Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 70 "Memantau pergerakan"


__ADS_3

Kini Arkan sedang berdiri di makam istri dan anaknya, setelah pulang dari Jerman ia belum sempat berkunjung ketempat ini. Kesibukannya di perusahaan yang membuat ia menunda berkunjung ke tempat peristirahatan terakhir dua orang yang sangat di cintainya.


Arkan sudah meletakkan bunga kesukaan almarhumah istrinya dan mencium kedua batu nisan yang ada di hadapannya.


Arkan menumpahkan semua rindunya dengan berbicara sendiri di hadapan makam itu, tak lupa air mata yang selalu turun tanpa permisi di kala ia sedang mengunjungi makam istri dan anaknya.


Walau sudah lama di tinggal pergi istri dan anaknya tetapi rasa sakit itu masih ada, Arkan yang tidak bisa move on dari Rena sampai detik ini tidak ada seorang perempuan yang mampu menggantikan posisi Rena di hatinya. Arkan selalu hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Setelah puas menumpahkan rasa rindunya Arkan pergi meninggalkan makam itu.


"Ren antarkan aku ke taman biasa" Perintah Arkan.


Arkan ingin menikmati kenangan di mana ia dulu bertemu pertama kali dengan almarhumah istrinya, dan taman itu sering mereka kunjungi semasa almarhumah istrinya masih hidup.


*


*


*


"Halo" ucap Kasih yang sedang mengangkat telepon Raka.

__ADS_1


"Sayang sepertinya aku terlambat pulang ke rumah soalnya mas mau lembur supaya menambah pundi-pundi rupiah kita sayang." Bohong Raka.


"Oh ya sudah, terserah mas" Ucap Kasih langsung mematikan sambungan telepon Raka.


Raka yang bingung kenapa tiba-tiba istrinya menjawab dengan ketus heran, tapi bayangan Sheila yang memakai lingerie se** tadi melintas di otaknya sehingga ia mengesampingkan kenapa istrinya marah.


Raka yang sudah tidak sabar langsung menyusul Sheila ke hotel yang sudah Sheila kirim alamatnya.


Sedangkan Kasih sudah memantau kemana suaminya pergi melalui ponselnya.


"Katanya mau lembur tapi kok keluar kantor, kali ini kamu gak bisa ngelak lagi mas." ucap Kasih yang tersenyum miring menatap ponselnya.


"Mama mau kemana? Dara ikut ma." pinta gadis kecil itu.


"Mama cuma sebentar sayang, kamu disini saja sama mba Sarti, mba tolong jaga Dara aku mau pergi sebentar." Suruh Kasih.


Meski bingung melihat majikannya yang berlinang air mata tapi Sarti tidak berani menanyakan penyebabnya, ia hanya mengiyakan perintah Kasih untuk menjaga Dara.


*

__ADS_1


*


*


Di dalam Kamar hotel Raka sedang asyik membersihkan tubuhnya dari keringat yang seharian ini menumpuk di badannya. ia bahkan sempat berendam di bathtub agar badannya rileks, Raka ingin tampil pres sebelum menggempur Sheila.


Tanpa Raka sadari hari ini adalah semua kebusukannya akan di ketahui sang istri.


Sedangkan Kasih kini sedang berdebat dengan resepsionis hotel yang tidak mau memberitahukan informasi tamu hotel mereka.


"Mba saya ingin tahu apakah atas nama Raka putra atau Sheila ada menginap di hotel ini?" tanya Kasih.


"Maaf Bu kami tidak boleh memberi tahu informasi tamu sembarangan" ucap resepsionis itu.


Kasih yang tidak mau buang waktu untuk berdebat yang ujungnya ia akan tahu bahwa ia tidak akan mendapatkan apa yang ia inginkan.


Setelah berterima kasih ia pergi meninggalkan meja resepsionis itu, Kasih kini berada di samping mobilnya Raka sedang menghubungi seseorang.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya biar author tambah rajin dan semangat up-nya. Terima kasih sudah mampir dan membaca karya author yang masih amatir ini teman.

__ADS_1


__ADS_2