
Sudah tiga hari Arkan libur bekerja setelah pesta pernikahannya, hari ini ia akan kembali bekerja seperti biasa. Kasih membangunkan suaminya dan menyuruhnya untuk segera mandi dan bersiap-siap.
"Mas, bangun mas ini sudah pagi, bukannya mas bilang mau bekerja hari ini."
Butuh beberapa kali untuk membangunkan suaminya itu, dengan sabar Kasih terus membangunkan Arkan sampai laki-laki itu membuka matanya.
Arkan segera bergegas ke kamar mandi setelah di bangunkan istrinya, sedangkan Kasih membersihkan tempat tidur dan kamar mereka selagi suaminya itu sedang mandi, tak lupa Kasih menyiapkan baju kerja suaminya.
Arkan yang sudah selesai mandi mendapati Kasih yang sedang mengambil bajunya dari lemari baju. Dengan tersenyum Kasih memberi baju tersebut untuk suaminya "Ini bajunya mas sudah aku siapkan" ucap Kasih dan pergi keluar kamar, belum sempat ia membuka pintu kamar itu, suara Arkan sudah terdengar "Jangan keluar sendiri, tunggu aku kita akan keluar bersama." Ucap pria itu sambil memakai bajunya.
Kasih terpaksa berbalik ia duduk manis di sofa yang ada di kamar itu dengan menikmati pemandangan indah dimana suaminya sedang memakai baju.
"Kasih... tolong pasangkan dasiku," suruh Arkan yang sudah menatap istrinya.
Mendengar perintah suaminya, Kasih langsung menghampiri Arkan dan mulai memasang dasi suaminya. Sedangkan Arkan sedang menikmati keindahan yang ada di depan matanya.
"Sudah mas" ucap Kasih tapi Arkan tidak mendengar, ia malah terpana melihat kecantikan istrinya, bukan seperti wanita yang memakai riasan yang tebal sehingga terlihat menor berbeda dengan istrinya yang hanya memakai riasan tipis tapi tidak kalah cantik dan tidak bosan memandangnya.
"halo... mas sudah selesai. halo...." panggil Kasih sekali lagi yang membuat Arkan terkejut dan salah tingkah.
"Oh... sudah selesai. em... terima Kasih." ucap Arkan yang tidak tahu harus berbuat apa.
"Kalau begitu ayo kita pergi sarapan mas, semuanya sudah menunggu kamu di bawah." ucap Kasih memberitahu.
Keduanya pergi menuju ruang makan di mana semua keluarga tengah menunggu pasangan suami istri itu untuk sarapan bersama.
Seperti biasa Kasih melayani Arkan dengan baik, semua keluarga sangat bahagia melihat Arkan yang memiliki istri seperti Kasih.
Setelah selesai sarapan, Arkan segera berangkat ke kantor, Kasih mengantar suaminya itu sampai teras rumah.
__ADS_1
"Kasih nanti kalau kamu mau keluar suruh di antar sama supir kita dan ini untuk kamu, gunakan ini untuk kebutuhan mu dan anak-anak. Jangan sungkan pakai saja beli lah apa yang kamu inginkan." ucap Arkan memberi sebuah kartu untuk istrinya.
"Tapi mas aku..." Ucap kasih terpotong.
"Aku tidak mendengar bantahan Kas, kamu itu istriku jadi sudah kewajibanku untuk menafkahi kamu." ucap Arkan tidak mau di bantah.
"Kalau begitu aku berangkat dulu, kamu dan anak-anak baik-baik di rumah." ucap Arkan dan di angguki oleh Kasih.
Arkan membalikkan badannya dan membuka pintu mobilnya "Mas tunggu" panggil Kasih menyusul suaminya.
"Ada apa?" Tanya Arkan bingung.
Kasih segera meraih tangan Arkan, dan mencium tangan suaminya itu "Hati-hati di jalan." ucap istrinya yang membuat jantung Arkan berdebar saat tangannya di cium istrinya, tak menyangka Kasih akan melakukan itu.
Tidak ingin menunjukkan raut bahagianya Arkan sebisa mungkin menetralkan wajahnya dan segera berangkat.
...*****...
"Makanya nikah biar itu pusaka tahu gimana nikmatnya punya istri, jangan di biarin berkarat. Gimana gak bahagia kalau aku di perlakuan seperti raja apa-apa di layani." Tutur Arkan mengejek asistennya itu.
"Memang dulu tidak di layani seperti raja dan baru sekarang merasakannya." Wah... kasian sekali pak bos kita ini." ejek Rendi membalas ejekan atasan sekaligus sahabatnya itu.
"Kamu berani mengejek saya, mau aku potong gajimu bulan ini ren?" Ancam Arkan yang membuat Asistennya panik sekali
"Maaf bos bukan menghina tapi ingin memperjelas ucapan bos" bela Rendy.
"Sudah cukup tidak usah membahas itu lagi, sekarang beritahu aku apa jadwalku hari ini. ucap Arkan.
Rendy segera memberi tahu jadwal Arkan hari ini sambil berjalan menuju ruangan Arkan., tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar omongan mereka.
__ADS_1
Ia mengepalkan tangannya mendengar Arkan yang di perlakukan seperti raja oleh Kasih.
"Seharusnya aku yang mendapatkan itu semua bukan kamu Arkan. Dasar sialan, kenapa jadi begini. Apa yang harus aku lakukan, kenapa aku ingin Kasih kembali kepadaku." sesal Raka dalam hati.
...*****...
"Kamu tidak pergi ke toko kue kamu nak?" tanya nenek Murni yang melihat cucu menantunya sedang asyik bercerita dengan mama risma.
"Sepertinya Kasih buka tokonya besok saja nek, hari ini Kasih hanya ingin di rumah." Jawab Kasih.
"Kalau begitu mama pergi ke dapur dulu mau menyiapkan makan siang kita." Ucap mama Risma.
"Tunggu ma, Kasih ikut ya bantuin mama." Pinta Kasih.
"Risma kamu ajaklah menantumu ini untuk memasak bersama dan beritahu Kasih makanan yang di sukai dan tidak di sukai Arkan. Agar Arkan semakin jatuh hati dengan istrinya." Suruh nenek Murni.
kini keduanya sudah berada di dapur berkutat dengan alat masak. Mama Risma memberi tahu apa yang di sukai Arkan dan tidak disukai putranya itu, mertua Kasih itu juga memberi nasehat kepada Kasih agar bersabar dengan Arkan. Bukannya Risma tidak tahu bahwa anaknya itu belum bisa melupakan istri pertamanya, tapi ia yakin suatu saat nanti Arkan akan mencintai Kasih melebihi cintanya pada Rena istri pertama anaknya itu.
"Kamu harus sabar ya sayang, kita mulai pelan-pelan merebut hati suamimu. Kamu harus ingat kita bisa membuat seorang laki-laki jatuh hati dengan menyenangkan perutnya, baru yang lain. Mama akan membantumu. Nanti kamu hantarkan Arkan bekal makan siang ke kantornya." suruh mama Risma.
"Tapi ma, Kasih takut mas Arkan marah kalau Kasih datang ke kantornya"
"Kamu tenang saja, suamimu itu tidak akan marah. Sekarang kita cepat masak setelah itu pergi bersiap-siap dan dandan yang cantik."
Risma dan nenek Murni sudah membeli beberapa baju, tas, dan sepatu untuk Kasih mereka ingin membuat si es balok itu meleleh.
Setelah selesai mengemas bekal untuk Arkan, Kasih segera pergi ke kamar untuk siap-siap "Sayang tunggu dulu mama punya sesuatu untukmu, ayo ikut mama." Ajak Risma.
Mama Risma memberi apa yang sudah ia beli kepada menantunya itu, " Ini mama beli untukmu nanti kamu pakai ini saja dan dandan yang cantik, agar si es balok meleleh melihat kecantikan istrinya ini."
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih banyak teman-teman.