
"Jangan menangis dan bersedih lagi, ibu hamil tidak boleh sedih nanti anak kita ikutan sedih. Percaya sama mas, ketakutanmu itu tidak akan terjadi, karena mas sangat mencintaimu." Ucap Arkan kemudian melabuhkan kecupan di kening istrinya.
Kasih hanya menganggukkan kepalanya, memberikan senyuman tipis kepada suaminya.
Setelah memastikan suasana hati Kasih sudah baik-baik saja, barulah Arkan kembali menjalankan mobilnya kembali.
"Sayang apa kamu ingin sesuatu, biasanya ibu hamil itu suka ngidam. Mas akan turuti semua keinginan Kamu. Biar nanti anak kita gak ileran." Tanya Arkan.
"Untuk saat ini, aku lagi gak kepengen apa-apa mas, tapi gak tau deh nanti. Lebih baik kita pulang saja mas, aku sudah rindu dengan anak-anak." Jawab Kasih.
"Nanti kalau kamu ingin sesuatu jangan sungkan, minta saja mas pasti akan carikan. Oke kita pulang sekarang, mas juga sudah merindukan anak-anak. Gak sabar lihat ekspresi mereka kalau tahu sebentar lagi akan punya adik bayi, apalagi Dara sayang." Arkan tersenyum membayangkan tingkah gemes Dara yang selalu membuat Arkan merindukan bocah itu.
...*****...
"Assalamualaikum" Ucap Kasih ketika memasuki rumah mereka.
__ADS_1
"Waalaikumsalam " Jawab kedua orang tua Arkan dan nenek Murni.
Keduanya kini masuk dan melangkahkan kaki ke sofa tempat dimana semua keluarga berkumpul, di sana juga ada Bayu dengan koper yang ada di sampingnya.
"Kamu mau kemana Bayu?" Tanya Arkan kepada sepupunya.
"Mau balik bro, papa sudah nyuruh balik katanya banyak kerjaan di perusahaan dan beliau tidak sanggup menghadapinya. Maklumlah sudah tua jadi tenaganya sudah tidak seperti kita yang muda ini. Padahal aku masih betah di sini, apalagi bisa dekat dengan tunanganku." Ucap Bayu dengan candaannya.
"Makanya cepat di nikahin, biar bisa di bawa kemana-mana, ingat umurmu sudah cukup. Calon sudah ada malah di tunda-tunda, di tikung orang baru tau rasa kamu." Ucap nenek Murni sembari meminum teh buatan menantunya.
"Bagaimana, apa kata Dokter. Apa Kasih sudah boleh mengandung lagi?" Tanya mama Risma.
"Kasih hamil ma."Ucap Arkan
"Apa, kasih hamil." Ketiga orang itu terkejut sedangkan Bayu hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"kata Dokter tidak apa-apa Kasih mengandung, asal tidak melakukan pekerjaan yang berat, istirahat cukup dan makan makanan bergizi." Ucap Arkan.
"Bukannya kalian hanya ingin konsultasi ke Dokter. Tapi kenapa Kasih bisa hamil?" tanya papa Arman.
"Ya bisalah pa, orang Kasih punya suami. Jadi sah-sah saja kalau istriku hamil. Kenapa papa bertanya seperti itu." Ucap Arkan sedikit sewot dengan pertanyaan papanya.
"Bukan seperti itu nak, kamu sendiri yang bilang dulu kalau ingin menunda punya anak. Mengingat kondisi menantu papa, tapi kenapa bisa jadi cucu papa." Ucap papa Arman menjelaskan agar anaknya tidak salah paham.
"Papa, kenapa ngomong gitu. Bukannya senang sebentar lagi kita punya cucu, malah di tanya kenapa jadi. Aneh si papa." Ucap mama Risma.
Melihat perdebatan sepasang suami istri yang sudah tidak lagi muda itu, membuat nenek Murni menghela napasnya dan menyuruh Kasih duduk di sampingnya.
Kasih langsung mendekati nenek Murni dan duduk di sampingnya sembari memberikan senyuman indahnya.
"Jadi di dalam sini sudah ada cicit nenek?" Tanya nenek Murni tak lupa tangan keriputnya mengelus perut rata Kasih, air mata haru wanita tua itu juga sudah jatuh membasahi pipinya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote, dan, hadiahnya biar author makin semangat.