
Arkan meninggalkan Kasih untuk kembali mengambil berkas tersebut, sedangkan Kasih menunggu sang suami sambil memainkan ponselnya. Tanpa Kasih tahu, dari tadi sudah di perhatikan seseorang.
"Akhirnya, aku punya kesempatan membalas kamu wanita sialan." Guman Sheila dengan senyum evilnya.
Wanita itu tidak terima denan perlakuan Raka yang berubah kepadanya karena masih mengharapkan Kasih kembali. Dengan langkah cepat Sheila menghampiri Kasih yang sedang sibuk dengan ponselnya, Sheila yang sedang terbakar cemburu tidak memikirkan akibat dari perbuatannya.
Dengan cepat Sheila menarik rambut panjang Kasih, ia bahkan menampar Kasih menjambaknya dengan membabi buta.
"Dasar wanita sialan, kenapa kamu masih saja menganggu rumah tanggaku. Gara-gara kamu mas Raka sudah tidak peduli denganku. Bukannya kamu sudah bahagia dengan suamimu itu tapi kenapa kamu masih hadir dalam rumah tanggaku." Teriak sheila seperti orang kesetanan.
Kasih terkejut atas tindakan yang Sheila lakukan, wanita itu tidak sempat menghindar karena Sheila menyerangnya dari belakang.
Rasa terkejut Kasih belum berakhir saat wanita yang sedang kesetanan itu mengatakan kalau ia menganggu rumah tangga Sheila.
__ADS_1
"Maksud kamu apa, aku gak pernah menganggu rumah tanggamu, yang ada kamu yang menjadi penyebab hancurnya rumah tanggaku dulu. Sepertinya kamu sudah lupa ingatan, jangan terlalu percaya diri kalau aku mengganggu suamimu. Bukankah aku sudah memberinya kepadamu secara cuma-cuma. Dasar wanita gila." Ucap Kasih memegangi pipinya yang terasa perih akibat tamparan Sheila.
Mendengar keributan antara Kasih dan Sheila membuat beberapa karyawan yang ingin pulang berhenti dan mengerubungi mereka berdua. Kasih yang sadar bahwa mereka sudah menjadi bahan tontonan karyawan suaminya, memutuskan menyusul Arkan ke ruangannya.
Sheila masih belum puas dengan tindakannya, apalagi melihat Kasih yang tidak tersulut emosi, membuat Sheila tidak terima. Apalagi perkataan Kasih yang membuat semua orang tahu kalau ia adalah perusak rumah tangga orang. Tatapan hina dan suara-suara mencaci dapat Sheila dengar, membuat ia semakin benci dengan Kasih yang sudah melangkah pergi meninggalkan dirinya.
Sheila dengan cepat mendorong Kasih hingga terjatuh, tak lupa Sheila dengan cepat kembali menarik rambut Kasih, menamparnya berkali-kali. Sedangkan Kasih tidak dapat membalas perlakuan kasar Sheila karena ia merasakan sakit pada perutnya.
"Aku gak akan membiarkan siapapun menghancurkan rumah tanggaku, Aku akan buat kamu menyesal, wanita sialan." Teriak Sheila terus menjambak rambut Kasih.
"Apa-apaan Kamu Sheila, kamu sudah gila ya." ucap Raka berusaha memisahkan Sheila yang masih terus menjambak rambut Kasih.
"Ya aku sudah gila, karena kamu tidak bisa melupakan wanita ini. Awas kamu mas, biar aku beri pelajaran wanita sialan ini." Teriak Sheila yang semakin kuat menarik rambut Kasih.
__ADS_1
"Akh....sakit, tolong.... Tolong jauhkan wanita gila ini." Ucap Kasih yang sudah kesakitan.
Arkan yang baru keluar dari lift langsung di hadapkan dengan adegan dimana istrinya sedang di aniaya dan diperlakukan tidak pantas.
"Tolong saya memisahkan mereka, kenapa kalian diam saja." Bentak Raka yang kesal dengan orang-orang yang hanya diam dan menonton aksi brutal Sheila.
"Hentikan....." Teriak Arkan dengan suara menggelegar.
Laki-laki itu berlari dan mendorong Sheila agar menjauh dari Kasih.
"Apa-apaan ini, berani kamu menyakiti istri saya. Sudah bosan hidup kamu." Bentak Arkan.
"Mas tolong, perutku sakit...." Panggil Kasih sambil meringis.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya