
Mendengar permintaan nenek Murni kasih tidak enak untuk menolak terpaksa ia mengiyakan permintaan tersebut.
Sesampai di rumah sakit Kasih menemani nenek Murni sampai keruangan dokter, setelah selesai berobat nenek Murni menawarkan untuk mengantar Kasih pulang sebagai tanda terima kasihnya karena Kasih sudah mau menolongnya.
Di dalam mobil Kasih dan nenek Murni mengobrol bahkan nenek Murni meminta nomor telepon Kasih.
Nenek Murni sangat senang mengenal Kasih, pribadi Kasih yang sopan dan santun, lemah lembut baik, ramah serta peduli kepada sesama membuat nenek Murni merasa kagum dan langsung menyukai Kasih.
"Terima kasih ya nak sudah mau membantu nenek, kapan-kapan nenek boleh berkunjung ke rumah kamu kan atau kalian datang ke rumah nenek, soalnya nenek kesepian" ucap nenek Murni.
Mendengar permintaan nenek Murni Kasih mengiyakannya, apalagi tadi nenek Murni sempat bercerita dia merasa kesepian karena di rumahnya sangat sepi, hanya ada menantunya saja.
Nenek Murni tidak hanya menyukai Kasih tapi beliau juga sangat menyukai Dara yang begitu menggemaskan dan pintar, apalagi beliau sangat menginginkan seorang cicit.
Setelah sampai di rumahnya Kasih menawarkan untuk mampir, tetapi nenek Murni menolak dan mengatakan nanti saja kalau dia sudah merasa enakan.
__ADS_1
setelah berpamitan dengan Kasih, mobil yang membawa nenek Murni menjauh dari rumahnya.
Nenek Murni tidak sabar menanti hari-hari esok, ia sangat ingin dekat dengan Kasih walau ia sedikit kecewa karena Kasih sudah menjadi milik orang. Harapannya untuk menjadikan Kasih cucu menantu kini tinggal angan-angan saja.
Tapi dalam hatinya, nenek Murni berkata kalau Kasih tidak bahagia dan disia-siakan oleh suaminya, ia akan menjadikan Kasih sebagai cucu menantunya.
Sesampai di rumah, nenek Murni berjalan dengan pelan sambil menenteng obat yang tadi diresepkan dokter.
Melihat ibunya yang sedang tidak sehat Arman mendekati dan bertanya apa yang terjadi dengan nenek Murni.
"Ibu tadi pusing ketika belanja di mini market untung ada perempuan yang berhati malaikat dia menolong ibu padahal kami tidak kenal, Dia sangat baik, dan cantik. Bukan hanya cantik Fisik tapi juga cantik hatinya." Tutur nenek Murni.
"Terus apa ibu sudah ke dokter?" tanya pak Arman takut penyakit ibunya kambuh.
"Sudah, tadi perempuan tersebut juga ikut mengantar ibu ke dokter, ibu sudah tidak apa-apa dokter hanya berpesan ibu jangan terlalu banyak pikiran. Bagaimana kondisi istrimu jangan hanya mengkhawatirkan ibu, jangan lupakan istrimu juga." Ucap Nenek murni mengingatkan.
__ADS_1
"Risma sudah mendingan bu setelah di makan obat dari dokter, sekarang ia sedang istirahat." Jawab Pak Arman.
...*****...
Sedangkan di dalam rumahnya Kasih sedang duduk di meja makan dengan Dara dan Sarti, mereka bertiga sedang makan malam bersama tanpa kehadiran Raka.
Sesuai pesan suaminya tadi ia tidak menunggu laki-laki tersebut untuk makan malam bersama Karena Raka mengatakan ia lembur.
...*****...
Laki-laki yang absen makan malam dengan keluarganya tersebut nyatanya tak benar-benar sedang lembur karena kerjaan.
Laki-laki tersebut lembur mencari kepuasan sesaat yang akan menghancurkan hidupnya.
Kini Raka dan Sheila sedang sibuk di atas ranjang, menyelesaikan pergulatan panas mereka, seolah tidak ada kata puas bagi dua manusia yang sedang diperbudak oleh Nafs* tersebut
__ADS_1