
"Mas Raka tidak akan pernah berpaling karena saya bisa memuaskannya di ranjang. Jadi jangan mimpi kalau saya merasakan seperti yang kamu rasakan." Ucap Sheila dengan sorot mata yang tajam.
Mendengar ucapan Sheila, Kasih tertawa dengan tidak tahu malunya wanita itu mempermalukan dirinya sendiri.
"Aduh mba, Saya kasihan sama kamu. Jadi Raka tidak akan meninggalkan kamu karena kamu bisa memuaskannya. Pintar dikit mba, itu artinya itu laki gak cinta sama kamu tapi cuma nafsu. Modal ngangkang aja bangga, dasar Murahan. Sorry saya gak ada waktu meladeni wanita murahan seperti anda jadi minggir saya mau lewat." Ucap Kasih.
Sheila yang merasa malu langsung mendorong Kasih dan ingin menamparnya, belum sempat tangan Sheila mendarat di pipi mulus Kasih tiba-tiba ada tangan yang menahan tangan Sheila sehingga Kasih tidak merasakan tamparan itu.
"Jaga sikap anda di kantor saya, jangan buat keributan. Jika anda punya masalah pribadi jangan bahas di sini. Lagi pula bukannya anda sudah mendapatkan yang anda mau, jadi jangan menambah masalah jika tidak ingin hidupmu tambah hancur." Ucap Arkan menyentak tangan Sheila.
Banyak karyawan yang bergunjing, ada juga yang tertawa melihat kebodohan Sheila yang secara tidak langsung membuka aibnya sendiri, Sheila hanya dapat menundukkan pandangannya karena sudah sangat malu sedangkan Kasih yang masih terkejut dengan ulah Sheila hanya diam mematung apalagi ia tidak menyangka jika Arkan akan membelanya, setahunya Arkan adalah manusia yang dingin dan tidak suka ikut campur urusan orang lain.
__ADS_1
"Apa mba tidak apa-apa? Maafkan karyawan saya yang sudah tidak sopan dan mengganggu kenyamanan mba." Ucap Arkan yang membuat semua karyawannya terkejut.
Seorang Arkan yang terkenal dingin mau meminta maaf hanya karena ulah Karyawannya.
"Tidak apa-apa pak, saya baik-baik saja. Kalau begitu saya permisi?" Ucap Kasih meninggalkan ruangan itu.
Raka hanya menatap tajam ke arah Sheila, dan hanya bisa memandangi kepergian mantan istrinya itu.
Rapat kembali di lanjutkan setelah kepergian Kasih, Ketika rapat sedang berlangsung Arkan diam-diam menatap ke arah Raka dan Sheila "Dasar laki-laki bodoh sebentar lagi kamu akan menyesal melepas mantan istrimu, Aku akan mengantikan posisimu jadi suami dan ayah dari kedua anakmu. Walau aku tidak mencintai Kasih tapi aku akan menjadi ayah yang baik untuk anakmu, dan satu lagi aku tidak akan menduakan Kasih seperti dirimu." Ucap Arkan dalam hati.
Malam Harinya Arkan mendatangi papa, mama dan nenek Murni yang sedang ada di ruang keluarga.
__ADS_1
"Aduh, anak mama tumben mau gabung biasanya kan sibuk di ruang kerja kalau tidak ya bertapa di kamar." Sindir Mama Risma.
"Apaan sih ma, Arkan gabung salah Arkan gak mau gabung lebih salah lagi." Jawab Arkan.
"Sudahlah ma, giliran anaknya sudah mau malah di ledekin nanti gambek baru tahu rasa." Bela Papa Arman.
"Sini duduk di samping nenek, nenek tahu kamu datang ke sini karena ada sesuatu hal yang ingin kamu sampai. Jadi silahkan katakan apa yang mau kamu katakan." Suruh nenek Murni.
"Nenek memang paling pengertian, Tahu saja isi hati cucunya." Jawab Arkan.
Arkan mulai menyampaikan maksudnya mengenai rencana perjodohannya, kalau memang Kasih sudah pasti menjadi pendampingnya, ia meminta kedua orang tuanya melamar Kasih segera.
__ADS_1
"Kapan mama dan papa menemani Arkan ke rumah Kasih untuk melamarnya?" Tanya Arkan.
Jangan lupa like, komentar, vote dan Hadiahnya ya teman-teman. Agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.