Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 49 "Kekesalan hati Kasih"


__ADS_3

Tak terasa kandungan Kasih sudah memasuki usia 7 bulan, Kasih sangat bahagia ketika ia mengetahui bayi yang ada dalam kandungannya berjenis kelamin laki-laki. Walau Raka tidak mempermasalahkan jenis kelamin sang cabang bayi, tapi Kasih tahu jauh di lubuk hati suaminya pasti menginginkan laki-laki karena anak pertama mereka perempuan.


Setelah selesai memeriksakan kandungannya Raka dan Kasih langsung menyambangi salah satu pusat perbelanjaan untuk mencari perlengkapan bayi mereka, dengan hati yang sangat bahagia Kasih mengandeng tangan suaminya itu, jujur Kasih sangat merindukan sikap perhatian dan peduli Raka yang akhir-akhir ini perlahan menghilang, entah apa sebabnya suaminya itu terkesan cuek dan suka asyik sendiri dengan ponselnya. Bila Kasih bertanya Raka akan marah dan beralasan ia sering menggunakan ponsel karena kerjaan.


Kasih merasa ada yang janggal dari suaminya, apalagi soal gaji, Raka seolah-olah tertutup seharusnya uang bulanan Untuk Kasih bertambah karena suaminya sudah naik jabatan, tetapi Raka hanya memberikan uang kepada istrinya seperti biasa jika Kasih bertanya Raka akan marah-marah dan mengatakan dia juga butuh uang untuk kebutuhan pribadinya, dan Raka mengkambing hitamkan kedua orang tuanya, dengan mengatakan uang itu dia berikan kepada orang tuanya sebagai tanda baktinya.


Kasih hanya diam karena mengira Raka ada benarnya memberikan sedikit rezekinya kepada orang tuanya, toh selama ini Raka masih memberikan Kasih uang bulanan yang cukup untuk kebutuhan mereka.


Setelah sampai di pusat perbelanjaan Raka dan Kasih segera melangkahkan kakinya ke toko perlengkapan bayi.


Kasih sangat semangat memilih berbagai perlengkapan bayinya sementara raka terlihat sibuk dengan ponselnya. Kesal dengan suaminya yang sibuk dengan ponselnya, Kasih menegur Raka mengatakan suaminya tidak ikhlas menemaninya.

__ADS_1


Mendengar keluhan istrinya, Raka hanya beralasan sedang sibuk dengan pekerjaannya padahal ia sedang sibuk berbalas pesan dengan Sheila.


"Kamu kenapa sih, bawaannya marah-marah terus, mas itu lagi sibuk sama pekerjaan. Kamu bisa pilih sendiri dulu sayang, apapun pilihan kamu mas pasti suka." ucap Raka.


Kasih meninggalkan suaminya dengan raut wajah kecewa, ia kembali memilih perlengkapan bayinya.


Dalam hati Kasih berkata "Kenapa aku merasa mas Raka sedang berbohong, aku harus menyelidikinya ini sudah tidak beres." Ucap Kasih dalam hati sambil memperhatikan Raka yang sibuk dengan ponselnya sembari sesekali tersenyum menatap layar ponselnya.


Kasih mengajak Raka makan malam di luar tapi Raka tidak mau dengan beralasan badannya sedang capek padahal Kasih sudah sangat merindukan momen mereka makan berdua seperti waktu pacaran dulu, biasanya mereka selalu bertiga dengan Dara, hari ini Dara tinggal di rumah dengan mba Sarti.


Sesampai di rumah Kasih keluar dari mobil dengan membanting pintu mobil Raka.

__ADS_1


Rasa kesal dan kecewa pada suaminya membuat Kasih meninggalkan Raka. Melihat Kasih yang sedang dalam mode marahnya Raka hanya cuek saja sambil melangkahkan kakinya ke dalam rumah, tak lupa ia memanggil Sarti untuk mengambil belanjaan Kasih yang masih tertinggal di bagasi mobilnya.


Sedangkan di dalam kamar Kasih langsung merebahkan dirinya di ranjang, hari ini bukan cuma tubuhnya yang sedang lelah, tapi hati dan pikirannya juga lelah memikirkan kelakuan suaminya yang kian hari tambah mencurigakan.


Mendengar suara pintu terbuka, Kasih menutup matanya dia masih malas melihat suaminya tersebut, Kasih takut berdebat dengan Raka lagi yang akan berakibatkan otaknya stress.


Raka masuk ke dalam kamar kemudian berjalan langsung kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai Raka memakai baju dan membangunkan Kasih untuk makan malam.


"Sayang bangun, kamu belum makan malam. Ayo kita makan malam, mba Sarti sudah selesai menyiapkannya." Bujuk Raka.

__ADS_1


"Kamu duluan saja mas, aku belum lapar. Nanti kalau aku sudah lapar aku bisa ambil sendiri. Aku bukan perempuan lemah yang apa-apa harus dilayani, bukannya mas sendiri yang bilang kalau mas suka perempuan yang mandiri" ucap Kasih menyindir Raka.


__ADS_2