
Rasa sakit Sheila rasakan di pipinya akibat tamparan dari Raka membuat wanita itu menatap tajam suaminya "Tega kamu mas nampar aku." Ucap Sheila.
"Wanita murahan sepertimu memang pantas mendapatkan itu, aku peringatkan kamu jangan coba macam-macam di belakangku. Aku bahkan rela meninggalkan anak dan istriku hanya untuk bersamamu. Jadi jangan coba main api di belakangku, kalau kamu melakukan itu aku tidak segan-segan membunuhmu. Masuk...." Ancam Raka dan langsung menyuruh Sheila masuk ke dalam mobil.
Sheila yang takut dengan ancaman Raka langsung menuruti perintah laki-laki itu, ia tidak mau menambah emosi suaminya itu lagi yang akan berdampak pada dirinya.
Sedangkan di dalam ruangan resepsi kedua pengantin masih sibuk menyalami para tamu undangan yang seolah tiada habisnya bahkan Kasih sudah merasa pegal di kakinya karena dari tadi ia berdiri dan menyalami para tamu dan di tambah lagi ia harus menampilkan senyum terbaiknya.
__ADS_1
Melihat istrinya merasa tidak nyaman Arkan berbisik "Kamu kenapa, apa kamu merasa tidak nyaman"
"Aku capek mas, kakiku pegal perasaan dari tadi tamunya tidak habis-habis. Begini nih kalau nikah sama orang penting." Seloroh Kasih.
Mendengar perkataan Kasih membuat Arkan tersenyum, ia baru menyadari kalau Kasih sangat humoris "Kamu harus terbiasa dengan acara seperti ini, karena kamu sudah menjadi istri seorang Arkan Pratama yang nanti kamu akan ikut mendampingi suamimu ini dalam acara-acara bisnis." Tutur Arkan sambil tersenyum melihat istrinya yang menarik napasnya kasar.
Waktu terus berlalu acara resepsi pernikahan Arkan dan Kasih sudah usai, semua tamu sudah mulai meninggalkan tempat acara yang menyisakan keluarga saja. Kini keluarga mantan mertuanya Kasih yang berpamitan kepada mereka untuk pulang "Kasih Arkan bapak dan yang lainnya pamit dulu semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warohmah dan untuk nak Arkan bapak mohon jaga dan sayangi putri dan kedua cucu bapak, walaupun nanti kalian memiliki anak kandung bapak berharap kamu tidak membeda-bedakan mereka dan satu lagi jangan pernah menduakan putriku." Ucap papa Adi memberikan nasihat kepada Arkan.
__ADS_1
Arkan sudah tidak heran lagi begitu mengingat nenek dan mamanya yang sangat menyukai istrinya itu dan ngotot menjodohkan mereka.
"Kasih apa boleh Dara ikut mama pulang ke rumah abangmu Rian, soalnya mama dan papa masih rindu, nanti mama dan papa balikin kok." Pinta mama Dewi.
Tidak tega menolak permintaan mama Dewi membuat Kasih menyetujui putrinya ikut menginap di rumah mantan Kakak iparnya.
Kini tinggal Kasih,nenek Kasih dan keluarga Raka yang ada di sana sedangkan keluarga Kasih sudah memasuki kamar hotel untuk beristirahat "Kalian pergilah beristirahat di kamar kalian, kasihan Kasih sudah lelah." Suruh papa Arman.
__ADS_1
Mendengar perintah papa mertuanya membuat Kasih segera meraih baby Ardi dari gendongan mba Sarti, tetapi belum sempat Kasih mengambil alih putranya tiba-tiba terdengar suara sang mama mertua "Kasih kamu mau ngapain?" tanya beliau.
Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.