah.


"Dara gak mau bertemu dengan papa jahat, Dara mau pulang ma." pinta bocah tersebut.


Kasih dan Arkan yang tidak mau Dara membenci Raka, berusaha membujuk Dara untuk mau bertemu dengan papa kandungnya Karena mau bagai manapun juga Raka tetaplah papa kandung yang harus tetap di hormati.


Raka yang melihat penolakan putrinya itu semakin merasa gagal jadi ayah bagi kedua anaknya, Arkan masih sibuk membujuk putri sambungnya itu agar mau bertemu dengan Raka. Setelah berhasil membujuk Dara dan menasehatinya kini anak perempuan itu sudah mau berbicara dan bertemu Raka.


Dara menganggukkan kepalanya "Dara bahagia dan senang pa, karena di rumah papa ganteng banyak mainan, kamar Dara dan adik sangat bagus, rumah papa ganteng juga sangat luas jadi Dara bisa lari-lari sepuasnya, tau gak pa di rumah papa Ganteng juga ada kolam renangnya setiap papa ganteng libur kerja papa ganteng selalu ajarin Dara berenang." ucap Dara dengan polos.


Ternyata benar apa yang di katakan Sheila kalau anak dan mantan istrinya lebih bahagia bersama keluarga barunya, yang membuat Raka semakin menyesal.


Setelah puas memeluk Dara lelaki itu berdiri dan mendekati Arkan dan Kasih yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.

__ADS_1


"Kasih bolehkah aku menggendong anak kedua kita," ucap Raka meminta izin.


Kasih mengangguk dan menyuruh suaminya memberikan baby Ardy kepada Raka. Arkan memberikan baby Ardy kepada Raka, tak terasa buliran air mata itu jatuh saat baby gembul dan menggemaskan itu berada dalam gendongannya, apalagi melihat paras anak Laki-lakinya perpaduan antara ia dan Kasih yang membuat ia semakin bahagia.


"Anak papa ganteng sekali, Siapa namanya Kas?" tanya Raka yang belum mengetahui nama anak keduanya itu.


"Ardyaz Keenan Albirru yang berarti Laki-laki yang tegas, kuat, penyebar kebaikan dan penuh kebahagiaan." Ucap Kasih.


"Nama yang bagus, Kasih bukannya kamu sudah bahagia dengan keluarga barumu. bolehkah kita berbagi hak asuh anak." ucap Raka dengan tidak tahu dirinya.


"Maksudmu?" tanya Kasih.


"Biarkan aku merawat salah satu dari mereka terserah kamu mau memberi siapa saja, toh nanti kamu juga akan memiliki anak dengan suamimu," tutur Raka.


Mendengar permintaan Raka yang tidak masuk akal membuat Kasih berang.


"Seperti arti namanya aku ingin anak Laki-lakiku jadi laki-laki yang kuat agar bisa melindungi mama dan kakaknya dan semoga dengan kelahirannya menjadi obat dan kebahagiaan untukku yang mengalami tekanan batin dengan hancurnya hidupku ketika mengetahui penghiatanmu mas. Ardi pasti akan menjadi anak yang kuat dan tegar karena semasa dalam kandungan dia ikut merasakan apa yang aku rasakan saat mengetahui semua perselingkuhanmu dengan wanita murahan itu mas, dan asal kamu tahu anak kamu ini hampir tiada karena setelah memergoki kalian di dalam hotel, aku kecelakaan dan terpaksa harus melahirkan Ardi walau waktu itu dia harus lahir secara prematur dan harus di rawat dalam inkubator selama dua Minggu, dan kamu yang katanya ayahnya tidak ada di saat Ardi lahir. Kamu malah sibuk dengan selingkuhanmu itu, jadi jangan harap kalau aku akan memberi anak-anakku untuk kamu asuh, apalagi hidup satu atap dengan manusia seperti istrimu itu.

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.


__ADS_2